Keberadaan Terminal Barang Internasional di PLBN Entikong

*Oleh Djoko Setijowarno

Operasional Terminal Penumpang Internasional ini dilakukan pihak ketiga.

Senin, 13 Juni 2022 | 19:43 WIB - Persuasi
Penulis: - . Editor: Wis

PEMBANGUNAN terminal Barang Internasional (TBI) di PLBN Entikong memakan biaya Rp140, 49 miliar selama 3 tahun APBN. Telah diresmikan tahun 2019. Terhadang pandemik covid-19 terhenti operasinya dan sekarang akan mulai beroperasi kembali.

Jarak perjalanan Pontianak– Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong sejauh 243 km ditempuh dalam rentang waktu 4- 5 jam. Jalan yang mulus tidak berlubang sangat membantu kelancaran perjalanan. Kondisi jalan, dengan lebar 7 meter (2 lajur tanpa median) tersebut membuat kendaraan dapat dipacu dengan laju mencapai 100 km per jam di jalan nasional. Mendekati Kawasan PLBN Entikong terbangun jalan empat lajur dengan median yang masing-masing jalur memiliki dua lajur.

BERITA TERKAIT:
Keberadaan Terminal Barang Internasional di PLBN Entikong

Selama ini yang dikenal dengan PLBN Entikong adalah perjalanan Bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) yang berangkat dari terminal Sei Ambawang yang terletak di Kabupaten Kubu Raya menuju Kuching (Serawak, Malaysia) dan Brunei Darussalam.

Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan 7 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan, yakni PLBN Aruk, PLBN Entikong, PLBN Badau (Provinsi Kalimantan Barat), PLBN Walini, PLBN Mota’ain, PLBN Motamasin (Provinsi Nusa Tenggara Timur) dan PLBN Skow (Provinsi Papua).  

terminal Barang Internasional (TBI) di PLBN Entikong mulai direncanakan tahun 2015 dengan survey lokasi. Tahun 2016 mulailah penetapan lokasi, pengadaan lahan dan dokumen teknis pembangunan senilai Rp9 miliar. Tahun 2017 pembangunan tahap pertama berupa pematangan lahan, pekerjaan struktur Gedung dan jalan senilai Rp52,99 miliar. Tahun 2018 dilakukan pembangunan tahap kedua berupa pekerjaan infrastruktur kawasan dan pekerjaan bangunan terminal senilai Rp78 miliar. Total biaya pembanguan yang dibutuhkan hingga selesai Rp140,49 miliar selama 3 tahun anggaran.

Fasilitas utama TBI Entikong berupa kantor terminal, jembatan timbang, gudang, area peti kemas, bengkel, dan tempat istirahat pengemudi. Disamping itu, masih ada fasilitas penunjang, seperti mushola, area parkir, dan kantin.

Diberikan pula ruang pelayanan ekspor impor, seperti ruang fasilitas pelayanan kepabeanan (bea cukai), ruang pelayanan karantika pertanian, ruang pelayanan karantina ikan, ruang pelayanan imigrasi, ruang pelayanan perbankan, dan beberapa ruang penunjang operasional lainnya. Ada pula bangunan showcase sebagai tempat pemajangan barang ekspor/impor berjumlah 12 ruang berukuran luas 9 meter persegi.

 

Luas halaman parkir kendaraan peti kemas 2.128 meter persegi dapat menampung peti kemas untuk ukuran 40 feet sebanyak 24 unit kendaraan dan ukuran 20 feet sebanyak 39 unit kendaraan peti kemas.

Komoditi ekspor melalui TBI Entikong berupa komoditi pertanian, komoditi hewan dan komoditi perikanan. Komoditi pertanian, seperti CPO, buah langsat, arang kayu, bungkil kelapa, buah pisang, lada biji, kelapa bulat,gula merah, tebu, buah jeruk, asam keranji dan aquatic plant. Komoditi hewan, seperti kulit lambing, jangkrik, sarang burung wallet, kambing kacang, ulat Hongkong dan dagung kuda beku. Sedangkan komoditi perikanan, seperti ikan, udang dogol dan udang waking.

Sementara komoditi impor di PLBN Entikong belum ada, karena belum adanya MOU atau kesepakatan antara Negara Malaysia dan Indonesia mengenai komoditi import yang diperbolehkan melalui perbatasan Tubedu– Entikong.

Operasional terminal Penumpang Internasional ini dilakukan pihak ketiga. Diharapkan keberadaan TBI Entikong akan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), mendongkrak perekonomian masyarakat di Kawasan perbatasan Kalimantan Barat, dan dapat menambah lapangan pekerjaan baru.

Telah direncanakan jaringan jalan khusus angkutan barang yang terpisah dengan jalur jalan 4 lajur yang sudah terbangun sekarang ini. Kementerian PUPR akan membangun jaringan jalan tersebut.

Selain telah terbangun terminal barang di PLBN Entikong juga diperlukan terminal penumpang dan fasilitas transportasi umum. Fasilitas transportasi umum yang dibutuhkan adalah adanya layanan angkutan umum Rute PLBN Entikong– Kota Sanggau, Rute PLBN Entikong– Kota Pontianak dan angkutan umum kawasan penunjang di sekitar PLBN Entikong (dua rute).

Keberadaan terminal penumpang untuk memberikan tempat yang nyaman bagi kendaraan yang akan menyeberang mulai jam 05.00 menuju Serawak (Malaysia). Selama ini sejumlah kendaraan itu memarkir kendaraannya di sepanjang jalan masuk menuju gerbang PLBN Entikong sepanjang 1 km - 2 km. Kendaraan mulai antri memarkir di jalan itu mulai jam 03.00, yang didominasi kendaraan pribadi. Namun ada juga sejumlah Bus ALBN yang ikut antri setalah berangkat jam 07.00 dari terminal ALBN Sei Ambawang.

Untuk sementara waktu sebelum terminal penumpang dibangun, halaman parkir TBI dapat dimanfaatkan untuk parkir sejumlah kendaraan yang akan melintas pagi hari di PLBN Entikong.

*Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat.


tags: #plbn entikong #pontianak #terminal #kalimantan barat #nusa tenggara timur

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI