Aksesibilitas dan Integrasi LRT Jabodebek

*Oleh Djoko Setijowarno

Pemda di Kawasan Bodebek dapat melakukan re routing angkutan umum yang ada atau membenahi angkutan umum pelayanannya.

Sabtu, 23 Juli 2022 | 19:35 WIB - Persuasi
Penulis: - . Editor: Wis

LRT Jabodebek sepanjang 44,43 km akan dilayani 18 stasiun yang akan melayani naik turun penumpang. Aksesibilitas ke 310 kawasan permukiman dan komersial harus ada untuk memberikan kemudahan bagi pengguna LRT Jabodebek.

Sebagai sebuah angkutan publik massal, pelayanan LRT Jabodebek tidak bisa bersifat tunggal, tapi harus terintegrasi, dari hulu hingga hilir, pra perjalanan ( first mile), selama perjalanan, dan paska perjalanan ( last mile). 

BERITA TERKAIT:
Diduga Hendak Tawuran, 28 Pelajar Beserta 12 Senjata Tajam Diamankan Polsek Cengkareng
Polisi Amankan Sembilan Pelajar yang Terlibat Tawuran Sebabkan Korban Luka-luka
Satpol PP Amankan 400 Butir Obat Keras yang Disalahgunakan
Ungkap Kematian Brigadir J, Polisi Dalami CCTV Magelang - Jakarta
Aksesibilitas dan Integrasi LRT Jabodebek

Mendasari Studi Potensi Jaringan Angkutan Umum dan Integrasi Moda Kawasan di Sekitar Koridor LRT Jabodebek (2020) yang dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia, potensi kawasan permukiman dan komersial sekitar Stasiun LRT Jabodebek dengan radius kurang dari 5 kilometer ada sebanyak 310 kawasan permukiman dan komersial. 

Di lintas Cawang - Harjamukti (14,89 km) terdiri 4 stasiun. Stasiun Harjamukti 38 pemukiman dan komersial, Stasiun Ciracas 20 kawasan permukiman dan industri, Stasiun Kampung Rambutan 18 kawasan permukiman dan komeresial, Stasiun TMII 11 kawasan permukiman dan komersial, 

Di lintas Cawang - Jatimulya (11,05 km) terdiri 7 stasiun. Stasiun Ciliwung 14 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Cikoko 14 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Pancoran 6 kawasan permukimamn dan komersial, Stasiun Kuningan 6 kawasan pemukiman dan komersial, Stasiun Rasuna Said 14 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Setiabudi 15 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Dukuh Atas 13 kawasan permukiman dan komersial, 

Di lintas Cawang - Dukuh Atas (18,49 km) terdiri 7 stasiun. Stasiun Cawang 15 kawasan permukiman dan komersial , Stasiun Halim 10 kawasan permukiman dan Pendidikan, Stasiun Jaibeting 19 kawasan permukiman dan komerial, Stasiun LRT Cikunuir 1 sebanyak 39 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Cikunir 2 19 kawasan permukiman dan komersial, Stasiun Bekasi Barat 16 kawasan perumahan dan komersial, dan Stasiun Jatimulya 23 kawasan perumahan dan komersial.

Angkutan umum yang melayani saat ini sekitar 203 trayek yang tersebar 11 trayek di Stasiun Harjamukti, 5 trayek di Stasiun Ciracas, 25 trayek di Stasiun Kampung Rambutan, 15 trayek di Stasiun TMII, 18 trayek di Stasiun Cawang, 10 trayek Stasiun Ciliwung, 9 trayek Stasiun Cikoko, 12 di Stasiun Pancoran, 9 di Stasiun Kuningan, 9 di Stasiun Rasuna Said, 9 di Stasiun Setiabudi, 8 di Stasiun Dukuh Atas, 19 trayek di Stasiun Halim, 6 trayek di Stasiun Jatibening, 5 trayek di Stasiun Cikunir 1, sebanyak 4 trayek di Stasiun Cikunir 2, sebanyak 15 trayek di Stasiun Bekasi Baru, dan 14 trayek di Stasiun Jatimulya.

 

Terdapat pula area depot di Bekasi timur. Depot terdiri dari stabling dengan kapasitas 20 train set, light maintenance – heavy maintenance kapasitas 5 train set dan pusat kendali operasi atau operating control centre (OCC). Fasilitas pelatihan berupa railway system maintenance training dan train simulator, serta kantor LRT Jabodebek.

Tahap berikutnya akan bangun hingga Kota Bogor sejauh 30,7 km dengan 6 stasiun, yaitu Stasiun Gunung Putri, Stasiun Cibinong, Stasiun Sentul, Stasiun Sentul City, Stasiun Bogor Raya dan Stasiun Baranangsiang.

Manfaat LRT Jabodebek bagi masyarakat (PT KAI, 2022), seperti tersedianya alternatif moda transportasi masal yang lebih efisien dan modern; tersedianya lapangan pekerjaan baik pada saat pembangunan proyek maupun saat pengoperasian; berkurangnya kemacetan, emisi, penggunaan BBM dan penghematan waktu perjalanan; potensi pengembangan kawasan baru/pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun; menumbuhkan peluang usaha khususnya UMKM yang dapat menimbulkan multiplier effect.

Sementara manfaat yang akan didapat oleh pemerintah, seperti percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional berbasis perkeretaapian; menambah image positif Indonesia sebagai salah satu negara didunia yang mengoperasikan LRT berbasis teknologi grade of automation (GOA) level 3; leverage knowledge yang didapat oleh PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT INKA dan pihak domestik lain yang terlibat dalam pengembangan proyek LRT dan proyek kereta cepat berikutnya; pemerataan pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar DKI Jakarta dan Jawa Barat; dan potensi penerimaan negara baik langsung maupun tidak langsung.

Waktu operasi mulai jam 05.00 hingga 23.00. jam puncak ( peak hour) diperkirakan jam 05,30 – 10,00 dan jam 16.00 – 20.00. Masa pemeliharaan jam 23.00 hingga 04.00. Tidak kalah pentingnya adalah dalam hal pengamanan, diperlukan personil Satpam 447 orang, pengamanan stasiun 226 orang dan pengamanan perkantoran dan aset vital 43 orang, dan pengamanan KA sebanyak 108 orang.

Sebagian warga Bogor dan sekitarnya dapat menikmati layanan LRT Jabodebek dengan menyambungkan layanan bus (sementara waktu) dari Terminal Baranangsiang ke Stasiun Harjamukti sejauh 30,7 km melewati jalan tol. Untuk memperlancar perjalanan dapat disediakan jalur khusus di jalan tol, supaya tidak terganggu lalu lintas kendaraan yang lain. Warga Bogor dan sekitarnya ada pilihan menggunakan kereta, selain KRL ada juga LRT.

Kawasan perumahan itu merupakan potensi pengguna LRT Jabodebek. Oleh sebab itu, semua kawasan itu dilengkapi akses ke stasiun LRT terdekat, baik dengan fasilitas transportasi umum, fasilitas jalur pejalan kaki, jembatan penyeberangan orang (JPO), sky bridge, fasilitas jalur sepeda, fasilitas parkir kendaraan pribadi. Integrasi fisik, waktu dan pembayaran sangat membantu memperlancar pengguna LRT.

Pemda di Kawasan Bodebek dapat melakukan re routing angkutan umum yang ada atau membenahi angkutan umum pelayanannya, seperti Trans Pakuan Bogor dan Trans Patriot di Bekasi.

*Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat


tags: #jakarta #bogor #bekasi #penumpang #lrt

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI