Ilustrasi Istimewa.

Ilustrasi Istimewa.

Berikan ASI, Cegah Stunting Sejak Dini Pasca Pandemi

Oleh: Sri Hapsari SP,MGizi,.

Jangan lupa sebelum menyusui cuci tangan ibu menggunakan sabun dan air mengalir. 

Jumat, 05 Agustus 2022 | 13:59 WIB - Persuasi
Penulis: - . Editor: Wis

DUNIA termasuk Indonesia telah mengalami masa pandemi Covid-19 berkepanjangan sejak tahun 2020 sampai tahun 2022. pandemi Covid-19 berdampak pada status gizi anak, salah satunya stunting (Xiang M, 2020) Tahukah Sahabat? Hasil survey status gizi balita Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 menunjukkan Angka stunting di Indonesia masih tinggi sebesar 24,4% masih lebih tinggi dibanding Vietnam (23%) dan Malaysia (17%). 

Stunting tidak hanya ukuran tinggi badan yang pendek, tetapi pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai usia karena kurangnya asupan gizi kronis atau dalam waktu lama. Dampak dari stunting dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga mudah terkena penyakit, pertumbuhan dan perkembangan tidak bisa optimal, bahkan bisa menyebabkan kematian.  

BERITA TERKAIT:
Berikan ASI, Cegah Stunting Sejak Dini Pasca Pandemi
Presidensi G20, Johnny: Peluang Fasilitasi Diskusi Transformasi Berbasis Digital
Kapolda Jateng Berikan Bantuan untuk 427 Anak Terdampak Covid-19
Kirab Boyong Kedhaton Keraton Surakarta Diharapkan Tingkatkan Wisata Solo
DPR Bersiap Jadi Tuan Rumah, Puan Hadiri IPU Assembly di Madrid

Masa bayi merupakan periode perkembangan pesat otak dan penting diperhatikan guna mencegah stunting. Volume otak saat lahir sekitar 25% otak orang dewasa kemudian berkembang pesat hingga 70-80% otak orang dewasa ketika memasuki usia 2 tahun (Sunita Almatsier,2011). 

Gizi yang tepat harus diberikan sesuai dengan kebutuhan dan alat pencernaan bayi. Apakah “susu beruang” atau makanan tepat diberikan untuk bayi? Tentu tidak. 

Kita lihat bersama ukuran lambung bayi, saat lahir sampai usia 2 hari hanya sebesar kelereng kecil. Coba bayangkan jika kelereng kecil tersebut kita beri makanan pasti bisa pecah, begitu juga lambung bayi. Air Susu Ibu (ASI) lah yang tepat bagi bayi baru lahir sampai usia 6 bulan.

Allah SWT telah menciptakan ASI sesuai kebutuhan dan alat pencernaan bayi. Seluruh zat gizi, yang dibutuhkan bayi lebih dari 300 macam, mudah diserap, dan dalam jumlah yang sesuai telah terdapat dalam ASI. 

Menyusui juga menciptakan bonding, kasih sayang ibu dan bayi. Anak yang disusui juga memiliki tingkat IQ lebih tinggi. 

Penelitian pada 3253 orang di Denmark, menunjukkan yang disusui < 1 bulan memiliki IQ 5 point lebih rendah dari yang disusui Ibu yang menyusui setelah melahirkan dapat mempercepat pemulihan dan menjarangkan kehamilan. Keluarga juga lebih hemat, apalagi dampak pandemi “susu kardus” tidak perlu dibeli. 

Begitu banyak manfaat ASI maka tepat jika ASI Eksklusif, artinya Cukup berikan ASI saja, tanpa makanan dan minuman lain pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan. Kolustrum sebagai ASI yang pertama kali keluar berwarna agak kekuningan bukanlah ASI basi. Banyak zat kekebalan untuk mencegah penyakit yang terkandung dalam kolustrum. 

Jadi kalau ASI yang pertama kali keluar, mungkin agak berbau amis jangan langsung dibuang ya Sahabat, itu sangat baik bagi bayi. Supaya berhasil memberikan ASI sehingga bayi tidak rewel dan ibu nyaman, perlu diperhatikan posisi dan pelekatan saat menyusui, terutama pada bayi baru lahir. Pastikan posisi bayi :

1.    Tubuh bayi menghadap badan ibu dan perut bayi menempel perut ibu

 

2.    Badan bayi (Kepala, punggung, dan pantat) berada pada satu garis lurus

3.    Wajah bayi menempel dengan payudara

4.    Bayi  ditopang penuh di punggung dan pantat  bayi

Pelekatan atau letak mulut bayi pada payudara saat menyusu, sebagai berikut:

1. Dagu bayi menyentuh payudara

2. Mulut bayi terbuka lebar

3. Bibir bawah bayi membuka keluar

4. Lebih banyak areola terlihat pada bagian atas daripada bagian bawah. 

5. Bayi sebaiknya menyusu pada semua bagian gelap (areola) payudara ibu

Posisi ibu juga perlu dibuat senyaman mungkin, dapat dengan duduk bersandar dan kaki turun ke bawah serta diberi alas (Selasi,2011). Jangan lupa sebelum menyusui cuci tangan ibu menggunakan sabun dan air mengalir. 

Bagi ibu yang terkena covid-19 tetap disarankan menyusui, dapat menggunakan masker sebagai langkah pencegahan penularan (WHO, 2020). Ibu perlu rileks tidak stress saat menyusui, sehingga hormon cinta mengalir, ASI juga keluar banyak.

Sangat mudah ya sahabat memberikan ASI, lebih utama dengan menyusui. Para ayah tolong ya bantu ibu agar lebih mudah menyusui. Keluarga menjadi bahagia, anak tidak stunting dan selalu sehat. 

*Penulis Sri Hapsari SP,MGizi,.
Konselor Menyusui
 


tags: #pandemi covid-19 #ibu menyusui #air susu ibu

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI