Kekuatan Gen Z untuk Indonesia Damai Jelang Pemilu

Oleh: JB. Amadeo Putra Tanaya

Digital native sering kali menggunakan internet saat mencari informasi apa pun, termasuk berita dan ulasan sebelum melakukan pembelian.

Senin, 06 November 2023 | 19:55 WIB - Persuasi
Penulis: - . Editor: Wis

TAK terasa pesta demokrasi di Indonesia sebentar lagi akan dilaksanakan. Seratus hari lagi seluruh rakyat Indonesia akan mengadakan demokrasi terbesar yang ada di negara ini. Data dari KPU menunjukkan bahwa salah satu penyumbang suara terbesar dalam kontestasi pemilu tahun 2024 adalah generasi Z atau yang biasa kita sebut Gen Z

Senada dengan data dari BPS (2023) jumlah penduduk Generasi Z mencapai 103 juta jiwa (56,45% dari total populasi di Indonesia). Jumlah itu lebih banyak dari Generasi Z di pemilu tahun 2019 dimana hanya menyentuh 60 juta jiwa (22% dari total populasi di Indonesia). Jumlah yang tidak sedikit, dengan melihat komposisi pemilih bersama dengan generasi milenia dari total usia pemilih sejumlah 56,45%. Separoh lebih suara akan ditentukan dari anak-anak muda pemilik masa depan negara. Menempatkan anak muda menjadi sentral penentu bagi semua paslon baik di tataran legislatif maupun pimpinan negara yang akan terpilih nantinya. Tak bisa dipungkiri generasi Z bisa andil besar dalam menentukan arah dan arus yang berkembang. Bahkan mereka mampu menciptakan arus yang dapat mengubah kebijakan-kebijakan.

BERITA TERKAIT:
Connie Bakrie Dipolisikan terkait Dugaan Penyebaran Berita Bohong
Pasca Pemungutan Suara, Polda Jateng Minta Warga Waspada Hoaks
Jelang Pungutan Suara, Menkominfo Ajak Masyarakat Tangkal Hoax
Menkominfo Ajak Warga Nahdiyin Produktif di Ruang Digital dan Cegah Sebar Hoaks
Budi Arie: Dibanding 2019 Konten Hoaks Masa Kampanye Pemilu 2024 Menurun

Dalam buku Generasi Langgas, karya Yoris Sebastian dkk (2016) yang membahas detil tentang generasi muda dengan berbagai karakter unik di dalamnya, atau diartikan sebagai generasi kreatif, memiliki begitu banyak hal berbeda dan baru yang dibuat. Karateristik uniknya antara lain, memiliki ciri kolektif disbanding generasi-generasi sebelumnya, mempunyai solidaritas tinggi dalam ikatan kelompok. Gen Z sebagai bagian dari pasukan anak muda adalah generasi yang sudah melek teknologi dan aktif dalam dunia online baik untuk bekerja, berbelanja, ataupun berteman. Kalau melihat dari jumlah waktu, sungguh bukan jumlah yang sedikit yakni menghabiskan enam jam atau lebih per hari di ponsel mereka. 

Digital native sering kali menggunakan internet saat mencari informasi apa pun, termasuk berita dan ulasan sebelum melakukan pembelian. Mereka berpindah-pindah situs, aplikasi, dan media sosial, masing-masing membentuk bagian berbeda dari ekosistem online. Para Gen Z juga bisa dianggap sebagai agent of change, karna mereka bisa membantu mengubah norma-norma yang merugikan masyarakat, termasuk dari penghapusan diskriminasi, dan yang lainnya. Meningkatkan kepercayaan diri bagi Gen Z karena mereka mendapatkan tantangan dan motivasi di dalam kehidupannya. Sisi lain dari Gen Z adalah gangguan kesehatan mental, sulit beradaptasi, memiliki emosi yang labil.

 

Peran penting sebagai lumbung suara dalam ajang Pemilu 2024 nanti, sebagai kelompok yang mudah menerima perubahan, maka sebutan “pembawa kedamaian” layak disematkan kepada mereka. Jika dikaitkan dengan agent of change, tentu tidak mudah membuat mereka mengikuti arahan dari orang lain dengan begitu saja. Tentu banyak alasan rasional yang membuat mereka dengan kesadaran sendiri mau berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024. Ada hal yang bisa pemerintah/paslon lakukan untuk mendapatkan suara dari para Gen Z, antara lain dengan cara mendengarkan apa saja yang mereka inginkan dan juga aspirasi-aspirasi dari Gen Z dapat lebih diperhatikan. Sebagai generasi yang melek politik, Gen Z juga dapat dibuatkan forum diskusi di berbagai platform sosial media oleh pemerintah dan bisa juga lewat instansi pendidikan (Kampus, Sekolah, dll), forum diskusi dimaksudkan agar para paslon lebih mendengar aspirasi– aspirasi dari para–Gen Z. Diharapkan juga para paslon dapat memberikan bukti nyata bukan hanya sekedar janji semata. 

Dunia online yang sudah menjadi keseharian Gen Z menjadi ruang yang luas untuk melakukan banyak hal baik dalam pesta demokrasi ini. Menjadikan ruang diskusi yang menempatkan Gen Z untuk layak didengan karena mereka memiliki literasi tentang ruang digital, daring, teknologi informasi, serta kekuatan mereka yang mampu mengubah atau menciptakan arus lewat dunianya di dalam jaringan, dapat dimanfaatkan untuk hal positif, seperti memastikan pemilu berjalan baik, aman, dan damai. Gen Z bisa berperan aktif menjadi generasi Langgas dengan mengambil peran sebagai pendengung untuk pemilu baik, membuat gerakan masif sehingga menjadi arus besar bahkan arus utama yang membanjiri dunia mereka, dunia daring. Arus besar tersebut dapat menindih konten-konten hoaks pemilu, ujaran kebencian, dan konten negatif lainnya agar tidak berseliweran di dalam jaringan.

Bila Gen Z melakukan peran aktif dan persuasif dalam literasi dunia digital yang damai dan Gerakan yang mencerdaskan seluruh khalayak, maka masyarakat yang mengakses media sosial pun jadi mendapatkan hal positif, literasi yang sehat, dan informasi positif tentang politik dan pemilu dari upaya generasi muda yang menjadi pendengung pemilu. Pemilu 2024 yang bersukacita dan berkualitas akan menjadi buah dan berkah bagi semua anak bangsa tentunya. Agen pemilu bersih yang bebas dari perilaku politik masa lalu, belum terkontaminasi dengan politik uang dan isu SARA akan mengejawantah dalam agen perubahan yang menyejukkan. Didukung dengan kemampuan adaptif Gen Z sebagai kaum  sadar teknologi, pluralis, mudah berinteraksi dengan semua lapisan, tidak tersekat-sekat, tidak berpikiran sempit, dan berani dalam berbuat serta berbicara. Modal yang sangat kuar untuk menempatkan Gen Z sebagai agen-agen pemilu bersih dan damai.

Harapan tersebut tentu membutuhkan sinergis banyak pihak agar mereka berpartisipasi sukarela dan bersukacita karena kesadaran diri, bukan malah sebaliknya mengambil peran apatis terhadap politik dan pemilu. Pemerintah, elit politik, parpol, dan seluruh paslon serta kandidat legislative pelu menggandeng Gen Z untuk meyakini peran penting mereka menuju pemilu yang baik dan indah. Teladan tidak hanya dalam kata namun dalam tata laku yang pantas dan dipertunjukkan oleh semua pihak yang akan menentukan kesigapan generasi muda menjadi agen pemilu yang damai dan menyenangkan. Gen Z dengan dikawal dan dipercayai menjadi penentu arus perubahan akan memilih tidak masuk dalam praktik politik kotor, seperti politik identitas, ujaran kebencian dan buzzer hoaks.

Masih ada hari untuk membuat Indonesia lebih baik lagi, Kita (Generasi Z) dengan tugas yang tidak ringan yakni membuat Indonesia damai, nampaknya bukan hal yang mustahil. Butuh sinergi yang saling memahami antar kalangan di masyarakat dan pemerintah. Masing-masing elemen masyarakat memiliki peran yang sangat penting demi satu tujuan, yaitu Indonesia yang damai serta maju.  

*JB. Amadeo Putra Tanaya
Mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UNS (Angkatan 2023)

***

tags: #hoaks #milenial #pemilu 2024 #buzzer #gen z

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI