REVIEW HAQ: Kisah Emosional Perjuangan Perempuan dalam Drama Ruang Sidang

emosional HAQ, menimbulkan pertanyaan: apakah ia akan menang atau tenggelam dalam kebisingan sosial?

Jumat, 07 November 2025 | 18:06 WIB - Layar
Penulis: Ardiansyah . Editor: Wis

Film HAQ terinspirasi dari kasus kontroversial Shah Bano dan buku Bano: Bharat Ki Beti karya mantan jurnalis Jigna Vora. Berlatar akhir 1970-an hingga 1980-an, drama ruang sidang berdurasi 136 menit ini menampilkan Yami Gautam sebagai Shazia Bano, seorang perempuan yang berjuang mempertahankan martabat, nafkah, dan penghormatannya setelah diceraikan oleh suami, Abbas Khan (diperankan Emraan Hashmi) melalui talak tiga.

Seiring berjalannya cerita, Shazia menentang suaminya yang merupakan pengacara ternama, sekaligus hukum Syariah yang menutup suara perempuan dalam komunitasnya. Perjuangan melawan patriarki dan sistem hukum membentuk inti emosional HAQ, menimbulkan pertanyaan: apakah ia akan menang atau tenggelam dalam kebisingan sosial?

BERITA TERKAIT:
REVIEW HAQ: Kisah Emosional Perjuangan Perempuan dalam Drama Ruang Sidang
Katrina Kaif dan Vicky Kaushal Sambut Kelahiran Anak Pertama, Bayi Laki-Laki Lahir 7 November 2025
Janhvi Kapoor Ingin Membuat Sridevi Bangga Lewat Karya
Kareena Kapoor Siap Bintangi Crew 2, Nasib Kriti Sanon dan Tabu Masih Teka-teki
Kangana Ranaut bersiap untuk Queen 2 dan Tanu weds Manu 3 mulai November 2025

Kelebihan Film

Tulisan dan dialog karya Reshu Nath tajam, seimbang, dan menggugah emosi.

Detail visual autentik, mulai dari estetika era 70-an-80-an hingga bungkus kado pernikahan dan koper metalik.

Sutradara Suparn Varma menjaga ketegangan tetap hidup, terutama pada paruh pertama, sehingga penonton sulit mengalihkan pandangan.

Lagu-lagu meski tidak populer di tangga lagu, tetap mampu membangkitkan emosi.

Kekurangan

Penggambaran kemarahan dan reaksi sosial masyarakat kurang berdampak emosional.

Babak kedua sedikit melambat sebelum kembali menegangkan di 20 menit terakhir.

 

Beberapa adegan mudah ditebak dan beberapa momen emosional terasa terburu-buru.

Penampilan Pemeran

Yami Gautam: Memancarkan kesedihan, perlawanan, dan tekad sebagai Shazia Bano, dengan bahasa tubuh dan diksi yang autentik.

Emraan Hashmi: Menampilkan Abbas Khan dengan agresivitas yang terkontrol dan kerentanan, chemistry dengan Yami kuat.

Sheeba Chadha: Sebagai pengacara Shazia, Bela Jain, tampil galak dan meyakinkan.

Vartika Singh dan Aseem Hattangady: Memberikan dukungan kuat pada narasi film.

Putusan Akhir

Satu kutipan Shazia yang mewakili semangat film:

“Jab koi aapki aawaaz na sune, to dard hota hai.”
(Saat suara dibungkam, rasanya sakit)

HAQ bukan sekadar drama ruang sidang, tetapi perjalanan emosional yang menyoroti ketangguhan perempuan dalam menghadapi patriarki dan ego laki-laki yang rapuh. Film ini mengingatkan bahwa setiap perempuan, terlepas dari kasta, agama, atau keyakinan, berhak atas martabat dan hak-hak dasarnya.

Film ini netral gender, dan bisa dinikmati baik pria maupun wanita, sebagai pengingat pentingnya kesetaraan dan keberanian untuk bersuara.

***

tags: #bollywood #marissa haque

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI