Aktris The World of The Married, Foto: Istimewa

Aktris The World of The Married, Foto: Istimewa

Emosi Nonton ''The World of the Married''? Ini Kata Psikolog

Menghadapi pandemi korona saja sudah bikin stres. Masih mau ditambah dengan menonton drama yang bikin emosi?

Senin, 04 Mei 2020 | 20:43 WIB - Layar
Penulis: Ririn . Editor: Ririn

KUASAKATACOM, Jakarta – "The World of the Married" merupakan drama seri Korea Selatan yang diperankan oleh Kim Hee Ae dan Park Hae Joon. drama ini diadaptasi dari seri Inggris Doctor Foster dan disiarkan televisi JTBC pada Jumat dan Sabtu pukul 22.50 WIB.

drama yang tayang perdana di Indonesia pada 27 Maret 2020 ini mengisahkan pernikahan dokter perempuan Ji Sun Woo yang diperankan Kim Hee Ae. Ia menikah dengan sutradara bernama Lee Tae Oh yang dibintangi Park Hae Joon. Pernikahan mereka berjalan harmonis dan dikaruniai seorang putra remaja.

Namun ternyata Lee Tae Oh berselingkuh. Skandal tersebut diketahui Ji Sun saat ia curiga karena menemukan lip balm cherry di kantong jaket suami.

BERITA TERKAIT:
Emosi Nonton ''The World of the Married''? Ini Kata Psikolog

Di Indonesia, "The World of the Married" memasuki episode kedelapan. Jalan ceritanya semakin emmanas setelah Ji Sun mengetahui siapa selingkuhan suaminya, Yeo Da Kyung, yang diperankan  oleh Han So Hee.

Dari episode pertama hingga memasuki episode Sembilan, drama ini sukses membuat penonton emosi. Mereka marah terhadap Yeo Da sang pelakor dan Lee Tae suami tidak tidak setia. Selain itu ada juga yang benci terhadap rekan dokter Ji Sun, Sul Myung Sook karena bermuka dua.

"The World of the Married" pun membuat penonton merasa rakut atau parno untuk menikah. Sedangkan yang sudah menikah menjadi curiga kepada pasangannya.

Melihat reaksi penonton tersebut, psikolog Meity Arianty pun mengungkap kenapa mereka bisa emosi saat menonton film atau serial.

“Semua film yang kita tonton akan memengaruhi pikiran dan perasaan kita karena sering kali saat kita melihat sesuatu, maka tanpa sadar memori kita ikut terbawa. Yang bisa jadi kejadiannya sama atau justru perasaan atau emosi kita saat kejadian itu ikut terakses kembali saat menonton. Film atau serial drama Korea paling juara memainkan emosi, sehingga akan lebih nyampe ke wanita,” ungkap Mei pada Senin (5/4/2020).

Barangkali cuma di Indonesia (?) ada warganet yang menyerang aktor atau aktris yang membuat mereka sebal karena main film.  Akibat terlalu emosi, warganet pun melabrak pemeran Yeo Da Kyung pada drama Korea "The World of the Married" melalui akun Instagram aktris tersebut.

 

Orang awam pun tentu akan emnganggap al tersebut tidak wajar. Begitu pula dengan psikolog Meity yang menilai seharusnya hal tersebut tidak terjadi. Menurutnya, seharusnya penonton berpikir terlebih dahulu apakah tontonan yang mereka pilih membawa dampak buruk bagi dirinya atau tidak.

“Saat saya diminta untuk menonton itu, saya sejenak berpikir apa untungnya menonton seriao yang akan membuat saya mungkin akan terbawa dengan ceritanya. Sehingga nantinya mungkin akan takut dengan pernikahan karena perselingkuhan atau mungkin saya akan marah-marah, kesal, mengumpat karena emosi karena jalan ceritanya,” paparnya.

Lebih lanjut, Mei menjelaskan yang harus dilakukan penonton adalah mengakses dan memasukkan pikiran serta perasaan diri sendiri terkait hal-hal yang menyenangkan, membahagiakan, dan membuat lebih tenang.

 “Mungkin sebagian orang akan mengatakan itu hanya sekadar tontonan dan tidak dibuat serius. Namun saya pernah membahas bagaimana tontonan memengaruhi perilaku dan pikiran kita saan membahas Joker,” imbuhnya.

Film atau serial, menurut Mei membawa pengaruh yang berbeda-beda pada kesehatan metal setiap penontonnya. Lantas, apakah hal ini baik untuk kesehatan jiwa?

“Sehat atau tidaknya bergantung tiap orang. Karena setiap orang akan berbeda. Ada yang menonton dan tidak memiliki dampak apa pun kalau dia sendiri dalam keadaan ‘sehat mental’. Tapi bagaimana jika yang menonton tidak dalam kondisi sehat mental, apa yang akan terjadi dengan pikirannya dan perasaannya saat menonton sesuatu yang membangkitkan emosi, kemarahan, kekuatan, kekesalan, dan ketidaknyamanan dalam dirinya? Bisa dibayangkan?” bebernya.

“Menghadapi pandemi ini aja sudah menyulitkan bagi sebagian orang. Membuat jenuh, kesal, bingung, dan tertekan secara psikologis,” lanjutnya.

Usai membaca penjelasan psikolog Mei di atas. Apakah penonton ‘yang emosi’ ini akan terus menonton drama tersebut? Ya paling tambah stres di tengah pandemi korona.

 


tags: #psikolog #emosi #drama #the world of married #korea selatan

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI