Viral #RIPJKROWLING, Namun Sang Penulis Masih Hidup

Transpuan ini diinvestigasi sebab Ia merupakan psikopat yang menjadi serial killer.

Rabu, 16 September 2020 | 10:50 WIB - Pentas
Penulis: - . Editor: Wis

Tagar yang trending di beberapa negara ini cukup membingungkan bagi khalayak. Pasalnya, frasa RIP (Rest In Peace) yang berarti beristirahatlah dengan tenang, digunakan ketika ada orang yang meninggal. 

Namun tagar ini digaungkan bukan karena JK Rowling meninggal, melainkan serangan dari warganet dari berbagai negara mengenai peluncuran novel barunya. Viralnya tagar ini dumulai dari review novel di The Telegraph oleh Jake Kerridge mengenai plot dan tema dari acara kriminal terbaru.

Di novel berjudul Troubled Blood, JK Rowling menggunakan nama pena Robert Galbraith. Novel yang termasuk dalam seri detektif Cormoran Strike ini berkisah tentang investigasi pada seorang transgender, lelaki yang mengubah dirinya menjadi perempuan. Transpuan ini diinvestigasi sebab Ia merupakan psikopat yang menjadi serial killer.

Dari premis yang diangkat menjadi novel ini, menuai banyak kontra dari komunitas LGBT. Bahkan warganet menuding JK Rowling adalah seorang transphobic, orang yang takut dan tidak suka dengan perubahan gender. Tudingan ini ditujukan warganet usai membaca novel keduanya, The Silkworm, yang menggambarkan karakter transgender sebagai orang yang tidak stabil dan agresif. 

"Wow. #RIPJKRowling sekarang trending di Twitter. Saya bertanya-tanya kapan para aktivis radikal ini benar-benar menyadari bahwa mereka adalah penjahat di sini." tulis @darrengrimes_ pengamat aktivis Inggris dalam akun pribadinya. 

"wow ternyata tidak mengherankan jika tweet #RIPJKRowling semua pengikut transphobic-nya merangkak keluar dari kayu-kayuan untuk mati-matian membela idola mereka yang berharga" cuit @FoxWithGuitar.

*Ditulis oleh Novita Ibnati Awalia, reporter magang KUASAKATACOM.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI