Ketemu Ganjar, Denny Caknan Cerita Perjalanan Karirnya
Keduanya ketemu di warung Pecel Ngisor Talok, jalan Sultan Agung 96 Kabupaten Ngawi, Sabtu (7/11/2020) pagi. Sambil sarapan, awalnya Ganjar menanyakan perjuangannya Denny sampai akhirnya bisa jadi idola muda-mudi Tanah Air lewat lagu-lagunya. Bahkan sambi
Sabtu, 07 November 2020 | 14:30 WIB - Pentas
Penulis:
. Editor: Wis
KUASAKATACOM, Ngawi - Nama aslinya Deni Setiawan atau lebih dikenal sebagai Denny Caknan. Ketika bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dia bercerita perjalanan karirnya, dari pemilihan nama sampai kisah di balik lagu-lagunya.
Keduanya ketemu di warung Pecel Ngisor Talok, jalan Sultan Agung 96 Kabupaten Ngawi, Sabtu (7/11/2020) pagi. Sambil sarapan, awalnya Ganjar menanyakan perjuangannya Denny sampai akhirnya bisa jadi idola muda-mudi Tanah Air lewat lagu-lagunya. Bahkan sambil bercanda, Ganjar menanyakan dukun mana yang Denny manfaatkan.
BERITA TERKAIT:
Catat! Polisi Bakal Gelar Pesta Rakyat di Simpang Lima Semarang, Hadirkan Denny Caknan dan NDX Aka
Dua Klub Sepak Bola Eropa Ini Ternyata Nge-Fans Berat Sama Denny Caknan, Pakai Lagu "Dumes" sebagai Backsound
Denny Caknan Dkk Bakal Guncang Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang Nanti Malam, Gratis!
Kim Mingyu SEVENTEEN Dibandingan dengan Denny Caknan, Bermula dari Hal Ini
Izinkan Istri Kerja, Denny Caknan Akan Lakukan Ini Jika Bella Bonita Digoda Pria Lain
"Rahasianya apa mas? Kok sekarang sampai ada yang bilang mas Denny Caknan ini jadi penerus almarhum Mas Didi Kempot," kata Ganjar.
Bahkan Ganjar tidak bisa menutupi kekagumannya pada penyanyi asli Ngawi itu. Dia pun mengaku sering mendengar dan menyanyikan lagu Denny, terutama "Kartonyono Medot Janji". Ganjar juga berterus terang, lagu itu jadi salah satu inspirasi ketika menemui ratusan buruh yang melakukan aksi di depan kantornya beberapa waktu lalu.
"temen-temen buruh saja saya ajak nyanyi lagu itu, semua kompak ikut nyanyi sampai akhirnya aksi berlangsung damai," sebutnya.
Denny Caknan mengawali semua pertanyaan Ganjar dengan satu kalimat, yakni "semua karya yang dihasilkan dari hati maka yang menerima adalah hati." Semua laku yang dia jalankan layaknya seniman lain, mencari inspirasi, berkarya dan memamerkan hasilnya. Tidak ada faktor aneh-aneh yang dia pakai, apalagi dukun.
"Dukunnya ya bapak dan ibu saya sendiri dengan minta doa restu beliau. Makanya nama bapak, saya jadikan embel-embel nama saya, Cak Nan," bebernya.
Cak Nan itu, kata Denny adalah panggilan untuk ayahandanya yang berasal dari Surabaya. Nama aslinya Kasnan.
Denny mengatakan jalan hidupnya sebelum melahirkan lagu Kartonyono sangat berat. Jadi anak dari penjual cilok keliling, keluarganya sering diremehkan. Bahkan kuliahnya pun tersendat-sendat karena keterbatasan biaya.
"Untuk membiayai itu saya kerja jadi penyapu jalanan sebagai pegawai outsourcing dinas LHK," kenang dia.
Namun beratnya jalan hidup yang dia jalani tidak membuat surut. Sebagai penyanyi, Denny mengatakan banyak mencontoh dari sosok almarhum Didi Kempot yang makamnya juga ada di Ngawi. Perjuangan tidak kenal lelah almarhum Didi Kempot itulah yang terus melahirkan energi bagi dia berkarya.
"Dulu sebelum saya melahirkan lagi Kartonyono Medot Janji itu, saya sering sowan beliau (Didi Kempot) sharing pengalaman, dan pengetahuan dunia musik tradisi. Pesan beliau hanya satu, berkarya berkarya dan berkarya. Nanti apa jadinya apa itu urusan nomor sekian," ujar Denny.
Denny mengatakan, dirinya tak menyangka juga lagu Kartonyono Medot Janji akan booming di Tanah Air dan jadi idola muda-mudi. Pasalnya lagu itu hanya mengisahkan kisah cinta sederhana dengan latar belakang yang jauh dari kota, yaitu perempatan Kartonyono.
"Mulanya banyak temen-temen curhat putus cinta. Dan waktu itu saya melihat perempatan Kartonyono lagi dibongkar. Ya akhirnya jadi lagu itu," tandas dia.
***tags: #denny caknan #gubernur jawa tengah #ganjar pranowo
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semen Padang FC Siapkan Perombakan Besar-besaran Jelang Putaran Kedua
14 Januari 2026
Bank Jateng Dukung Kreativitas Media Digital di Semarang
14 Januari 2026
Heni Tegaskan INI-IPPAT di Jateng Harus Berintegritas dan Profesional
14 Januari 2026
Perkuat Kualitas Produk Hukum Daerah, Kemenkum Jateng Sambut Bapemperda DPRD Kota Surakarta
14 Januari 2026
Honda Hadirkan Warna Exclusive untuk Stylo
14 Januari 2026
KAI Services Gelar Training Untuk Prama Prami untuk Rangkaian Compartment
14 Januari 2026
IPM Kota Semarang Capai 85,80, Bukti Program Pembangunan Berjalan Efektif
14 Januari 2026
USM Sosialisasikan PKM 2026
14 Januari 2026
Penuh Kasih dan Kebersamaan, Lapas Semarang Gelar Perayaan Natal Bersama
14 Januari 2026
USM Kirim Relawan untuk Bantu Penanganan Bencana di Kudus
14 Januari 2026
Gubernur Jateng Minta Daerah Ajukan Asuransi Gagal Panen
14 Januari 2026

