Tangkapan layar cuplikan film Lemantun

Tangkapan layar cuplikan film Lemantun

Lemantun, Film Pendek Lokal yang Membawa Kita "Pulang"

Film karya Wregas Bhanuteja ini menyabet tiga penghargaan.

Selasa, 12 Januari 2021 | 13:32 WIB - Layar
Penulis: - . Editor: Ririn

Lemantun yang berarti lemari dalam bahasa Indonesia dipilih menjadi judul film pendek karya Wregas Bhanuteja ini. Film ini mengisahkan lima orang anak yang berkumpul di rumah ibunya untuk menerima warisan. Namun yang mereka terima bukanlah uang, perhiasan, tanah, maupun rumah, tetapi lima buah lemari tua yang dahulu dibeli ibunya untuk memperingati kelahiran setiap anaknya.

Empat orang anak telah sukses berkarier di bidangnya masing-masing. Tersisa anak tengah Tri yang hanya menyambung hidup dengan menjual bensin literan. Tri belum berkeluarga dan masih tinggal di rumah ibunya itu.

Konflik emosional yang dipendam Tri tergambar jelas dalam raut wajahnya, namun tak pernah diungkap kepada keempat saudaranya. Ia terus menjadi Tri yang murah senyum dan berlaku sebagai saudara yang baik bagi kakak-kakak dan adik-adiknya. Bahkan menjadi satu-satunya yang susah payah merawat ibunya tanpa pamrih. 

BERITA TERKAIT:
Lemantun, Film Pendek Lokal yang Membawa Kita "Pulang"

Kisah keluarga Tri mengingatkan kita akan rumah. Tempat kita menyaksikan pasang surut kehidupan bersama keluarga, dari kanak-kanak hingga beranjak dewasa. Begitu pun orang tua yang akan selalu merindukan segala kenangan manis—kelak tetap harus ikhlas melepaskan segalanya. 

 

Film ini dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas karya akhir Wregas saat berkuliah di Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Meskipun diproduksi sebagai syarat perkuliahan, film ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan, yaitu film pendek Terbaik XXI Short Film Festival 2015, film pendek Terbaik Apresiasi Film Indonesia 2015, dan film pendek Terbaik Piala Maya 2015.

Suasana pedesaan yang dicuplik secara sinematik sukses mengirimkan penonton untuk ikut merasakan rindu pulang. Berkat berkolaborasi dengan Gardika Gigih, musik latar yang digunakan mendukung tercipta kedekatan penonton dengan para tokoh.

Film yang telah disaksikan hampir satu setengah juta kali ini dapat dinikmati secara cuma-cuma di kanal YouTube pribadi Wregas Bhanuteja melalui link di bawah ini https://youtu.be/AfchZ4kfFMc.

*Ditulis oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #lemantun #film pendek

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI