Tangkapan layar film Contagion

Tangkapan layar film Contagion

Pandemi dan Vaksinasi MEV-1 dalam Film “Contagion”, Terasa Familiar?

Film ini seharusnya membuat kita percaya pada tenaga kesehatan.

Kamis, 14 Januari 2021 | 01:45 WIB - Layar
Penulis: - . Editor: Ririn

Sepanjang sejarah dunia, kita telah beberapa kali menghadapi pandemi secara global. Flu Spanyol yang menyebar dua tahun lamanya (dari 1918 hingga 1920) menjadi salah satu wabah virus paling mematikan setelah Black Death di abad ke-14.

Dari catatan sejarah dapat disimpulkan bahwa kemajuan teknologi menambah kesiapan setiap negara untuk mengantisipasi korban jiwa dari wabah serupa. Salah satunya penanganan wabah COVID-19 yang sedang kita alami saat ini. 

Perjuangan para ilmuwan untuk mengembangan vaksin pun membuahkan hasil, yang mendatangkan kelegaan bagi seluruh masyarakat. Vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac telah disuntikkan pertama kali ke Presiden Jokowi.

BERITA TERKAIT:
Film Jungle: Manusia Melawan Keganasan Belantara, Tayang di Televisi
Film Asih 2, Sosok Pengasuh Anak dari Dunia Lain
The Day After Tomorrow: Film Pengingat Bumi Sedang Sakit
“Mulan” Hadirkan Adaptasi Film Kartun di Dunia Nyata
Lima Film Paling Menegangkan Sepanjang Masa tentang Penerbangan
Film “Snowden”, Ungkap Ngerinya Pengintaian Data Dari Internet
Pandemi dan Vaksinasi MEV-1 dalam Film “Contagion”, Terasa Familiar?

Namun, tahukah anda bahwa telah lama beredar prediksi kehadiran wabah virus ini dalam karya sastra populer?

Kisah Fiksi yang Terdengar Akrab di Telinga

Sebut saja film Contagion karya sutradara Steven Soderbergh. film ini mencuplik sebuah dunia yang terinfeksi wabah virus mematikan MEV-1. Dimulai dari terinfeksinya Beth Emhoff (diperankan oleh Gwyneth Paltrow) setelah perjalanan bisnisnya di Hongkong, virus tersebut lalu menyebar ke berbagai kota di belahan dunia, Hongkong, London, Tokyo, hingga ke kediaman Beth di kota Minneapolis, Indiana, Amerika Serikat.

Beth pulang dalam keadaan demam dan batuk-batuk. Ia pun langsung menemui suaminya, Mitch Emhoff (diperankan oleh Matt Damon) dan anak laki-lakinya Clark (diperankan oleh Griffin Kane).

Tak lama berada di rumah, kisah horror pun dimulai. Beth jatuh terkejang-kejang dan tak sadarkan diri. Ia meninggal di tengah upaya dokter menanganinya. Virus tersebut pun dengan cepat menular ke anaknya Clark. Anehnya, Mitch tidak menunjukkan gejala apapun setelah virus ganas itu mencabut nyawa istri dan anaknya.

Para dokter yang bertugas terheran-heran melihat penyakit yang merenggut nyawa Beth. Mereka belum pernah melihat gejala dan kematian yang menyerang begitu aneh dan cepat. Sementara di kota-kota lain, korban jiwa mulai berjatuhan dan kabar akan merebaknya virus mematikan itu mulai tersebar melalui media internet.

Salah seorang yang menyebarluaskan teori-teori konspirasi virus ini adalah Alan Krumwiede (diperankan oleh Jude Law), seorang wartawan asal Inggris. Ia bersikeras mengungkap kebohongan pemerintah dalam menangani wabah tersebut, dan berusaha menemukan vaksin tersendiri dari virus itu.

 

Setelah usahanya, Alan Krumwiede berhasil menarik perhatian salah satu dokter pejabat di CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit milik Amerika Serikat) bernama Dr. Ellis Cheever (diperankan oleh Laurence Fishburne). Sang dokter pun terdesak untuk membuka kebenaran penelitian virus mematikan itu kepada dunia.

Sementara itu penelitian WHO yang dilakukan oleh Dr. Leonora Orantes (diperankan oleh Marion Cotillard) menemui jalan berkerikil. Rekan kerjanya Sun Feng (diperankan oleh Chin Han) ternyata menyimpan agenda tertentu. Setelah ibu Feng meninggal karena tak tertangani tenaga medis, ia pun tergerak untuk menyelamatkan anak-anak yang tersisa di kampung halamannya yang miskin itu. Feng menculik Dr. Orantes demi mendapatkan akses vaksin yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup.

Segala sudut pandang dihadirkan di sini. film ini menyatukan seluruh manusia dan berbagai perannya untuk bekerja bersama-sama melawan krisis sebuah pandemi. Mulai dari orang biasa, si kaya dan miskin, pemerintah, ahli kesehatan dan tenaga kesehatan, tak terkecuali media dihadirkan untuk menceritakan kisah menurut versi mereka.

Hingga pada akhir cerita, para ilmuwan berhasil mengembangkan vaksin yang diperlukan untuk menyembuhkan dunia.

Contagion Begitu Relevan

Walaupun diluncurkan tahun 2011 silam, untaian peristiwa yang disajikan "Contagion" kepada pemirsa begitu nyata, seakan menceritakan wabah COVID-19 yang terjadi sekarang ini.

Sang penulis Scott Z. Burns mengaku bahwa ia menyusun cerita tersebut tanpa sadar akan memprediksi wabah Corona sekarang. Awalnya ia menulis cerita Contagion berdasarkan wabah SARS dan flu babi beberapa tahun silam.

"Jika orang-orang menganggap film ini akurat, seharusnya (film ini) membuat kita percaya pada ahli kesehatan yang sekarang mencoba membimbing kita," jelas Burns yang dikutip dari Washington Post.

Jadi, siapkah kita bersabar menahan diri hingga vaksin diterima?
Layaknya tokoh Mitch Emhoff yang tetap mengkarantina diri meski tidak merasakan gejala apa-apa.

*Ditulis oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.


tags: #film #contagion

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI