Salah satu adegan dalam Film Layla Majnun (2021).

Salah satu adegan dalam Film Layla Majnun (2021).

Rekomendasi Lima Film Indonesia Terbaik di Netflix

Sebelas Februari mendatang, film karya sutradara Monty Tiwa ini bakal dirilis secara online di Netflix. Kisah cinta ini terinpirasi dari kisah legendaris asal Arab “Majnun Layla” .

Sabtu, 16 Januari 2021 | 18:25 WIB - Layar
Penulis: - . Editor: Wis

Masa pandemi ini, industri Film tanah air menghadapi tantangan baru untuk tetap melahirkan karya. Mujurnya, sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk menonton Film di rumah saja daripada harus bepergian dan menanggung resiko. Layanan Netflix menjadi salah satu pilihan ekonomis untuk menghibur diri.

Kali ini tim KUASAKATACOM menyajikan tontonan berkelas dan berkualitas karya pembuat Film tanah air. Yuk simak dan saksikan kelima Film berikut!

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017)
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak disutradarai oleh Mouly Surya, dengan menggandeng aktor tanah air Marsha Timothy, Yoga Pratama, Egy Fredly, dan Indra Birowo.

BERITA TERKAIT:
Rekomendasi Lima Film Indonesia Terbaik di Netflix
Film "Generasi 90an Melankolia" Tayang Perdana di Kota Semarang
Film “Ibu, Aku Rindu”, Obat Rindu Dugderan Semarang
Penayangan Film ''KKN Di Desa Penari'' Ditunda
Sinopsis Mariposa yang Tayang Perdana Hari Ini
"Mariposa" dan "Dilan", Sutradara Sama Tapi Beda Rasa

Film ini menyajikan petualangan seorang janda bernama Marlina, dalam empat babak cerita. Baru saja ditinggal mati suaminya, Marlina (diperankan oleh Marsha Timothy) dikunjungi tujuh orang preman yang dipimpin oleh Markus (diperankan oleh Egy Fedly). Ketujuh pria tersebut berniat merampok dan memperkosa Marlina.

Saat malam tiba, para preman meminta Marlina memasakkan hidangan sop ayam untuk makan malam. Marlina pun meracuni sop yang dihidangkan dengan buah beracun agar ia dapat melarikan diri. Empat perompak mati keracunan, dan pimpinan Markus dipenggal Marlina dengan golok. Dua diantaranya berhasil kabur dengan semua hewan ternak Marlina.

Marlina berniat melaporkan perampokan itu kepada pihak yang berwajib agar diadili. Sebagai bukti, penggalan kepala Markus ia tenteng sepanjang perjalanannya ke kantor polisi.

Kisah Marlina mengambil latar Pulau Sumba, Indonesia, dengan teknik pengambilan gambar yang luar biasa. Kekayaan kultur budaya Pulau Sumba disajikan apik dalam nyanyian, alat musik, pakaian tradisional, dan adat istiadat. Jalan cerita yang misterius membuat Film ini wajib hukumnya untuk ditonton penikmat sinema tanah air.

Ave Maryam (2018)
Ave Maryam menceritakan kisah percintaan terlarang seorang suster dan pastor di sebuah gereja Katolik. Karakter Maryam (diperankan oleh Maudy Kusnaedi) lahir di sebuah keluarga muslim dan memulai karirnya sebagai perawat di panti asuhan. Akibat pengaruh orang disekitarnya, Maryam tergerak untuk pindah dan bekerja di Gereja Santa Stainslaus Girisonta di Ambarawa, Jawa Tengah, bersama tujuh suster seniornya. 

Ia diperkenalkan ke lingkungan barunya oleh pastor Martin (diperankan oleh Joko Anwar).

Pada suatu hari Pastor Martin digantikan oleh Pastor Yosef (diperankan oleh Chico Jericho), anak angkat dari suster Monic (diperankan oleh Tuti Kirana). Kedekatan Maryam dengan Yosef mulai terjalin. Mereka berdua memutuskan untuk membina hubungan terlarang itu.

Sampai pada suatu hari, Maryam dan Yosef berlarian di sekitar pantai dan bercumbu mesra. Perbuatan dosanya membuat Maryam mempertanyakan kesetiaan hati sebagai pelayan Tuhan. Rasa bersalah yang mendalam menghantui Maryam hingga ia harus meninggalkan Kota Ambarawa, serta memisahkan diri dari pastor Yosef.

Ave Maryam mengutip kisah nyata cinta terlarang seorang suster dan pastor gereja yang tadinya akan diberi judul "Salt is Leaving the Sea". Bintang Film Maudy Kusnaedi menjadi topik perbincangan Film tanah air berkat penghayatannya sebagai karakter Maryam.

Karya sinema bernuansa agama dan budaya ini mengambil latar estetika Kota Yogyakarya, Ambarawa, dan Semarang. Talenta akting Maudy dan Chico membuat Film ini jadi tontonan dan bahan diskusi yang tak ada habisnya.

Bumi Manusia (2019)
Mengadaptasi buku pertama tetralogi legendaris tanah air karya Pramoedya Ananta Toer, Film Hanung Bramantyo ini rasanya patut masuk dalam daftar ini. 

Bumi Manusia dibintangi oleh aktor muda Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Jerome Kurnia, bersama dengan aktor kawakan tanah air Ine Febriyanti, Ayu Laksmi, dan Donny Asmara.

 

Tokoh utama Minke (diperankan oleh Iqbaal Ramadhan) adalah seorang murid Hogereburgerschool atau HBS, sekolah menengah atas bergengsi untuk anak-anak Belanda dan bangsawan Jawa pada masa itu. Saat pulang sekolah, Minke diajak kawan baiknya Robert Suurhof (diperankan oleh Jerome Kurnia) mengunjungi rumah Boerderij Buitenzorg di Wonokromo, sebuah daerah di Kota Surabaya saat ini.

Di sanalah Minke bertemu dengan Annelies (Mawar Eva de Jongh) dan ibunya Nyai Ontosoroh (Ine Febriyanti). Minke jatuh cinta kepada Annelies pada pandangan pertama.

Film ini berfokus kisah cinta Minke dan Annelies yang manis. Perjuangan emosional Minke memenangkan gadisnya diiringi jerih payah sebagai ‘pribumi’ yang diinjak-injak tirani Belanda. Di sela-sela kejamnya pendudukan koloni yang digambarkan, Film ini tidak melupakan sisi kemanusiaan orang-orang ‘non-pribumi’ yang berbaik hati kepada Minke.

Film ini sempat mengundang kontroversi, karena dianggap mengganggu keaslian cerita dalam novel aslinya. Film ini banyak dikritik penggemar Pramoedya, walau banyak pula pihak yang mengapresiasi keberanian sang pembuat Film untuk menggubah karya adaptasi ini. 

Pokoknya Anda wajib menonton Film yang satu ini!

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020)
Film yang kerap disingkat NKCTHI ini diangkat dari novel bergambar karya Marcella FP dengan judul yang sama. Sang sutradara Angga Dwimas Sasongko sukses membuat penonton menitikkan air mata. Karya adaptasi ini dibintangi oleh Rio Dewanto, Rachel Amanda, dan Sheila Dara Aisha, dengan menjunjung penyanyi naik daun Ardhito Pramono sebagai salah satu pemeran Film.

NKCTHI menceritakan perjalanan seorang gadis bernama Awan (diperankan oleh Rachel Amanda) yang belajar tentang kehidupan nyata, tentang jatuh cinta, patah hati, tumbuh dan mendewasa. Petualangannya dimulai saat Awan bertemu musisi bernama Kale (diperankan oleh Ardhito Pramono).

Beriringan dengan kisah cintanya dengan Kale, Awan belajar tentang arti kasih dari keluarga dari kedua kakaknya, Angkasa (diperankan oleh Rio Dewanto) dan Aurora (diperankan oleh Sheila Dara Aisha). Trauma-trauma masa lalu keluarga Awan perlahan muncul ke permukaan.
Kehangatan keluarga kecil Awan seakan memeluk penonton dengan erat. 

Layla Majnun (2021)
Sebelas Februari mendatang, Film karya sutradara Monty Tiwa ini bakal dirilis secara online di Netflix. Kisah cinta ini terinpirasi dari kisah legendaris asal Arab “Majnun Layla” yang kerap disebut-sebut “Romeo dan Juliet dari Timur”. Film ini diperankan sejumlah aktor berbakat di negeri ini, seperti Acha Septriasa, Reza Rahardian, dan Baim Wong. 

Tokoh Layla (diperankan oleh Acha Septriasa) digambarkan sebagai seorang wanita yang pintar, religius, dan mandiri. Dihadapkan dengan dua pilihan, Layla memutuskan untuk mengejar mimpinya di Azerbaijan dan menunda perjodohannya dengan Ibnu (diperankan oleh Baim Wong).

Saat menjadi dosen di negeri Azerbaijan, Layla bertemu dengan Samir (diperankan oleh Reza Rahardian), seorang pria berkebangsaan Azerbaijan. Namun, rencana perjodohannya dengan Ibnu di kampung halaman menghalanginya.

Pedihnya perjalanan cinta Layla dan Samir bakal menyentuh hari Anda penggemar Film drama romantis. Akting Reza dan Acha dalam Film ini patut diacungi jempol.

Penasaran bukan? Sabar menanti hingga Film ini dirilis ya!

*Tulisan di atas dibuat oleh Forsaria Prastika, reporter magang KUASAKATACOM.
 


tags: #film #netflix #ambarawa #surabaya

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI