Cuplikan adegan Film Ayla: The Daughter of War.

Cuplikan adegan Film Ayla: The Daughter of War.

Kim Eun-ja Kembali Temukan Cinta Pertamanya Setelah Berpisah 60 Tahun Lamanya

Pada momen perpisahan itu, Ayla atau Kim Eun-ja tak bisa membendung air matanya, begitu juga dengan Suleyman Ia selalu menoleh ke arah Ayla.

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:30 WIB - Layar
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

Kim Eun-ja menemukan cinta pertamanya pada sosok tentara Turki bernama Suleyman, Kim Eun-ja ditemukan Suleyman dalam kondisi shock tak mampu mengucapkan kata kata ataupun menyebut namanya. Sehingga Suleyman dan teman temannya sepakat menamakan gadis itu Ayla, yang berarti bulan. 

Suleyman menemukan Kim Eun-ja pada malam hari saat sinar bulan bersinar terang di sebuah desa di Korea Selatan, desa itu porak poranda hampir semua penduduknya tewas karena kekejaman tentara Korea Utara. Hanya satu orang yang selamat dan berhasil ditemukan oleh para tentara Turki yang tergabung dalam misi perdamaian PBB yakni Kim Eun-ja atau Ayla.

Sepenggal kisah tersebut tergambar dalam 15 menit pertama Film Ayla: The Daughter of War, Film yang diputar perdana tahun 2017 tersebut, kini kembali viral di TikTok.

BERITA TERKAIT:
Kim Eun-ja Kembali Temukan Cinta Pertamanya Setelah Berpisah 60 Tahun Lamanya
Karena Tik Tok, Film Ayla: The Daughter of War Menjadi Trending
Rekomendasi Lima Film Indonesia Terbaik di Netflix
Film "Generasi 90an Melankolia" Tayang Perdana di Kota Semarang
Film “Ibu, Aku Rindu”, Obat Rindu Dugderan Semarang
Penayangan Film ''KKN Di Desa Penari'' Ditunda
Sinopsis Mariposa yang Tayang Perdana Hari Ini

Kim Eun-ja mungkin merupakan salah satu orang Korea Selatan yang harus menjalani pedihnya perang saudara, bagaimana tidak di usia 5 tahun, Ia harus kehilangan kedua orang tuanya. Desanya diporak porandakan, dan Ia hanya bisa menangis serta menahan dingin dan lapar di tengah malam.

Beruntung ada serombongan Tentara Turki yang tidak sengaja melewati desa tersebut, mungkin inilah yang dinamakan jodoh dan takdir. Suleyman yang sedari awal diragukan kemampuannya di medan perang karena hanya seorang teknisi, ternyata punya rasa sayang yang melimpah untuk Ayla.

Sejak bersama, Ayla tak ingin berpisah dengan Suleyman. Dimana Suleyman berada dan bertugas pasti disitu ada Ayla.

Kebersamaan Suleyman dan Ayla tercatat lebih dari 12 bulan, dalam Film Ayla: The Daughter of War banyak kasih sayang Suleyman dicurahkan untuk anak angkatnya tersebut. Di lain sisi, Ayla pun terlihat begitu menyayangi Suleyman. Puncak kebahagian mereka berdua tergambar saat melakukan perjalanan wisata ke Jepang, Suleyman beserta kawan karibnya Ali Atay benar benar memperlakukan Ayla bak ratu. 

Sayang kebahagiaan itu tak berlangsung lama, pasca Ali Atay meninggal, Suleyman harus menghadapi kenyataan dirinya harus segera berkemas untuk meninggalkan Korea dan kembali ke Turki. Pikiran Suleyman ketika itu hanya tertuju kepada Ayla, Ia tidak ingin berpisah dengan anaknya itu, demikian juga dengan Ayla. Hingga akhirnya Suleyman memutuskan akan menyelundupkan Ayla ke kapal menggunakan koper besar.

Sayangnya, hal itu gagal. Dan kemudian yang terjadi Suleyman dengan berat hati harus meninggalkan Ayla, namun sebelum berpisah Ia berjanji akan datang lagi ke Korea untuk menemui Ayla. Setiap hari Suleyman berdoa dan mencari cara untuk bisa menemukan kembali Ayla, setiap hari pula Nimet istri Suleyman menjaga asa suaminya.

Mungkin doa doa Suleyman yang selalu Ia kirimkan ke langit agar mampu memenuhi janjinya kepada Ayla, yang membuatnya diberi umur panjang oleh Tuhan. Dan Tuhan bekerja dengan caranya, disaat semua hampir mustahil tiba tiba ada secercah harapan untuk memenuhi janji itu meski setelah 60 tahun berpisah.

Produser Film Ayla: The Daughter of War, Mustafa Uslu, seperti dikutip dari The Hollywood Reporter bercerita bagaimana sosok Suleyman ikut berperan dalam pembuatan Film tersebut. Bahkan, Suleyman menangis melihat hasil Film tersebut.

"Ia terlibat dalam semua aspek, kami mendengar kenangannya, merekam ingatannya dengan memanfaatkan lebih dari 400 foto yang diambilnya selama perang Korea," ucap Mustafa Uslu.

Kim Eun-ja Saat Bertemu dengan Suleyman
Ayla atau Kim Eun-ja, saat ditemukan oleh jurnalis Korea pada 16 April 2010, telah berusia 65 tahun. Pekerjaanya waktu itu adalah seorang tukang bersih-bersih disebuah sekolah.

Pada momen pertemuan Suleyman dan Ayla di sebuah taman di Korea Selatan, terlihat keduanya menumpahkan seluruh rasa rindu mereka. Keduanya lama berpelukan seakan tak ingin melepaskan. Ayla masih ingat sosok pahlawannya, orang yang telah menyelamatkannya dari kelaparan dan kedinginan. 

 

Dalam video video pertemuan asli mereka berdua terlihat Kim Eun-ja sangat menyayangi Suleyman, saat mereka bertemu saling bertukar kado Ayla memberi baba atau ayahnya Suleyman kemeja dan dasi. Karena dalam ingatannya ayahnya dulu gagah serta tampan. Sedangkan Suleyman memberi kado Ayla oleh oleh dari Turki dan yang paling menarik Ia memberi uang dalam Dollar US karena menganggap Ayla masih seorang anak kecilnya.

Jelang perpisahan keduanya, Kim Eun-ja terlihat selalu memijat tangan ayah angkatnya itu, bahkan sesekali Ia juga memijat istri Suleyman, Nimet. Ayla sambil memijat Nimet terus mengucapkan jangan sakit dan terus sehat. Dan sebelum berpisah Nimet selalu menyebut Ayla dengan sebutan putriku.

Pada momen perpisahan itu, Ayla tak bisa membendung air matanya, begitu juga dengan Suleyman Ia selalu menoleh ke arah Ayla.

Kim Eun-ja mengatakan dirinya tidak bisa mengungkapkan perasaannya setelah bertemu dengan Suleyman, ayah angkatnya yang telah lama hilang 60 tahun setelah dirinya diselamatkan. "Setelah reuni, kami tetap berhubungan dan bertukar surat. Saya mengunjunginya beberapa kali," ucap Kim saat itu.

Saat pengambilan gambar Film Ayla: The Daughter of War, Kim Eun-ja terlihat hadir di lokasi syuting bersama Suleyman. Keduanya bahkan sering terlihat mengobrol dengan para aktor Film tersebut. Kim memuji Film itu karena menceritakan kisah cinta, kedamaian, dan masa perang berdasarkan kisah hidupnya sendiri.

Kim Eun-ja mengatakan semua orang Turki telah menjadi keluarganya setelah Sersan Süleyman Dilbirligi membesarkannya selama Perang Korea pada 1950-an. "Tentara Turki yang berpartisipasi dalam Perang Korea semuanya memperhatikan anak yatim dan sangat baik," ucap Kim, menjelaskan cintanya kepada orang-orang Turki seperti dilansir dari dailysabah.com.

Pada tahun 2019 atau dua tahun selepas meninggalnya Suleyman dan Nimet, disela sela kunjungannya dua hari di Korea Selatan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyempatkan diri bertemu dengan Kim Eun-ja di sebuah hotel tempat Erdogan menginap. 

Erdogan dalam pertemuan itu bertanya kepada Ayla kisah yang sebenarnya terjadi. Erdogan pun sangat tersentuh ketika mendengar kisah Ayla dan Suleyman.

Betapa dahsyatnya cerita cinta Suleyman, Nimet dan anak angkat Korea mereka Kim Eun-ja, Film Ayla: The Daughter of War menjadi sangat berasa dan mengharu biru setelah melihat ketiga orang tersebut berbagi kasih secara tulus di kehidupan asli mereka. Meski berbeda suku bangsa dan warna kulit namun kasih mereka benar benar mengetuk pintu langit, mereka pun dipisahkan selama lamanya setelah janji yang terucap ditepati. 

Selamat jalan Suleyman dan Nimet, kasih kalian abadi tidak hanya untuk Ayla atau Kim Eun-ja tapi untuk orang orang yang telah menyaksikan Film Ayla: The Daughter of War.


 


 

 
 


tags: #film #turki #recep tayyip erdogan #korea #ayla: the daughter of war

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI