Mengenal Pergantian Hari dan Jumlah Bulan di Kalender Jawa

Kalender Jawa hanya mengenal pasaran dimana 1 pasaran total ada lima hari.

Minggu, 12 September 2021 | 18:59 WIB - Langkah
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

PERGANTIAN hari pada Kalender Jawa berbeda dengan penanggalan Masehi, pergantian hari di Masehi terjadi tiap pukul 24.00 atau jam 12 malam. Sedangkan pergantian hari penanggalan Jawa berlaku pada waktu petang atau masuk saat Maghrib. Hal ini disebabkan penanggalan Jawa mengacu pada putaran bulan terhadap bumi.

Pergantian waktu Masehi sendiri berdasarkan perputaran bumi terhadap matahari, akibatnya penanggalan Jawa dan Masehi akan selalu berselisih 11 hari setiap tahunnya. Bila jumlah hari pada Masehi dalam setahun total ada 365-366 hari, maka hitungan Jawa dalam setahun ada 354-355 hari.

Dalam penanggalan Jawa jumlah harinya hanya 29 dan 30, untuk Masehi dalam satu bulan jumlah harinya 30 dan 31 namun untuk bulan Februari jumlah hari Masehi hanya 28 hari dan pada tahun kabisat berjumlah 29 hari.

BERITA TERKAIT:
Mengenal Pergantian Hari dan Jumlah Bulan di Kalender Jawa
Kalender Suku Maya Menunjukkan Kiamat Akan Terjadi Minggu Depan

 

Adanya selisih tersebut, membuat penanggalan Jawa dan Masehi berjarak 67 tahun. Sehingga bila penanggalan Masehi 2021 maka penanggalan Jawa saat ini 1955.

Kalender Jawa hanya mengenal pasaran dimana 1 pasaran total ada lima hari yakni (Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon), sedang Kalender Masehi menghitung 1 minggu 7 hari (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu).

Sama seperti Masehi, jumlah Kalender penanggalan Jawa ada 12 bulan. 12 bulan tersebut merupakan nama serapan dari Bahasa Arab yang menyesuaikan dengan lidah Jawa, bulan bulan tersebut yakni Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Dulkangidah, dan Besar.


tags: #kalender #jawa #masehi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI