Foto istimewa.

Foto istimewa.

“No Time To Die”, Menguak Sisi Manusiawi Seorang James Bond

*Joko Santoso

Film yang diputar baru sepekan ini dikabarkan mampu meraih pendapatan 1,6 Trilyun.

Kamis, 07 Oktober 2021 | 18:35 WIB - Layar
Penulis: - . Editor: Wis

FILM TERBARU James Bond berjudul No Time To Die selain menjadi film terakhir aktor Daniel Craig sebagai agen 007 andalan Inggris, juga menjadi film yang menguak sisi manusiawi seorang agen spionase. Di film ini Bond ditampilkan lebih membumi, karena selain beraksi membasmi kejahatan dia juga digambarkan menjadi sosok suami dan ayah yang peduli terhadap nasib keluarganya.

Film yang mulai tayang di bioskop tanah air mulai 30 September merupakan film kelima Daniel Craig berperan sebagai James Bond. Sebelumnya aktor Inggris tersebut juga berperan serupa di film Casino Royale (2006), Quantum of Solace (2008), Skyfall (2012) dan Spectre (2015).  

No Time To Die juga masih berkaitan dengan Spectre. Namun penonton yang belum menyaksikan Spectre tak perlu khawatir, karena saat menonton No Time To Die mereka tetap bisa mengikuti alurnya dengan mudah.

BERITA TERKAIT:
“No Time To Die”, Menguak Sisi Manusiawi Seorang James Bond

Dalam film ini, Bond diceritakan sudah pensiun dari pekerjaannya sebagai mata-mata. Dia lebih banyak menghabiskan hari-harinya bersama kekasihnya, Madeliene Swan yang diperankan aktris Prancis Lea Seydoux, di Jamaica. Keduanya juga sempat berlibur ke Italia. Namun ketenangan Bond terusik, dia harus berpisah dengan sang kekasih untuk kembali ke profesinya. Dari sini rasa penasaran penonton muncul untuk mengikuti terus alur filmnya.

Bermula dari ajakan teman lamanya seorang agen CIA Felix Leiter (Jeffrey Wright) untuk membantu menemukan ilmuwan asal Valdo Obruchev, pembuat senjata biologis yang mengancam kehidupan umat manusia, Bond kembali terlibat di aksi spionase. Bond semakin bersemangat menjalankan misinya kembali karena apa yang terjadi juga berkaitan dengan Spectre yang tak lain adalah musuh lamanya.

 

Ternyata pembuatan senjata biologis yang dilakukan oleh Obruchev didalangi oleh penjahat psikopat dan memiliki dendam masa lalu bernama Safin. Aktor Rami Malek memerankan Safin dengan sangat dingin dan sadis. Dari sini juga terkuak ternyata Safin juga memiliki dendam terhadap kekasih Bond, Madeliene. Balutan cerita berlanjut dengan konflik segitiga antara Bond, Safin dan Madeliene yang membuat penonton harus benar benar serius menonton film ini.

Seperti layaknya film Bond lainnya, film berdurasi 2 jam 45 menit ini juga dipenuhi dengan adegan tembak-tembakan serta kebut kebutan dengan menggunakan mobil dan senjata canggih. Penonton juga akan dimanjakan dengan pemandangan indah nan menakjubkan di film besutan sutradara Cary Joci Fukunaga.

Film ke 25 tentang James Bond ini mengambil lokasi syuting di enam negara dengan panorama elok. Masing-masing Kota Gua Batu Italia, Port Antonio Jamaica, danau beku Norwegia, Kalsoy Kepulauan Farou, Cairngorms Skotlandia dan London. Desing peluru, kejar kejaran dengan mobil dan sepeda motor terlihat megah dan elok di lokasi yang membuat mata menjadi takjub itu.

Film yang diputar baru sepekan ini dikabarkan mampu meraih pendapatan 1,6 Trilyun. Diprediksi No Time To Die akan mampu menembus box office dan menjadi film Bond dengan pendapatan tertinggi. Film ini juga meninggalkan pertanyaan di benak penonton bagaimana kelanjutan cerita James Bond. Apakah akan masih ada film sekuel selanjutnya, termasuk siapa yang akan menggantikan Craig menjadi agen 007 yang filmnya diilhami dari novel karya Ian Fleming tersebut. 


*Penulis adalah wartawan dan penonton film


tags: #james bond #inggris #daniel craig

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI