10 Fakta Mengapa Bahasa Indonesia Layak Menjadi Bahasa Resmi ASEAN (Foto: istimewa)

10 Fakta Mengapa Bahasa Indonesia Layak Menjadi Bahasa Resmi ASEAN (Foto: istimewa)

10 Fakta Mengapa Bahasa Indonesia Layak Menjadi Bahasa Resmi ASEAN

Bahasa Indonesia memiliki kosakata yang lebih banyak dibandingkan kosakata bahasa Melayu.

Sabtu, 07 Mei 2022 | 14:27 WIB - Langkah
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

BEBERAPA waktu lalu, Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Ismail Sabri Yaakop berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya itu, sang Perdana Menteri juga mengajukan  bahasa Melayu sebagai bahasa perantara antara kedua kepala negara serta sebagai bahasa resmi ASEAN.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyatakan bahwa pengajuan tersebut perlu dikaji ulang dan dibahas lebih lanjut, terlebih menyangkut ASEAN.

BERITA TERKAIT:
10 Fakta Mengapa Bahasa Indonesia Layak Menjadi Bahasa Resmi ASEAN
Format RPP Disederhanakan, Nadiem; Guru harus Merdeka Berkreasi
Trending! Warga Malaysia 'Serang' Indonesia di Twitter Terkait Penolakan Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Resmi ASEAN
Indonesia Beruntung Punya Mendikbudristek Paham Teknologi
Rektor Unnes Tekankan Pentingnya Kompetensi Kolaborasi

“Saya sebagai Mendikbud Ristek, tentu menolak usulan tersebut. Namun, karena ada keinginan negara sahabat kita mengajukan bahasa Melayu sebagai bahasa resmi ASEAN, tentu keinginan tersebut perlu dikaji dan dibahas lebih lanjut di tataran regional,” jelas Nadiem seperti dikutip dari situs Kemendikbud Ristek. 

Hal ini juga sejalan dengan salah satu fungsi Kemendikbud Ristek lembaga pemerintah yang menjalankan amanat undang-undang untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia serta meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.

Menteri Nadim menambahkan, Bahasa Indonesia lebih layak untuk dikedepankan dengan mempertimbangkan keunggulan historis, hukum, dan linguistik. Layaknya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ASEAN tentu diperkuat juga dengan berbagai fakta. 

Berikut 10 fakta mengapa bahasa Indoensia lebih layak menjadi abahsa resmi ASEAN dibanding bahasa Melayu yang dirangkum dari Instagram Badan Bahasa Kemendikbud Ristek.

1. Bahasa nasional dan bahasa negara adalah Bahasa Indonesia, bahasa Melayu adalah bahasa daerah 

2. Sudah dikembangkan menjadi bahasa ilmu dan teknologi, namun bahasa Melayu tidak 

 

3. Bahasa Indonesia memiliki kosakata yang lebih banyak dibandingkan kosakata bahasa Melayu 

4. Bahasa Indonesia telah disiapkan menjadi bahasa internasional, sesuai dengan amanat UU No. 24 Tahun 2009 

5. Penutur Bahasa Indonesia berjumlha 269.000.000 penutur yang dimana jauh lebih banyak dibandingkan penutur bahasa Melayu, baik di dalam maupun di luar negeri 

6. Bahasa Indonesia telah dipelajari di 47 negara 

7. Ada sebanyak 428 lembaga penyelenggara Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) 

8. Pembelajar BIPA berjumlah 142.484 orang, tersebar di wilayah Amerika, Asia Tenggara, Asia Pasifik dan Afrika 

9. Bahasa Indonesia diperkaya oleh ratusan bahasa daerah yang tersebar di seluruh tanah air 

10. Tingkat kesalingpahaman atau mutual intelligibility Bahasa Indonesia jauh lebih tinggi dibandingkan bahasa Melayu

Selain ke sepuluh fakta di atas, Bahasa Indonesia juga dijadikan sebagai mata kuliah di beberapa universitas kelas dunia seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Australia, serta di beberapa perguruan tinggi terkemuka di Asia. Dengan fakta-fakta inilah Bahasa Indonesia memang layak menjadi bahasa resmi ASEAN.


tags: #nadiem makarim #asia tenggara #asean #bahasa indonesia #bahasa melayu

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI