Rumah Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari Jadi Makin Angker, Pemilik Berniat Jual 

"Mbah Ngadiyo itu juga meninggal usai syuting film tersebut."

Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:33 WIB - Layar
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

SELESAI syuting film KKN di Desa Penari pemilik enggan menempati rumah tersebut kembali. rumah di Dusun Ngluweng, Kelurahan Ngleri Kapanewon Playen Gunungkidul tersebut menurut pemiliknya, semakin seram setelah digunakan untuk lokasi syuting. 

Subardo (51) salah satu pemeran hantu dan juga bertugas menjadi Linmas selama syuting berlangsung menceritakan sebenarnya ada 6 rumah yang ia tawarkan untuk lokasi syuting. Namun pihak produser hanya menghendaki empat rumah

BERITA TERKAIT:
Film Elvis: Perjalanan Karier Sang Legenda Rock n' Roll 
Film Lightyear Dikabarkan Tak Tayang di 14 Negara Ini, Indonesia Termasuk?
Kisah Generasi Ketiga Naga Bonar: Usaha Sang Kakek Lecut Semangat Belajar Cucunya
Lima Film Hollywood dengan Adegan Wikwik Paling Bikin Keringetan 
Film Lightyear: Misi Penemuan Planet Baru dan Perlawanan Terhadap Robot Jahat 

"Salah satunya adalah rumah milik Ngadiyo, rumah yang dijadikan rumah utama pelaksanaan syuting film tersebut," ujar dia. 

rumah Ngadiyo lokasinya memang berada di pinggiran. rumah tersebut dipilih menjadi pusat atau rumah utama syuting film KKN di Desa Penari beberapa waktu yang lalu karena letaknya yang cukup terpencil.

rumah tersebut sebagian berdinding bambu dan kayu ini berada di bawah rimbunan pohon bambu dan memiliki aura mistis tinggi. Bahkan warga sekitar menganggapnya sebagai rumah angker sehingga wajar jika digunakan untuk lokasi film horor.

Beberapa adegan yang diambil di rumah tersebut di antaranya adalah ketika Bima dan Ayu meregang nyawa di atas tempat pembaringan. 

Adegan lain yang menegangkan diambil di rumah tersebut adalah ketika Bayu melempar bungkusan kepala monyet yang berlumuran darah. 

 

Sudah lama rumah tersebut berkesan seram. Bahkan usai syuting film tersebut selesai dilakukan, pemilikpun enggan untuk menempati rumah tersebut.

Mereka mengaku takut untuk tinggal di rumah yang konon bertambah seram usai syuting film ini. 

"Mbah Ngadiyo itu juga meninggal usai syuting film tersebut. Tetapi bukan karena syuting, beliau sudah sakit cukup lama,"ujarnya. 

Kini rumah tersebut dibiarkan kosong oleh pemiliknya karena istri Mbah Ngadiyo enggan tinggal di rumah tersebut dan memilih bersama dengan anaknya. 

Di samping itu anak-anaknya beserta cucu Mbah Ngadiyo juga enggan tinggal di rumah tersebut karena takut.

Karena menjadi sentra syuting film KKN di Desa Penari maka pemilik rumah memasang tarif sewa cukup tinggi. 

"Dari uang sewa tersebut pemilik rumah ternyata mampu membeli sebidang tanah di tempat lain," ujarya. Pemilik juga berniat menjual rumah tersebut dengan harga RP60 juta. 


 


tags: #film #rumah #angker #kkn di desa penari

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI