Sederet Tempat Pengasingan Soekarno Beserta Sejarah di Baliknya
Siapa sangka, pengasingan ini menjadi tempat berseminya cinta Bung Karno dengan Fatmawati.
Senin, 06 Juni 2022 | 12:25 WIB - Langkah
Penulis:
. Editor: Wis
Soekarno atau yang biasa disapa Bung Karno merupakan Presiden pertama di Indonesia. Semasa hidupnya, ia beberapa kali diasingkan ke sejumlah tempat di Indonesia.
Sebagai salah satu pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan RI, Bung Karno harus rela diasingkan ke sejumlah tempat oleh Belanda agar ia tak bisa bebas bergerak melawan pemerintah.
BERITA TERKAIT:
Gelar Soekarno Run Runniversary 2025, PDI Perjuangan Hadirkan “KPK”
Sejarah Hari Lahir Pancasila, dari BPUPKI Hingga PPKI
Kisah Cinta Gusti Nurul Pilih Nikah dengan Perwira Biasa usai Tolak Sejumlah Tokoh Besar RI
Sosok Gusti Nurul, Putri Keraton yang Tolak Cinta Sejumlah Petinggi RI Termasuk Soekarno
Hari Ini dalam Sejarah: 58 Tahun Lalu, Malam Ini Cakrabirawa Incar Para Jenderal AD Hidup atau Mati
Lantas, di mana saja Bapak Prokalamator itu diasingkan? Berikut sejumlah tempat pengasingan Bung Karno pada masa penjajahan.
1. Lapas Banceuy
Pada 29 Desember 1929, Sukarno bersama 3 rekan dari Partai Nasionalis Indonesia (PNI), yakni Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja ditangkap di Yogyakarta. Ia kemudian dijebloskan ke penjara Banceuy selama lebih kurang 8 bulan.
Untuk membela dirinya, Sukarno menyusun pledoi yang sangat terkenal dengan judul Indonesia Menggugat. Pledoi ini dibacakan di sidang pengadilan yang digelar di Gedung Landraad -kini menjadi Gedung Indonesia Menggugat- di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja) Bandung, setelah sebelumnya sempat menjadi kantor Badan Metrologi.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy sendiri dibangun oleh arsitek Belanda pada 1877. Lapas ini terletak di Jalan Banceuy No. 8 Kota Bandung. Penjara Banceuy yang dibangun Pemerintah Belanda ini awalnya untuk tahanan politik tingkat rendah dan kriminal.
Di penjara ini ada 2 macam sel, yaitu sel untuk tahanan politik di lantai atas dan sel untuk tahanan rakyat jelata di lantai bawah. Sukarno pernah mendekam di penjara ini. Ia menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter dan berisi kasur lipat juga toilet nonpermanen.
2. Lapas Sukamiskin
Di penjara seluas lebih dari dua hektare ini, Sukarno menjalani hukuman di salah satu sel dari 552 sel Penjara Sukamiskin sejak Desember 1930. Bung Karno kala itu ditahan karena memiliki konflik politik, di mana dia bertentangan dengan penguasa Belanda.
Kini, sel penjara yang pernah ditempati Bung Karno tersebut menjadi sebuah museum dan diberi tulisan “Bekas Kamar Bung Karno”. Lapas ini juga menjadi saksi lahirnya sebuah karya buku berjudul “Indonesia Menggugat” yang ditulis oleh Bung Karno.
Lapas Sukamiskin dibangun pada 1918. Lapas ini mulai difungsikan pada 1924 sebagai tempat hukuman bagi kaum intelektual yang dianggap melakukan kejahatan politik, karena bertentangan dengan Penguasa Belanda dengan nama “STRAFT GEVANGENIS VOOR INTELECTUELEN”. Lapas ini berlokasi di Jalan AH Nasution, nomor 114 Bandung.
3. Kota Ende
tempat pengasingan Bung Karno berikutnya adalah Kota Ende, yang terletak di pesisir selatan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat ini dulu dikenal sepi dan sunyi.
Bung Karno diasingkan sebagai tahanan politik bersama keluarga kecilnya ke Kota Ende selama empat tahun, yakni pada 14 Januari 1934 hingga 18 Oktober 1938. Dia ditangkap oleh Pemerintah Belanda karena bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo).
Terbiasa berada di lingkungan yang ramai dan berinteraksi dengan banyak orang, membuat Sukarno frustasi karena harus diasingkan di tempat yang sunyi. Selama menjalani pengasingan, Sukarno diawasi super ketat oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Meski dilanda rasa frustrasi, Sukarno tidak pernah menyerah. Dia bangkit dan mulai menjalin komunikasi dengan warga sekitar. Semua kalangan diajaknya berkomunikasi, termasuk dari berbagai agama. Selain itu, Sukarno juga banyak menghabiskan waktu untuk membaca dan berdialog dengan banyak misionaris.
4. Bengkulu
Setelah empat tahun mendekam di rumah pengasingan di Ende, Sukarno dipindahkan ke rumah pengasingan di Bengkulu. Sukarno menempati rumah pengasingan di Bengkulu pada 1938 hingga 1942.
Siapa sangka, pengasingan ini menjadi tempat berseminya cinta Bung Karno dengan Fatmawati. Di sana jugalah, Sukarno mempersunting Fatmawati menjadi istri yang memberinya lima orang anak.
Rumah pengasingan di Bengkulu memiliki satu ruang kerja yang terletak di bagian depan, satu ruang tamu, dan dua kamar tidur keluarga. Rumah pengasingan tersebut berada di jantung kota Bengkulu. Rumah pengasingan di Bengkulu ini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikenal masyarakat.
5. Berastagi
Berastagi juga menjadi tempat pengasingan Sukarno selanjutnya. Berastagi terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Pada 1948, Berastagi menjadi tempat pengasingan Sukarno saat Belanda melakukan Agresi Militer II.
Tidak hanya Sukarno, Sutan Sjahrir, dan Haji Agus Salim juga turut diasingkan bersama Sukarno. Tetapi mereka hanya diasingkan 12 hari. Dengan alasan keamanan, ketiganya dipindahkan ke pinggir Danau Toba.
6. Pulau Bangka
Setelah Berastagi, tempat pengasingan Sukarno selanjurnya adalah Pulau Bangka, yaitu di Kota Muntok atau Mentok. Sukarno dipindahkan ke Bangka pada 1949. Ia pun menyusul jejak Hatta (Wakil Presiden Pertama Indonesia) yang lebih dulu diasingkan di kota ini.
Keduanya ditempatkan di sebuah wisma di Bukit Menumbing. Mobil Ford berpelat BN 10 menjadi salah satu peninggalan Hatta yang masih dikenang hingga sekarang.
7. Boven Digoel
Lokasi selanjutnya adalah rumah pengasingan Boven Digoel. Boven Digoel adalah penjara alam yang didirikan Pemerintah Hindia Belanda di Papua. Kondisinya cukup miris. Lokasi Boven Digoel paling terpencil, sehingga kecil kemungkinan bisa kabur dari tempat tersebut.
Selain itu, para tahanan yang ada di Boven Digoel juga terancam penyakit malaria yang kapan saja bisa merenggut dan menyerang mereka. tempat pengasingan ini menjadi salah satu lokasi yang paling ditakuti para pejuang.
Meski begitu, kabar Sukarno yang diasingkan di Boven Digoel sempat dikatakan tidak benar. Sehingga belum dapat dipastikan apakah benar Sukarno ikut diasingkan ke tempat ini. Selain Sukarno, Hatta dan Sutan Sjahrir juga pernah diasingkan di tempat ini.
Itulah sejumlah tempat pengasingan Bung Karno beserta sejarah di balik pengasingan tersebut.
tags: #soekarno #bung karno #tempat pengasingan #ende #bengkulu
Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Seorang Pemancing Terseret Ombak di Pantai Lengkong Mertasinga Cilacap
13 Desember 2025
Jelang Nataru, Polda Jateng Antisipasi Kerawanan Bencana Hidrometeorologi di Solo Raya
13 Desember 2025
Jelang Liga 4, Polda Jateng Lakukan Risk Assessment Stadion Gelora Pancasila Wonosobo
13 Desember 2025
Kabar Bahagia! Undip Bebaskan UKT untuk Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
13 Desember 2025
PSIS Datangkan Wawan Febrianto dan Ocvian Chanigio
13 Desember 2025
KAI Daop 5 Sampaikan Maaf atas Keterlambatan KA Kertanegara Relasi Purwokerto–Malang
13 Desember 2025
Kemensos Masih Operasikan Dapur Umum dan Kirim Tagana untuk Layani Korban Bencana
13 Desember 2025
Jelang Nataru, Wali Kota Semarang Agustina Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Terkendali
13 Desember 2025
Tinjau Dapur SPPG, Wabup Sragen Tegaskan Komitmen Transparansi Program MBG
13 Desember 2025
Pemkab Klaten Raih Penghargaan “Kabupaten Sangat Inovatif” di IGA Award 2025
13 Desember 2025
Pemkab Sragen Dorong Pelajar Sragen Kian Melek Finansial
13 Desember 2025

