Tanggapan Pesulap Merah Soal Dipolisikan Gus Samsudin: Dukun Tidak Bisa Dipercaya 

Usai pemeriksaan selama 6 jam itu Samsudin mengaku akan kembali melaporkan Pesulap Merah ke polisi.

Senin, 15 Agustus 2022 | 15:14 WIB - Pentas
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

PERSETERUAN antara Pesulap merah alias Marchel Radhival  dan Gus Samsudin Jadab masih terus bergulir. Bahkan, persoalan tersebut kini dibawa ke ranah hukum.

Pada Jumat (12/8) lalu, Samsudin telah diperiksa terkait laporannya terhadap Pesulap merah soal dugaan pencemaran nama baik hingga ujaran kebencian.

BERITA TERKAIT:
Makin Panas! Habib Jindan Tantang Pesulap Merah Adu Tembak
Tak Hanya Laporkan Pesulap Merah, Asosiasi Dukun Juga Polisikan Gus Samsuddin soal Mal Praktik Perdukunan
Fatwa Majelis Ulama Indonesia Soal Perdukunan
Tanggapan Pesulap Merah Soal Dipolisikan Gus Samsudin: Dukun Tidak Bisa Dipercaya 
Pesulap Merah Nekat Datangi Padepokan Gus Samjudin, Sebut Ingin Buktikan Trik Pengobatan Palsu

Usai pemeriksaan selama 6 jam itu Samsudin mengaku akan kembali melaporkan Pesulap merah ke polisi. Rencananya, laporan itu akan dilayangkan ke Polres Blitar terkait dengan tuduhan kerusuhan dan perusakan di Padepokan Nur Dzat Sejati di Blitar Jawa Timur.

"Kami tidak hanya melaporkan di Polda Jatim tapi juga di Polres Blitar, bukan hanya tentang pencemaran nama baik, tapi juga tentang kerusuhan dan juga perusakan yang diakibatkan oleh kedatangan dari Bang Marcel," kata Samsudin di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jumat (12/8).

Disampaikan Samsudin, saat ini kuasa hukumnya tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk melaporkan Pesulap merah.

Sementara itu, kuasa hukum Samsudin, Priarno menuturkan laporan ini berdasar pada tiga hal yang dilakukan oleh Pesulap merah.

Pertama adalah tudingan Pesulap merah kepada kliennya tentang pengobatan yang memakai trik sulap dan penipuan. Kedua, kedatangan Pesulap merah ke Padepokan pada 20 Juli sekitar pukul 15.00 WIB. Kedatangan itu disebut tanpa koordinasi, tanpa perjanjian hingga sopan santun.

 

Akibat kedatangan Pesulap merah itu, kata Priarno ada peralatan elektronik pemerintah desa sekitar yang diretas. Selain itu, beberapa hari kemudian padepokan pun digeruduk sejumlah massa yang melakukan pengerusakan.

Menurut Priarno, sekelompok massa itu telah terpengaruh oleh pernyataan-pernyataan Pesulap merah. Hal itulah yang kemudian mendasari pihaknya mempolisikan Pesulap merah.

"Opininya tergiring oleh terlapor, tergiring oleh perbuatan terlapor yang sedemikian pencemarannya, penyerangan terhadap harkat martabatnya Gus Samsudin, akhirnya opininya seperti itu, dampaknya seperti itu," ujarnya.

Pesulap merah juga dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan oleh dukun-indonesia'>Persatuan dukun Indonesia pada Rabu (10/8) lalu

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Yandri Irsan mengatakan laporan tersebut diajukan oleh perwakilan dukun-indonesia'>Persatuan dukun Indonesia yang bernama Agustiar.

"Ada satu, mengatasnamakan dia sebagai yang mewakili dukun-indonesia'>Persatuan dukun Indonesia. Melaporkan terkait postingan di media sosial di Youtube, di Instagram, yang menyudutkan dukun-dukun," ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (13/8).

Menanggapi laporan tersbeut, Pesulap merah pasang sikap santai. Dirinya menganggap jika laporan yang dilayangkan para dukun itu hanya akan membuktikan ketidakmampuan para dukun menggunakan ilmu.

"Kalau tanggapan saya kenapa dilaporin, mungkin Allah Azza Wa Jalla ingin memperlihatkan kalau dukun itu tidak bisa dipercaya. Buktinya dukun kalau bermasalah (datang) ke polisi, bukan main dukun ya, Allah mau memperlihatkan itu," kata Marcel Radhival.

"Mereka kalau nggak salah saya baca, mereka melaporkan itu karena ngakunya jobnya sepi. Nah ini kan membuktikan bahwa dukun nggak ada tuh bisa penglaris, pesugihan. Kalau dukun bisa penglaris, kenapa mereka koar-koar ketika jobnya sepi? Pakai aja penglaris harusnya, ya kan? Kalau memang ada ilmu penglaris beneran," sambungnya.


tags: #pesulap merah #gus samsudin #persatuan dukun indonesia #dukun

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI