Para pemain film Losmen Melati ketika acara nonton bareng di Cinepolis Java Mall, Minggu (19/3). (Hani/Kuasakata.com)

Para pemain film Losmen Melati ketika acara nonton bareng di Cinepolis Java Mall, Minggu (19/3). (Hani/Kuasakata.com)

Review Film Losmen Melati: Seperti Diundang ke Penginapan Mengerikan namun dengan Senang Hati Mendatanginya 

Melakukan praktek perdukunan yang kemudian berujung pada tulah. Bukankah hal semacam ini masih relate di kehidupan yang sudah se-modern ini?

Senin, 20 Maret 2023 | 18:27 WIB - Layar
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

Awal tahun 2023 penikmat Film tanah air banyak disuguhi Film bergenre horor. Yang terbaru misalnya Losmen Melati.

Menyaksikannya seperti dipersilakan untuk berkunjung ke sebuah penginapan, namun kita akan dengan senang hati memenuhinya. Padahal dari luar saja penginapan itu sudah tampak mengancam. Tapi bagaimana bisa menolak ajakan minum teh di ruang tamu bersama wanita cantik nan misterius seperti Madam Melati? 

BERITA TERKAIT:
Sinopsis Film "Ipar Adalah Maut", Diangkat dari Kisah Nyata Perselingkuhan Suami dan Adik Ipar
Film "Dua Hati Biru", Angga dan Nurra Akui Sulitnya Adegan Pertengkaran Rumah Tangga serta Peran Ibu
Usai Bongkar Kasus Video Porno Lintas Negara, Polisi Imbau Orangtua Awasi Anak saat Main Handphone
Pasutri Gaje Bakal Tayang di Bioskop Bulan Februari 2024, Berikut Fakta-fakta Menariknya
5 Rekomendasi Film Tema Natal yang Cocok Ditonton Bareng Teman dan Keluarga

Big applause untuk Alexandra Gottardo yang memainkan Madam Melati dengan apik. Karakternya unik: sassy, misterius, bold, nyesapnya rokok klobot. 

Saya yakin butuh adaptasi yang tidak mudah bagi Alex untuk membiasakan diri menjadi perokok. Namun hasilnya luar biasa, Alex tampak sangat luwes dan kelewat sassy dengan pelengkap rokok di tangan dan asap dari mulutnya. 

Losmen Melati bukan Film horor soal hantu balas dendam kok! Film ini bisa dibilang dekat dengan kita. Soal orang-orang yang tidak bahagia, tidak puas dengan kehidupannya lalu pergi ke dukun. 

Melakukan praktek perdukunan yang kemudian berujung pada tulah. Bukankah hal semacam ini masih relate di kehidupan yang sudah se-modern ini?

 

Dalam sebuah adegan monolognya, Madam Melati pun sebenarnya enggan dengan jalan hidupnya. Dirinya dikutuk yang mana kutukan tersebut diwariskan oleh ibunya, namun ia mencoba menerima takdir karena sudah begitu jalannya. 

Ada jump scare di beberapa adegan sehingga bisa cukup menuntaskan dahaga penonton yang menyukai hentakan dan kejutan.

Tapi itu tidak penting, karena kekuatan Film ini bukan pada jump scare namun lebih ke kekuatan alur ceritanya. Sedikit thriller, menegangkan, agak memasukan unsur psikologis. 

Agaknya Film ini memang untuk Alexandra Gottardo. Meski semua cast tampil apik namun Madam Melati tetap yang paling mencuri. 

Sebagai penggemar yang menyukai aktingnya di Mendadak Dangdut, Mengejar Mas Mas, hingga Tetangga Masa Gitu, saya agak kecewa karena Dwi Sasono hanya dapat sedikit porsi di Film ini. 

Tapi agak lega saya, karena di sesi wawancara Dwi menyebut bahwa ini baru permulaan. Losmen Melati diproduksi untuk ada sekuel nantinya. Aksi Dwi Sasono akan lebih menonjol di sekuel keduanya. 

Baiklah, saya tunggu saja, sambil minum teh dengan Madam Melati di ruang tamunya. 


 

***

tags: #film #horor #losmen melati #alexandra gottardo #dwi sasono

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI