Suka Cokelat? Mending Kerja Jadi Chocolatier, Bisa Makan dan Dibayar!

"Chocolatier harus tahu proses cokelat dari petani, kemudian fermentasi hingga roasting sampai menjadi cokelat bar.

Minggu, 16 Juli 2023 | 11:57 WIB - Gaya
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

Di dunia ini ternyata ada profesi yang sangat cocok untuk penyuka cokelat, yaitu chocolatier. Tugasnya adalah menjadi penguji cokelat sebelum akhirnya diuji massal. 

Ini mirip seperti di film "Charlie and Chocolate Factory". Nyatanya profesi ini masih jarang di Indonesia. 

BERITA TERKAIT:
Nyoblos di TPS Ini, Pemilih akan Dapat Hadiah Cokelat
Suka Cokelat? Mending Kerja Jadi Chocolatier, Bisa Makan dan Dibayar!
Cokelat 121 Tahun di Inggris akan Dilelang, Harganya Fantastis 
Hari Valentine, Satlantas Polresta Banyumas Bagikan Helm dan Cokelat ke Pengendara
Hari Kasih Sayang, Polres Sukoharjo Bagikan Cokelat dan Bunga ke Pengendara Tertib

Salah seorang pemilik usaha brand cokelat oleh-oleh bernama "nDalem" dari Yogyakarta, Meika Hazim menyatakan profesi ini jarang karena menuntut pengetahuan yang luas, dan tidak mudah. 

"cokelat maker atau chocolatier di Indonesia itu baru beberapa saja, yang berwujud perusahaan cokelat ya itu cuma beberapa," ujar Meika.

Hal yang sama juga terjadi pada profesi chocolate maker. Menurut Meika, hanya beberapa saja yang masuk dalam kategori ini. Setidaknya ada beberapa perusahaan yang punya sendiri profesi chocolate maker.

Menurutnya yang membedakan seorang chocolatier dan chocolate maker adalah dari proses pembuatan cokelat. chocolatier itu membuat produk cokelat dari setengah jadi dan berkreasi dengan seninya. Sementara seorang chocolate maker itu membuat cokelat sejak masih dalam keadaan biji.

 

"Itu istilah dari Belgia, jadi orang yang buat cokelat dari biji sampai jadi itu gak mau dibilang chocolatier, mereka maunya chocolate maker, istilah mereka aja sih. Chocolate maker dari Indoensia sendiri hanya ada dua, Jogja sama Jakarta," ungkap Meika.

Sementara itu Louis Tanuhadi, salah satu chocolatier ternama Indonesia mengatakan chocolatier adalah seorang yang menguasai cokelat dari produksi mengolah biji kakao sampai menjadi produk cokelat. Namun bahan yang digunakan haruslah cokelat asli dari biji kakao bukan cokelat compound yang dibuat dari vegetable fat.

"chocolatier harus tahu proses cokelat dari petani, kemudian fermentasi hingga roasting sampai menjadi cokelat bar. Bahkan selain itu chocolatier harus bisa mengolah cokelat untuk menjadi berbagai produk cokelat seperti praline, bon bon, cake dan lainnya yang berhubungan dengan cokelat," papar Louis.

Ia melanjutkan bahwa mengolah cokelat asli tidak mudah, dengan tingkatan jenis kristal yang perlu mengalami proses tempering untuk mengubahnya jadi kristal beta 6 hingga cokelat bisa menjadi keras untuk dibentuk. Dibutuhkan keahlian khusus dari chocolatier dalam hal tempering untuk memastikan lama proses, komposisi dan suhu seperti apa yang dibutuhkan.

Hal inilah yang membuat chocolatier jadi profesi bergengsi dan seseorang tidak bisa disebut chocolatier jika yang diolahnya hanya cokelat compound yang mudah keras ketika dilumerkan dan dibentuk kembali. "Ini butuh skill bertahun-tahun untuk bisa terampil melakukan ini," tambah Louis. 

Ia menceritakan bahwa metode pembuatan cokelat dari biji kakao sendiri datang dari bangsa Eropa, meskipun tanaman kakao sendiri di dapat dari Amerika Latin maupun Afrika dan Asia. Kini seiring waktu cokelat berkembang dengan tampilan warna dan dihias dengan cantik membuat seorang chocolatier harus terus belajar.

Soal gaji jangan ditanya, di luar negeri seorang chocolatier bisa dibayar mulai dari US$ 25.000 per tahun atau Rp 359 jutaan per tahun.
 

***

tags: #cokelat #chocolatier #profesi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI