Fitria Satiari, owner Pentol Dahsyat

Fitria Satiari, owner Pentol Dahsyat

Fitria Satiari: Bekerja Sedikit, Hasilkan Banyak

Menjadi pengusaha juga membuat Tia mendapat keuntungan non uang.

Jumat, 18 September 2020 | 10:07 WIB - Sosok
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Mengapa memutuskan jadi ibu rumah tangga padahal bergelar magister? Pertanyaan yang seringkali diterima oleh ibu rumah tangga bergelar magister. Tak ada salahnya mengambil keputusan ini. Nyatanya, banyak perempuan yang memilih berhenti dari pekerjaannya usai menikah. Atau langsung menikah dan fokus merawat keluarga setelah lulus kuliah. Seperti yang dilakukan oleh Fitria Satiari, lulusan S2 Magister Manajeman Universitas Diponegoro.

Pengalamannya di lingkungan kampus membuatnya belajar banyak hal. Gelarnya tak akan sia-sia. Ia menilai seorang ibu harus pintar agar dapat mendidik anak dengan tepat. Ibu dua anak ini berprinsip tak akan memaksakan kehendak terhadap buah hatinya.

"Kasih kebebasan, tapi pada batas tertentu. Jadi anak juga bisa mengeksplor dirinya sendiri," ujar perempuan berusia 35 tahun ini.

Ibu dari Aura Rahmadani dan Aira Rahmadani ini ingin keturunannya dapat memahami diri sendiri dan mandiri. Walaupun ia mengakui sampai sekarang masih merasa kurang sempurna dalam mendidik anak. "Tapi selalu berusaha yg terbaik aja," imbuhnya.

Usaha Pentol Dahsyat

Menjadi ibu rumah tangga, walaupun ia juga membantu bisnis keluarga, justru membuat istri dari Rano Untung Satriawan ini kreatif dan memutuskan berwirausaha. Di tahun 2017, ia merintis usaha jajanan yang diberi nama Pentol Dahsyat.

Bukan tanpa alasan perempuan yang hobi makan dan travelling ini memilih pentol. Makanan khas Surabaya ini belum banyak dikreasikan di Semarang. "Pembuatan sangat mudah dan bahan baku mudah dicari," tukasnya.

Perempuan yang akrab disapa Tia ini mengaku pertama kali mengetahui pentol dari papa mertuanya di Surabaya.

Keluarga Selalu Mendukung

Gagal di awal tak masalah. Asal tetap berusaha meraih tujuan. Kalimat yang barangkali dapat menggambarkan semangat perempuan kelahiran 13 Oktober 1984 ini.

Merintis usaha Pentol Dahsyat tidaklah mudah. Tia butuh waktu satu tahun untuk memapankan bisnisnya. Pasalnya, banyak variasi rasa yang diinginkan untuk pentolnya.

Bahkan hal tersebut pernah membuatnya down. Namun ia berkata, pasti ada kendala yang dialami seorang penguasaha. "Kalau dapat komplain atau produksi tapi hasil akhirnya nggak bisa dijual. Misal kesalahan produksi, kadang manusia ada lengahnya. Salah masukkan bumbu," bebernya.

"Atau bentuk bakso yang kurang," imbuhnya. Ingin menghasilkan produk yang baik.

Tetapi, toh Tia tak pernah menyerah. Karena keluarganya selalu memberikan dukungan. Terutama sang suami dan kedua anaknya. Pegawai swasta itu selalu meluangkan waktu untuk membantu istrinya.

"Suami saya selalu membantu dalam pembuatan pentol dan anak anak saya yang selalu memberikan semangat," terangnya.

Selalu Berpikir Positif

Mendapat dukungan penuh dari keluarga, membuat Tia menjadi pengusaha tangguh. Menurutnya bukan hanya harus fokus dan berusaha keras meraih tujuan. Tetapi seorang pengusaha perlu menikmati setiap langkah.

"Insyaallah kalau rezeki pasti akan sampai ke kita. Kalau belim rezeki ya berdoa terus sampai nunggu rida-Nya," ucapnya.

Agar tak menjadi beban, lanjut Tia, dirinya terus berpikiran positif.

Berwirausaha Menambah Wawasan

Terkait alasan mengapa memutuskan menjadi pengusaha, Tia berpandangan kalau kerja keras membangun usaha sendiri, hasilnya akan kembali ke kita.

Bahkan, menjadi pengusaha juga membuatnya mendapat keuntungan selain uang. Keuntungan non uang ini berupa bertambahnya wawasan.

"Bisa menambah teman, wawasan, ilmu lebih luas, karena harus selalu belajar tiap hari, mencari ide-ide segar," jelasnya.

Pengusaha sukses, bagi Tia adalah bekerja sedikit tapi bisa menghasilkan banyak hal. Berwirausaha membuatnya terus berinovasi dan kreatif.

Dengan menjadi pengusaha, banyak pelajaran yang ia ambil. Kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi pengusaha membuatnya disiplin, konsisten, berkomitmen, dan selalu mau belajar.

Tetap Fokus ke Keluarga

Walaupun berjualan setiap hari, kecuali Selasa, perempuan yang menikah pada tahun 2008 ini tak kesulitan membagi waktu. Tia tetap bisa fokus ke keluarganya.

"Untungnya anak anak sudah besar ya. Jadi fokus usaha di siang hari, untuk sore dan malam bisa fokus ke keluarga," papar ibu anak kembar berusia 11 tahun itu.

Kini, tiga tahun sudah Tia menjadi pengusaha Pentol Dahsyat. Bisnis homemade ini mempekerjakan tiga karyawan. Dalam sebulan, ia mendapat keuntungan Rp5-10 juta.

Tia mengaku bisnis yang awalnya hanya sampingan ini akan dijadikan usaha utama. Yang pasti, ia berkomitmen untuk tetap semangat. Namun ia juga tetap memasrahkan semuanya kepada-Nya.

"Saya kembalikan lagi ke Allah bahwa semua rezeki sudah ada garisnya. Tingkatkan ibadah kita, insyaallah dunia mengikuti,” tekannya.

Kemudian sekali lagi, ia menyebut bahwa keluarganya menjadi nomor satu yang selalu memberinya semangat.

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI