Marketing Communication Sekuro Village Beach Resort  Dwi N L Syadiyah

Marketing Communication Sekuro Village Beach Resort Dwi N L Syadiyah

Dwi, dari Mandiri hingga Pandangan ke Depan untuk Jepara

Mandiri itu karena terbiasa dan terpaksa, mau tak mau harus dilakukan.

Kamis, 21 Januari 2021 | 10:09 WIB - Sosok
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Sembilan tahun terjun di dunia perhotelan, Dwi kini memutuskan kembali ke tempat asalnya, Jepara. Pemilik nama lengkap Dwi N L Syadiyah ini berkecimpung ke dunia pariwisata sejak 2011. Sebelum kembali ke Jepara, perempuan penyuka film India ini tujuh tahun bekerja di Surabaya, kemudian dua tahun di Pati.

Anak kedua dari empat bersaudara ini memilih karier yang berbeda dengan keluarganya karena suka bertemu banyak orang. Kedua orang tua dan kakak pertamanya adalah guru. Beruntung, orang tuanya tak memaksanya untuk menjadi guru. Walaupun mereka ingin Dwi mengajar.

Perempuan berusia 30 tahun pun dapat kesempatan bertemu banyak orang dengan menjadi marketing manager. Ia mencontohkan apabila sedang bepergian, tentu perlu hotel untuk menginap. Pengetahuan tentang perhotelan ini ia dapatkan saat trip hotel, sehingga ia yang telah me-review banyak tempat menginap tak akan kesusahan. Apalagi ia suka travelling.

BERITA TERKAIT:
Pohon Keramat Tumbang di Atas Petilasan Ratu Kalinyamat Jepara, Akarnya Akan Dimuseumkan
PPKM Mikro Serap Delapan Persen Dana Desa di Jepara 
Sudah Serahterima, AKJ Kini Dikelola oleh Unisnu
Listrik di Desa-Desa Kudus-Rembang Hari ini akan Padam, Cek Jadwalnya
Naiki Perahu Karet, Bupati Tinjau Banjir Desa Dorang
Usai Antar Jenazah, Ambulans Milik Lazismu Jepara Terbalik di Tol Sragen
Dwi, dari Mandiri hingga Pandangan ke Depan untuk Jepara

"Tapi alasan utamanya karena saya suka berinteraksi sama orang dan karakter bermacam-macam," ujarnya.

Sebelum, bekerja sesuai dengan hobi, Dwi selama tiga tahun bekerja di bidang lain. Sejak 2008-2011, ia bekerja di Merpati Nusantara Airlines usai lulus dari Yogyakarta Flight Education Center. Tutupnya Merpati Airlines, yang ia kira adalah sebuah ketidakberuntungan baginya, ternyata jalan yang baik untuknya. Setalah itu ia kerja di Surabaya selama tujuh tahun, dari 2011-2018. Kemudian pindah ke hotel Safin Pati selama dua tahun. Hingga akhirnya dari tahun 2020 hingga sekarang, ia bekerja di Sekuro Village Beach Resort Jepara.

Dua bidang ini tentu berbeda, namun ia lebih bahagia di perhotelan. Perhotelan membutuhkan customer. Sementara jika di bidang penerbangan, customer-lah yang membutuhkan.  "Tantangannya di situ. Kalau untuk jasa, pelayanannya sama," ujarnya.

Dalam menjalani profesi, ia sangat profesional. Meskipun lelah, terhadap pelanggan ia akan selalu ramah dan tersenyum. Dwi berprinsip ketika dirinya memberikan energi positif ke pelanggan, ketika ada energi negatif pada mereka, akan hilang. Begitu pula apabila dirinya ada masalah, diselesaikan di rumah. Sehingga saat bekerja, ia tak akan membawa masalah itu. 

Untuk mengatasi kejenuhan dalam bekerja, ia memilih untuk travelling dan shopping, pergi ke luar kota dan berinteraksi dengan banyak orang. Ia bahkan membuat rencana untuk mengunjungi beberapa wilayah. Biasanya, anak kedua dari empat bersaudara ini pergi ke Semarang, Solo, Jakarta, Yogyakarta, bahkan ke Jawa Timur seperti Banyuwangi. Hal ini ia lakukan sejak dulu. Namun kini, saat bepergian ia mengajak ibunya.

Berinteraksi dengan Banyak Orang

Dalam menjalani Hidup, orang-orang sekitar dan lingkungan menginspirasi dirinya, terutama orang tuanya. Menurutnya, orang tuanya mengajarkannya untuk selalu mandiri. Itulah yang ia pegang sampai sekarang. Untuk itu, ia mengaku orang orang yang paling berperan dalam hidupnya adalah orang tuanya. Ia dekat dengan keduanya.

 

Usai ayahnya Wasito meninggal, ia memutuskan untuk kembali ke Jepara, agar dapat menemani ibunya Zulaekhah. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, waktu menjadi semakin berharga. Untuk itu ia mencari kesempatan agar dapat bekerja di daerah kelahirannya. Toh menurutnya, kerja di hotel, di mana pun tempatnya, akan sama saja, baik plus minus maupun tantangannya. Sisi lebihnya, tentu ia bisa dekat dengan ibunya. Apalagi ia sudah merantau selama 12 tahun. Meskipun ia akui jika apa yang ia jalani sekarang berat karena ia harus laju dengan jarak yang cukup jauh dari rumah. 

Setiap hari ia menempuh perjalanan 1,5 jam dari rumahnya ke tempat kerjanya dan menyetir sendiri. Ia bahkan pernah menyetir sendiri dari Jepara ke Surabaya. "Kita bisa karena terbiasa atau terpaksa, mau tak mau kita kerjakan," ujarnya. Bukti salah satu kemandirian yang diajarkan orang tuanya.

Selain itu, prinsip yang ia pegang teguh hingga saat ini—yang juga diajarkan oleh orang tuanya, apalagi saat jauh dari mereka, adalah untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Bukannya mengharapkan kebaikan dari orang lain, tapi setidaknya kebaikan juga akan datang menghampiri diri sendiri.

Dari dulu, perempuan lajang ini juga selalu berusaha untuk berinteraksi dengan banyak orang, bukan hanya berdiam di rumah. Karena dengan demikian, bisa timbul kerja sama, apapun itu, tak hanya dalam bidang perhotelan. Bahkan untuk kebutuhan mebel, misalnya, ia mengaku bisa menanganinya.

Jepara di Masa Depan

Ke depan, Dwi mengaku ingin mempunyai hotel atau usaha yang berkaitan dengan pelayanan jasa. Namun untuk saat ini, ia masih menikmati pekerjaannya sebagai marketing communication di Sekuro Village Beach Resort.

Terkait Kota Ukir, anak kedua dari empat bersaudara ini cukup optimis jika Jepara dapat berkembang, asal didukung oleh SDM yang mumpuni dan lingkungan sekitar. Hingga saat ini, bahkan dirinya terus mencari apa yang bisa ia eksplore. Ke depan, ia berharap Jepara menjadi destinasi. Bukan hanya terkenal sebagai Kota Ukir. 

"Mengikuti perkembangan yang ada. Jadi mau dibikin apa, terus ini lagi mencari potensinya itu seperti apa, banyak UKM dan kerajinan yang belum dieksplore," tukasnya.

Hal itulah yang akan ia pelajari. Pertama, ia akan memperkenalkan kepada kliennya terlebih dahulu. Bahwa di Jepara tak hanya ada makanan khas daerah dan kerajinan tangan. Melainkan juga ada pantai dan tak jauh dari gunung. Ia sebagai generasi penerus, bertekad untuk terus mengikuti perkembangan zaman agar Jepara dapat lebih dikenal lagi.


tags: #jepara #hotel #sosok #dwi

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI