Taryoko Lanjar.

Taryoko Lanjar.

Yoko "Hobi" Pinjamkan Barang-barangnya untuk Warga Terdampak Pandemi

Menurut saya tidak ada yang lebih berharga dari berbagi, saya tidak berharap apa-apa dari yang saya lakukan.

Jumat, 06 Agustus 2021 | 16:10 WIB - Sosok
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

BERAWAL dari melihat dan membaca makin banyaknya orang yang mengalami kesusahan selama pandemi yang telah berlangsung di Indonesia hampir 1,5 tahun ini, membuat Taryoko Lanjar tergugah untuk berbuat baik menolong orang-orang yang terdampak. 

Setelah sebelumnya, pria yang akrab disapa Yoko itu mengumumkan lewat akun media sosialnya, meminjamkan rumahnya untuk digunakan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri (isoman). Kini selama sepekan ini, ia kembali mengumumkan meminjamkan mobil serta motornya untuk digunakan driver ojol yang tak lagi bekerja karena mobil atau motornya ditarik oleh leasing.

Yoko saat dihubungi secara daring oleh KUASAKATACOM, mengatakan saat ini situasi sedang susah untuk semua orang. "Saya berpikir saya bisa bantu apa, dengan orang orang terkena pandemi itu. Kalau membantu sedikit-sedikit itu sudah saya lakukan dengan orang sekitar saya. Tiba-tiba ada salah satu teman saya dinyatakan positif Covid-19," katanya.

BERITA TERKAIT:
Yoko "Hobi" Pinjamkan Barang-barangnya untuk Warga Terdampak Pandemi
Erick Thohir Rombak Komisaris PT Telkom, Ada Abdee ‘Slank’ dan Bambang Brodjonegoro
Muhammad Fajrin Rasyid, dari "Tukang Lapak" hingga Jadi Direktur PT Telkom Indonesia
Presiden Bukalapak Dirumorkan Jadi Salah Satu Direksi Telkom
Erick: Salah Satu Jajaran Direksi PT Telkom Berusia di Bawah 40 Tahun

"Teman saya ini bingung, karena tidak boleh tinggal di kosnya untuk Isoman, sedangkan kapasitas rumah dinas Walikota Semarang saat itu juga penuh, kemudian teman saya ini mencoba untuk isoman ke hotel tapi harganya cukup mahal. Karena itu saya memutuskan meminjamkan rumah saya yang di BSB, untuk tempat isoman," jelasnya.

Rumah itu menurut Yoko cukup nyaman untuk melakukan isoman. "Alhamdulillah teman saya itu sembuh, kemudian meninggalkan rumah itu. Tapi tidak berselang lama ada orang dari Pekalongan menghubungi saya ingin isoman di rumah tersebut," imbuhnya.

Orang Pekalongan tersebut, ucap Yoko, menghubungi dirinya setelah membaca postingan rumah untuk isoman. "Akhirnya orang Pekalongan tersebut saya ijinkan dan setelah isoman disana sembuh juga," ujar salah satu karyawan PT Telkom itu.

Saat ini rumah tersebut, sambung Yoko sudah tidak ada lagi yang menempati untuk isoman. Namun bila ada orang yang ingin melakukan isoman di rumah itu, ia mempersilahkan.

Pinjamkan Mobil dan Jual Motor untuk Driver Ojol
Terkait mememinjamkan mobil dan motornya itu, Yoko mengaku mendapatkan ide setelah ia banyak membaca tentang driver ojek online yang mobil atau motornya ditarik oleh leasing. Menurut Yoko hal itu tentu di luar dugaan mereka. "Awalnya mereka mengandalkan ojol sebagai pemasukan mereka, namun adanya pandemi membuat penghasilan mereka turun drastis sehingga ada yang tidak bisa mengangsur kendaraannya," katanya.

 

Mobil yang dipinjamkan Yoko, sebetulnya buat aktivitas anaknya, namun karena sang anak perkuliahannya belum dimulai maka diputuskan untuk dipinjamkan dulu. "Tak lebih dari tiga jam saya mengumumkan di sosmed, ada yang menghubungi. Ternyata yang menghubungi, rumahnya dekat dengan rumah saya dan mobilnya juga baru saja ditarik," kata Yoko.

"Tadi orangnya telepon dan mengucapkan terima kasih sekali sudah dipinjami mobil dan ingin ketemu saya, saya bilang ungga usah ketemu karena saya masih luar kota. Jadi kalau mau pakai langsung pakai saja tidak apa apa," ucapnya.

Yoko berprinsip bila ada orang yang lebih membutuhkan barangnya, Ia akan pinjamkan. "Intinya bila ada barang di saya, yang tidak sepenuhnya saya butuhkan sedangkan ada orang lain yang sangat membutuhkan, ya sudah akan saya pinjamkan. Pokoknya dirawat yang baik dan kembali dalam keadaan bersih itu saja," bebernya.

Yoko mengatakan setelah ia memposting meminjamkan barang barangnya itu, ada beberapa warganet yang memberikan respon positif bahkan ada yang ikut menawarkan motornya untuk dipinjamkan. "Menurut saya ini yang baik, saya yakin banyak orang yang kadang kadang di rumahnya mempunyai motor dua atau tiga dan tidak dipakai, kenapa itu tidak dipinjamkan kepada orang lain," katanya.
 
Yoko mengaku dirinya tidak pernah berpikir barangnya akan rusak ataupun hilang saat ia pinjamkan, menurutnya orang yang ditolong tidak akan seperti itu. "Kita percaya saja, saya termasuk orang yang mempercayai kalau kita berbuat baik, perbuatan itu akan berbalik baik juga pada kita," kata pria yang memiliki hobi bersepeda itu.

Setelah unit mobilnya dipinjamkan, tak berselang lama Yoko lewat akun medsosnya memasang iklan menjual motor Kawasaki Ninja 250 warna merah. Motor itu, katanya ternyata kebesaran untuk badannya. "Terakhir pakai motor itu tahun lalu, kondisinya masih bagus. Tiap pagi ada yang manasin," ucapnya.

Uang dari menjual Motor itu, niat Yoko untuk dia belikan motor matic. "Jika ada yang mau membeli atau menukar motor ini dengan 2-3 motor matic, saya akan sumbangkan atau pinjamkan semua untuk pengemudi ojol yang motornya ditarik leasing," imbuhnya.
 
Ia berharap apa yang dilakukannya itu bisa mengetuk orang-orang mampu untuk lebih melihat kondisi sekitarnya. "Saya yakin banyak orang yang mempunyai kelebihan, saya ketuk dengan cara ini supaya banyak juga yang melakukannya. Sehingga semakin banyak orang yang membutuhkan terbantu," harap Yoko.

Bentuk bantuan yang diberikan Yoko tidak hanya meminjamkan barang-barangnya saja, namun ia juga memiliki kebiasaan membeli makanan atau barang kepada penjual yang menurutnya layak dibantu. "Kenapa saya lebih suka membeli daripada mengasih, karena menurut saya orang yang berusaha lewat berdagang itu dia telah menjaga harga dirinya," ungkapnya.

Sebagai anak mantan kepala desa, Yoko mengaku banyak pengalaman hidupnya bersinggungan dengan orang-orang yang membutuhkan. "Menurut saya tidak ada yang lebih berharga dari berbagi, saya tidak berharap apa-apa dari yang saya lakukan. Sering saya sampaikan ke anak saya bila suatu saat nanti saya dan istri meninggal dan anak saya dalam keadaan terjepit saya berharap kebaikan-kebaikan yang pernah saya lakukan bisa membantu anak saya saat terjepit. Sebetulnya itu pesan yang juga disampaikan ayah saya, pokoknya lakukan saja suatu saat nanti kebaikan-kebaikan itu akan kembali ke saya ataupun ke anak saya," pungkasnya.


 


tags: #pt telkom #bsb #pandemi #leasing

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI