Founder SJB dan FKUI Hj Siti Juriah TP, SE

Founder SJB dan FKUI Hj Siti Juriah TP, SE

Bunda Jujuk: Perjalanan Menemukan Tuhan (1)

Bunda Jujuk yang notabene adalah dosen pintar, mengajar di bidang bisnis juga, tentu tak mau rugi. Tapi kenyataannya kondisi ekonominya semakin tak stabil. Dari sinilai ia sadar ada yang salah.

Kamis, 19 Agustus 2021 | 12:21 WIB - Sosok
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Kita sering mendengar istilah sebelum menjadi porselen cantik, ia hanyalah gumpalan tanah liat. Tanah liat yang harus disiksa bara api sebelum dikagumi banyak orang. Begitu juga dengan manusia, yang anehnya menemukan arti hidup usai melalui hal tersulit. Kita biasa menyebutnya dengan titik balik. Bagi umat Muslim, momen terindah adalah ketika mengenal Allah. Seperti Bunda Jujuk yang kembali ke Tuhan usai jatuh di titik terendah. Betapa tidak, pada tahun 2007 ia memiliki utang Rp4 M. Semua telah dijual, tapi utangnya masih Rp2 M.

Hidup pemilik nama asli Hj Siti Juriah TP, SE ini pun berbalik 180 derajat. Ia yang tergolong kaya raya: pemilik 10 mobil, tujuh rumah, dan perusahaan besar di bidang properti, elektronik, kereta, sembako, rental mobil, dan lain sebagainya ini kehilangan semuanya. Hidupnya tak tenang karena selalu diburu debt collector dan utang menumpuk.

Anehnya ia tak kenapa malapetaka ini terjadi padanya. 

BERITA TERKAIT:
Bunda Jujuk: Pondok Quran dan Rumah Singgah An Nasr Gratis untuk Siapa Saja (3)-selesai
Bunda Jujuk: dari Bangkrut hingga Sedekah Tiap Hari (2)
Bunda Jujuk: Perjalanan Menemukan Tuhan (1)

"Tahun 2007 sudah mulai nampak tanda-tanda kebangkrutan, karena apa, kami juga tak paham. Banyak hal-hal yang menyebabkan perusahaan kami makin lama makin turun. Jadi ada yang mengalami kredit, banyak yang tak bayar utang. Kami rental, banyak yang ditilep, mobil digadaikan, dan sebagainya. Malapetaka-malapetaka ini sering terjadi," ujar wanita berusia 65 tahun ini.

Awalnya, ia mengira hal itu biasa terjadi dalam usaha. Tetapi semakin lama, usahanya semakin turun drastis dan hidupnya susah. Utang semakin menumpuk, padahal usahanya mendapatkan untung. 

 

Wanita kelahiran Solo ini yang notabene adalah dosen pintar, mengajar di bidang bisnis juga, tentu saja tak mau rugi. Tapi kenyataannya kondisi ekonominya semakin tak stabil. Dari sinilai ia sadar ada yang salah. Hingga akhirnya pada kesimpulan semua yang terjadi padanya karena dirinya berutang di mana-mana. 

"Saya dimodalin orang dengan bagi hasil, tapi ya pada saat rugi, kami harus bagi hasil terus. Makin lama makin numpuk. Kami utang leasing, bank, dan macam-macam. Ini ternyata membawa dampak pada saat kami membayar semuanya. Ada tambahan-tambahan bunga yang notabene harus dibayar, sedangkan kami tak bisa membayar. Tak bisa menghasilkan sebesar itu," cerita wanita yang pernah menyabet gelar dosen teladan tingkat nasional ini.

Akhirnya, ia mencari jalan lain, karena jalan dunia rasanya tak akan mungkin. Bertemulah ia dengan wisata hati, pimpinan Ustaz Yusuf Mansur. Saat itu ia mengaji di Gergaji selama kurang lebih tiga tahun dan mengabdikan diri.

Kini, ia dikenal sebagai mboke (ibunya) pengutang. Ibunya para pengutang. Ia memiliki pondok Quran, rumah singgah, dan banyak jemaah. Lantas, bagaimana kisah di balik kesuksesannya ini? Perjalanannya dari "orang kaya" menjadi "kaya hati" setelah menemukan Tuhan. Ceritanya dapat melunasi utang hingga kini membantu banyak orang dengan suka rela dan tak dibayar.


tags: #bunda jujuk

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI