Founder SJB dan FKUI Hj Siti Juriah TP, SE

Founder SJB dan FKUI Hj Siti Juriah TP, SE

Bunda Jujuk: Pondok Quran dan Rumah Singgah An Nasr Gratis untuk Siapa Saja (3)-selesai

Kini ia menjadi orang kaya. Sejatinya kaya yang tolok ukurnya bukanlah uang. 

Selasa, 24 Agustus 2021 | 13:36 WIB - Sosok
Penulis: Ririn . Editor: Fauzi

Bunda Jujuk, begitu sapaan akrabnya, tak mau berhenti menebar kebaikan. Selain menyelenggarakan gerakan sedekah subuh setiap hari yang telah berjalan empat tahun, wanita 65 tahun ini juga mendirikan Pondok Quran dan Rumah Singgah An Nasr

Ia mengaku meski tak mendapat uang, tapi setiap pagi pukul 06.00 WIB berbagi nasi dan sembako, kegiatan itu tetap berjalan. Ada juga gerakan cantelan sedekah subuh yang berbagai macam sayuran, mi, roti, lauk, dan sebagainya kemudian dicantelkan di gerobak agar dapat diambil oleh orang-orang membutuhkan. Markas besar SJB (sedekah jumat berjamaah) berada di Jalan Nakula Raya No 8 Ungaran.

Bunda Jujuk sangat bahagia karena sasaran SJB sudah go internasional. Setiap ke Mekah, Jeddah, dan Madinah saat umroh, pihaknya juga melakukan gerakan di sana. Sehingga juga diikuti oleh orang-orang Arab. "Sekarang tinggal menjalankan dari pusat, kami online-kan dari berbagai daerah dan negara," tukasnya.

BERITA TERKAIT:
Bunda Jujuk: Pondok Quran dan Rumah Singgah An Nasr Gratis untuk Siapa Saja (3)-selesai
Bunda Jujuk: dari Bangkrut hingga Sedekah Tiap Hari (2)
Bunda Jujuk: Perjalanan Menemukan Tuhan (1)

Lebih lanjut, wanita yang dijuluki mboke pengutang (ibunya pengutang) ini mengaku hidupnya lebih baik usai jatuh di titik terendah. Ia yang kehilangan semua hartanya dan dibebani utang kini menjadi kaya kembali. Sejatinya kaya yang tolok ukurnya bukanlah uang. 

"Kami sekarang punya jamaah banyak, pondok Quran, rumah singgah, bisa jadi pendakwah, konselor, justru dikasih Allah setelah mendapat ujian," ujarnya.

Pemilik nama asli Hj Siti Juriah Purwanti, SE lantas menyebut semua program reguler di SJB gratis. Program tersebut terdiri atas majelis konseling, kajian rutin, riyadloh reguler, riyadloh umroh, bukber senin kamis, sedekah Jumat berjamaah, seminar & pelatihan, pondok Quran & rumah singgah, terapi holistik, bakti sosial,  gerobak sedekah subuh, centelan sedekah subuh, dan layanan warung  nasi gratis.

"Untuk menyelesaikan urusan masalah tentang utang, jodoh, pekerjaan, dan lain sebagainya, kita bisa menjalani riyadoh selama 40 hari menuju kemudahan. Menjalani tujuh pilar dan minus 10 dosa besar. Konseling dengan kita dulu, setelah itu ke pondok. Di rumah juga bisa," ujar wanita kelahiran Solo ini, menegaskan SJB terbuka untuk siapa saja dan gratis.

Badai yang telah ia lalui pun membuat prinsip hidupnya berubah. Kalau dulu is berprinsip untuk menjadi orang kaya, menyekolahkan anak ke perguruan tinggi agar menjadi orang sukses. Sekarang ia hanya ingin bermanfaat dan peduli terhadap sesama. 

 

"Di usia saya yang sudah tua ini ya saya harus bisa bermanfaat. Ngapain hidup kalau tidak bermanfaat. Jadi mendidik anak ya harus mengarah ke situ. Bagaimana peduli terhadap sesama, memberikan kasih sayang kepada orang lain. Bagaimana menjadikan orang yang terpuruk itu menjadi bangkit lagi. Bagaimana memotivasi orang agar mereka menjadi kuat, yang bisa mengalahkan segalanya. Yang bisa mengatasi masalah," jelasnya.

Menurutnya, masalah sebetulnya indah. Pasalnya Allah memberi masalah karena pasti kita mampu. Ya kalau kita mampu ya sudah, biarkan mengalir saja. Masalah ini jangan ditentang, jangan dilawan, tapi diikuti saja. Dijadikan sahabat. Kalau masalahnya utang ya kita jadikan sahabat saja. Kita memiliki utang, tapi kita masih dekat dengan Allah. 

"Kita minta sama Allah, dan Allah mau dong pasti. Dan utang 4 M saya ini ilmunya pakai ilmu Allah. Karena kalau ilmu dunia, masyaallah, kapan lunasnya. Dengan saya gaji dosen hanya Rp5 juta itu 80 tahun. Lha umur saya 60 tahun ditambah 80 jadi 140 tahun. Memang masih hidup? Ternyata ada ilmu lain, bisa menjalankan ini," ceritanya.

Tentang membayar utang, ia menyebut membayarnya dengan ilmu langit. Intinya, karena cara dunia sudah tidak memungkinkan digunakan untuk para pengutang yang tidak bisa bayar, maka salah satunya diarahkan untuk menuju ke Allah. Ketergantungannya tak ke dunia lagi, tapi ke Allah. 

"Karena kita pernah salah dengan melakukan dosa besar. Terutama riba. Salah satu jalan yang bisa ditempuh adah taubat, dengan tak mengulang lagi dosa tersebut. Menghindari 10 dosa besar. Setalh taubat, menuju ke rida Allah dengan gerakan amalam soleh. Ada 10 program di SJB. Setelah itu dilakukan, setapak demi setapak, Allah akan beri jalan keluar, kemudahan, rezeki tidak terduga-duga. Ada saja jalan rezekinya," bebernya. 

Sepuluh dosa besar penghalang rezeki yang dimaksud yakni syirik, meninggalkan salat, durhaka kepada kedua orang tua, zina, rezeki haram, berjudi, rezeki haram atau memabukkan, memutus tali silaturahmi, kikir, dan ghibah.

Selain bersedekah, Bunda Jujuk aktif di kajian Islam tingkat nasional dengan tema lunas utang dengan ilmu langit dan mudah umroh.


tags: #bunda jujuk #pondok quran dan rumah singgah an nasr

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI