Adi Sinau Hurip: Urus hingga Pulangkan 87 ODGJ (1)

Awalnya "Sinau Hurip" berisi konten anak anak sekolah yang inspiratif atau orang orang inspiratif lainnya terutama difabel.

Selasa, 09 November 2021 | 16:15 WIB - Sosok
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

SUKARYO ADI PUTRO atau lebih dikenal Adi Sinau Hurip, seorang youtuber yang tinggal di Kabupaten Kudus, saat ini banyak diperbincangkan warga terkait dengan konten yang ia buat bersama istrinya Heni atau lebih akrab disapa Mbak Heni.

Bagaimana tidak, Adi dalam setiap kontennya selalu menampilkan kisah yang berbeda dari orang-orang yang ditemuinya di jalan. Kebanyakan konten tersebut adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

BERITA TERKAIT:
Adi Sinau Hurip: Urus hingga Pulangkan 87 ODGJ (1)
Kisah Inspiratif: Dapat Beasiswa dari Gojek, Leony Driver Gojek Lanjutkan Studi S2 Hukum Undip

Dibalik kesuksesan yang diraih Adi bersama channelnya Sinau Hurip saat ini, ternyata ada proses panjang yang harus mereka lewati dan semuanya itu tidaklah instan.

Saat ditemui KUASAKATACOM, Selasa (9/11/2021), di kediamannya, Adi bercerita dirinya bersinggungan dengan para ODGJ tersebut sebetulnya sejak lama yakni dari tahun 2007. Namun konten Sinau Hurip sendiri mulai ia garap di saat awal pandemi. 

Awalnya, imbuh Adi, "Sinau Hurip" berisi konten anak anak sekolah yang inspiratif atau orang orang inspiratif lainnya terutama difabel. "Sudah lama saya pingin banget turun ke jalan, tapi kan tidak bisa sendiri minimal dua orang. Sampai akhirnya ada libur pandemi, saya berhenti mengajar karena sekolah ngga masuk lagi dan istri tempat terapinya harus libur dulu sehingga kami akhirnya bisa turun jalan dan menemui ODGJ di jalanan," jelasnya.

Adi mengingat konten pertamanya terkait ODGJ ada di Tayu, Pati. "Saya dulu awal-awalnya cari muter ODGJ, namun saat ini banyak yang menginfokan ODGJ lewat nomer Whatsapp saya, karena banyaknya terkadang terlompati," ucapnya.

Adi mengaku dirinya hanyalah seorang pengajar, sedangkan orang yang lebih menguasai psikologi adalah istrinya Heni. "Mbak Heni pernah praktek di rumah sakit jiwa memang, PKL di rumah sakit jiwa, dan sekarang ambil profesi psikolog. Jadi secara experience dia sering berinteraksi dengan ODGJ, dan secara knowledge dia punya pengetahuan dan pemahaman. Kami diuntungkan itu, Sinau Hurip itu ada suami istri jadi kalau ODGJ-nya wanita yang mandiin istriku, kalau laki-laki baru saya," ucap Adi.

Walau begitu, Adi mengakui kalau dirinya juga belajar psikologi juga. Selain itu Adi juga belajar hipnoterapi yang menurutnya sangat membantu saat diterapkan dalam kesehariannya dalam membikin konten. 

"Itu membantu banget, bagaimana kita berinteraksi dengan manusia memahami mereka dan mendengarkan mereka. Itu berdampak positif kepada kami," ujarnya.

 

Menurut Adi, bila kita melakukan sesuatu tanpa didasari ilmu itu akan menjadi omong kosong. "Kalau ngga ada knowledge, yang ada cuman mengandalkan keberanian cenderungnya nekad," sambung Adi.

Adi pun kemudian menggambarkan kesehariannya yang sering bertemu dengan ODGJ harus ekstra waspada, takutnya bila tiba-tiba halusinasi ODGJ itu muncul. "Umar yang sakrab akrab dengan kami pun, halusinasinya bisa muncul seketika dan bisa mukul. Maka hati-hati," kata Adi.

"Saya pernah ketemu ODGJ bawa parang 16, tidur disampingnya itu parang sama golok. Waktu itu kita hitung 15. Itu ODGJ nya kami temui di Serang Banten, waktu itu kami berstrategi bareng Diman Kan salah satu anak muda dari sana. ODGJ itu tinggal di rumah kecil di pemakaman keluarga. Saat itu saya ucap salam, saya langsung mengajak salaman dan dia senyum saat dia tangannya mendekat langsung saya tarik keluar. Kemudian Mbah Heni masuk ambil 15 golok, saat itu saya minta ngecek sekali lagi siapa tahu ada yang terselip ternyata betul masih ada satu lagi," bebernya.

Berdasarkan pengalaman itulah, Adi kemudian membagikan tips berani boleh tapi nekad jangan. 

Ia menambahkan ODGJ itu sangat peka, sensitif, dan agresif. "Pada kondisi tertentu, terutama yang agresif, kita akan peluk ODGJ itu dulu. Setelah dipeluk mereka tenang, dan kebanyakan dari mereka itu bisa berbagi cerita tentang asalnya, kampung halaman, orang tua, keluarga setelah kita mandikan," ucap Adi.

Sehingga, sambung Adi kenapa dalam chanel "Sinau Hurip" selalu ada usaha untuk memandikan ODGJ itu karena setelah mereka mandi ODGJ itu bisa bercerita tentang diri mereka. "Setelah mereka mandi itu, ODGJ itu bisa berbagi cerita tentang dia, namanya, asalnya dari mana. Itu kebanyakan setelah mandi," kata Adi.  

Pulangkan 87 ODGJ
Dari awal "Sinau Hurip" hingga saat ini, ODGJ yang berhasil diantarkan pulang oleh Adi dan timnya ada sebanyak 87 orang. Adi meyakini setiap ODGJ itu unik dan memiliki karakter masing masing. "Ada yang bicaranya ramai ada diam yang tidak mau bicara. Ada yang kita gunakan beberpa teknik baru bicara bahkan ada yang dari awal sampai membisu juga pernah ada," kata pria kelahiran tahun 1977 itu.

"Tapi saya percaya pada saat Tuhan menghendaki ODGJ ini pulang, pasti akan ketemu caranya bagaimanapun. Walaupun ODGJ ini tidak bicara. Pernah ada orang Kradenan, Grobogan dia diam dari awal sampai akhir. Dia bereaksi setelah semuanya selesai, saat mbak Heni memutar musik dangdut. ODGJ itu baru senyum," ceritanya.

ODGJ itu, sambung Adi akhirnya dikenali oleh keluarganya. "Itu setelah tayang sekian bulan, saya yakin pada saat Tuhan menghendaki dia pulang pasti pulang. Alhamdulillah akhirnya dikenali oleh keluarganya, meski ODGJ itu tidak berbicara," katanya.

Untuk proses pemulangan ODGJ ini, kata Adi ada dua cara. Pertama keluarganya yang menjemput atau diantar oleh "Sinau Hurip". Cuma kalau diantarkan biasanya "Sinau Hurip" bisa mengantarkannya tiap weekend.


tags: #inspiratif #difabel #odgj #sinau hurip

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI