Fitri Juniati

Fitri Juniati

Fitri Junita, Lulusan D3 Keperawatan yang Nyaman Menjadi Kontraktor

Perusahaan kontraktor milik Fitri masuk ke semua segmen konsumen, ada dua pilihan yang ia tawarkan yakni menyesuaikan budget atau menyesuaikan pilihan.

Jumat, 26 November 2021 | 08:51 WIB - Sosok
Penulis: Ardiansyah . Editor: Wis

MUDA, mandiri, energik, dan cantik, sosok itulah yang tergambar dari Fitri Junita saat pertama kali bertemu. Pembawaannya yang riang saat bertemu orang baru, membuat orang yang pertama kali mengenalnya langsung jatuh hati.

Siapa menyangka, dara kelahiran tahun 1987 itu ternyata salah satu pengusaha yang berjibaku setiap harinya. Tidak hanya satu bidang usaha yang ia geluti namun ada beberapa sekaligus yakni di bidang kontruksi dan kuliner. Fitri mampu membuktikan kedua usaha yang dilakoninya semuanya bisa berjalan dengan mulus hingga kini.

BERITA TERKAIT:
KSR Lebah dan Pengusaha Muda Ari Ikut Siapkan Kelancaran Arus Mudik
Fitri Junita, Lulusan D3 Keperawatan yang Nyaman Menjadi Kontraktor
Pengusaha Muda Asal Sukoharjo Bagikan 1.000 Paket Sembako ke Warga Membutuhkan
HUT RI, Pengusaha Muda di Batang Bagikan Sembako dan Hadiah ke Warga

Perusahaan kontraktor yang dijalankan Fitri mengerjakan segala jasa bangun, renovasi rumah. "Dan sebentar lagi, akan merambah ke dunia developer. Kami mau bikin perumahan," kata Fitri, Kamis (25/11/2021).

Usaha kontraktor yang dijalankan Fitri, telah berjalan lebih dari satu tahun. "Perusahaan kami mengerjakan dari jasa desain, menghitungkan rencana anggaran biaya (RAB), sampai ke pelaksanaan atau pemborongnya. Jadi kita satu item itu," ucapnya.

Yang membuat Fitri menonjol adalah latar belakang pendidikannya bukanlah lulusan teknik sipil ataupun arsitektur namun ia merupakan lulusan D3 keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang. "Sebetulnya saya sudah mencoba melamar kerja di institusi yang sesuai dengan jalur pendidikan saya. Namun ternyata saya tidak pernah diterima. Sehingga saya memutuskan berwirausaha sendiri, kebetulan ada beberapa peluang yang ternyata di luar bidang pendidikan saya. Sehingga harus benar benar saya pelajari," imbuhnya.

Fitri mengaku di awal merintis usahanya, sempat gagal mendapatkan proyek pertamanya. "Dari kegagalan itu, saya belajar kenapa itu bisa gagal penawarannya. Saya pelajari keseluruhannya, saya mengembangkan diri lagi, menambah SDM lagi, menyusun sistem kerjanya sehingga kemudian berhasil mendapatkan proyek pertama di Tembalang dan Gunungpati. Kini sistem kerja sudah berjalan semua," katanya.

Perusahaan kontraktor milik Fitri masuk ke semua segmen konsumen, ada dua pilihan yang ia tawarkan yakni menyesuaikan budget atau menyesuaikan pilihan. "Image-nya kontraktor itu, klo mendesain serta membangun itu mahal. Disini kami bisa masuk ke semua segmen menyesuaikan budget konsumen. Kelebihan kami itu memberikan garansi, namun garansi ini menyesuaikan dengan nominal proyek tersebut. Biasanya semakin besar nilai proyeknya semakin banyak kami memberikan garansinya. Dan kami pastikan proyek tersebut terselesaikan sampai akhir karena ada kontrak dan lain-lainnya, dan PT kami berada dibawah naungan kelas nasional. Jadi proyek ditinggal atau mangkrak itu sudah tidak bisa terjadi. Karena sudah ada yang back up nantinya," ungkapnya.

Fitri menandaskan perusahaan yang ia pimpin mensyaratkan pembayaran tunai atau cash. "Jadi nominal berapapun kita cash, bahkan sampai Rp10 miliar pun juga cash. Jadi tidak ada sistem termin. Keuntungannya, dengan begitu konsumen itu sudah mengunci harga. Jadi mau harga besi naik atau semuanya naik, konsumen tetap memakai harga lama," ujarnya.

Perusahaan yang dirintis Fitri itu dari nol, dari tidak memiliki karyawan hingga saat ini memiliki karyawan. "Dulu awalnya saya memasarkan sendiri, hingga belanja ke toko material sendiri bahkan berusuran dengan tukang dan mandor pun juga saya pegang sendiri. Dengan begitu, saat ini saya sudah paham semuanya. Serta kini tinggal megang managemennya saja," kata Fitri.

kontraktor yang identik dengan dunia laki-laki, terbukti bisa ditaklukan oleh Fitri yang terlihat sangat feminim itu. "Prosesnya panjang untuk melalui semua itu, saya dari awal juga mengalami jatuh bangun dan mengalami ditipu ratusan juta. Namun dengan SOP dan kinerja yang selalu dipantau itu semua bisa berjalan meskipun sering ada kendala. Namun karena ada SOP yang diterapkan itu membuat semua itu bisa ditertibkan. Sehingga tidak ada masalah yang complicated," tegasnya.

 

Karena memiliki modal sebagai kontraktor itu, membuat Fitri tidak lama lagi akan mencoba menjadi developer. Perusahaannya rencananya akan membangun perumahan untuk kelas menangah. "Rencananya mau bikin untuk kelas menengah dengan harga rumah Rp300-400 jutaan, dengan konsep cluster," sambungnya.

Fitri selain kontraktor juga memiliki rumah makan yang bekerjasama dengan kakaknya. "Rumah makan itu sudah jalan satu tahun juga, namanya Bebek dan ayam goreng Mas Ali, rencananya saya juga mau menambah cabang. Meskipun yang turun kakak saya, tapi saya juga mengatur managemennya," imbuhnya.

Fitri Juniati saat berkunjung ke redaksi Kuasakata.com

Muda Suka Berbisnis
Fitri yang memiliki kantor di Ruko Vila Durian di Jalan Taman Durian 1, Srondol Wetan, Banyumanik itu, mengaku dirinya suka berbisnis sejak muda. "Saya suka berbisnis dan suka mempelajari hal hal baru, bisnis apapun yang jadi peluang akan selalu saya coba dengan terus belajar dari yang ahlinya. Jadi saya pakai sitem ATM atau amati tiru modifikasi. Jadi segala bisnis yang saya jalani bisa berjalan hingga saat ini, meskipun nominalnya fluktuatif semuanya tetap berjalan dan tidak ada yang berhenti," ucap Fitri.

Fitri mengaku sangat mengidolai Crazy rich asal Surabaya, menurut Fitri meskipun mereka masih muda namun sangat menginspirasi. "Saya suka yang punya MS Glow dan Juragan 99 yakni Shandy Purnamasari dan Gilang serta crazy rich Surabaya Tom Liwafa, saya pingin ketemu mereka. Mereka itu tidak memiliki basic apapun, dan relasi tidak ada," terangnya.

Fitri mengaku lebih senang belajar usaha dari orang "bodoh". "Saya belajar beberapa dari orang pintar, tidak pernah jadi. Mereka hanya membaca ini, tapi tidak ada eksekusinya. Maka itu saya saat ini lebih banyak belajar dari orang 'bodoh', ternyata mereka-mereka itu yang sukses. Jadi menurut mereka bisnis itu tidak perlu dipelajari, namun harus langsung dilakukan. Resiko itu pasti tapi ada, nah dari itu belajar sehingga akhirnya pasti bisa," kata Fitri.

Masa Sulit
Sebelum berkecimpung di dunia kontraktor, Fitri pernah melakukan trading plywood. Ia memiliki gudang di Kabupaten Pati. "Saat itu tenaga saya ada sekitar 30 orang, namun gudang itu sudah saya tutup karena saat itu bahan bakunya kosong. Baru bulan kemarin saya tutup gudangnya, walau begitu untuk trading plywoodnya tetap jalan hingga kini," katanya.

Tahun lalu, saat menjalankan usaha plywood-nya di Pati, bungsu dari tiga bersaudara itu mengalami peristiwa getir dalam hidupnya. "Saya pernah tidak bisa makan satu minggu, tahun kemarin. Saya belum bayar pegawai, uang tinggal Rp100 ribu. Meskipun teman teman di Pati itu 'sultan' semua saya tidak pernah meminjam uang ke teman saya saat itu. Jadi saya saat ketemu mereka saya tidak pernah bilang saya tidak punya uang dan tidak bisa makan, saya hanya diam dan tidak memberi tahu keluarga saya. Saat itu saya benar-benar merasa di titik terendah saya, karena kondisi itu saya putuskan untuk puasa seminggu full," jelasnya.

Agar bisa gaji karyawannya, Fitri pun menjual satu-satunya perhiasan dia yakni cincin emas yang ia pakai. "Saat itu saya habis ditipu teman saya, buat gaji karyawan saya jual cincin saya. Benar benar sudah ngga punya harta saya waktu itu," bebernya.

Namun, masa sulit itu tidak lama dilalui oleh Fitri. Dengan ketabahannya Fitri mampu melewati masa sulit itu. 

Karena selalu berpikir positif saat bertemu dengan orang lain, membuat Fitri meyakini akan mendapatkan rejeki dari mana saja. "Saya belajar dari almarhumah ibu saya, beliau orangnya mandiri, tidak pernah putus asa serta selalu positif thinking ke orang dan jujur, itu yang ditanamkan Ibu saya. Bisnis kalau sudah jujur, dari awal sampai akhir jatunya itu tidak akan dalam. Ibu saya meninggal tanpa meninggalakan sepersen pun, namun meninggalkan ajaran itu," pungkasnya.


tags: #pengusaha muda #kontraktor #universitas muhammadiyah semarang #developer

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI