Anna Maria Danu Pratiwi Menempati dua posisi sekaligus di Hotel Santika Premiere Semarang, GM Secretary dan Marketing Communication.

Anna Maria Danu Pratiwi Menempati dua posisi sekaligus di Hotel Santika Premiere Semarang, GM Secretary dan Marketing Communication.

Totalitas Seorang Anna Maria yang Terbentuk Sejak Muda

Ia melakukan rutinitas mengajar les privat sejak semester 3 hingga semester 7.

Sabtu, 09 April 2022 | 12:50 WIB - Sosok
Penulis: - . Editor: Wis

Anna Maria Danu Pratiwi atau yang biasa dikenal Anna Maria merupakan sosok wanita muda pekerja keras. Bagaimana tidak? di usianya yang kini menginjak 29 tahun, ia menempati dua posisi sekaligus di Hotel Santika Premiere Semarang.

Posisinya sebagai General Manager (GM) Secretary dan Marketing Communication membuat Anna Maria memiliki segudang kegiatan yang mengharuskannya berkomunikasi dengan banyak orang setiap harinya. Seolah tak punya rasa lelah, perempuan asli Semarang ini juga menjadi pengajar privat mapel Bahasa Inggris sepulang kerja.

BERITA TERKAIT:
Kakanwil Kemenag Jateng Resmikan TPQ Plus Al-Qodar Semarang
Pandemika 5 Unika Soegijapranata, Ada 6 Program Unggulan untuk Masyarakat
Agustina Wilujeng: Empat Pilar Memperkokoh Keunggulan Bangsa
Lebaran 2022, Jumlah Penumpang Pesawat di Bandara Semarang Meningkat 95% Dibanding 2021
Bea Cukai Semarang Sebut Demak Jadi Perlintasan Rokok Ilegal

Ketertarikannya dalam bidang 'Public Relation' muncul saat Anna Maria sedang melakukan on the job training (OJT) di Hotel Santika Premiere Semarang pada tahun terakhirnya di Jurusan Akomodasi Perhotelan SMK 6 Semarang

Ia menganggap menjadi Public Relation adalah pekerjaan menyenangkan karena bertemu banyak orang baru. "Kayaknya waktu itu aku lihat PR itu keren, cantik, komunikatif, pokonya menyenangkan gitu lho," ungkap Anna. 

Seusai lulus dari SMK 6 Semarang, Anna Maria mengaku bahwa sebenarnya ia telah menerima tawaran untuk bekerja di hotel.

Namun, orang tuanya berkehendak lain. Mereka meminta anak pertamanya itu untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi terlebih dahulu.

Tak ingin membantah perintah orang tua, anak pertama dari tiga bersaudara itu akhirnya mendaftar kuliah.

Ia pun memilih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UPGRIS karena saat itu dirinya berpikir bahwa menjadi guru adalah pekerjaan menyenangkan.

Terlebih, pada dasarnya ia memang suka berbicara di depan banyak orang layaknya guru yang mengajar para siswanya. 

Di sela-sela kegiatan kuliahnya, Anna mengaku kerap mengajar les mata pelajaran bahasa Inggris secara privat untuk siswa jenjang TK hingga kuliah.

Ia melakukan rutinitas mengajar les privat sejak semester 3 hingga semester 7.

Menjelang kelulusannya dari UPGRIS, tepatnya sehari setelah sidang skripsi, perempuan yang hobi ngobrol itu berujar bahwa ia telah ditawari untuk menjadi guru bahasa Inggris di SMA Krista Mitra.

Dengan beberapa pertimbangan, Anna akhirnya memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut sebagai awal karir.

Setelah kurang lebih satu tahun mengajar, Anna mendapat beberapa tawaran untuk bekerja di hotel. Namun, ia tak begitu saja menerima tawaran itu lantaran masih memegang kontrak mengajar selama 2 bulan.

Di akhir kontraknya, ia memutuskan mengambil salah satu tawaran untuk bekerja di Best Western Star Hotel Semarang sebagai Guest Relation.

Meskipun begitu, kegiatannya mengajar les secara privat tetap dilakukannya.

Wanita kelahiran 10 Juni 1993 itu mengatakan bahwa jika mengajar di sekolah, ia akan bertemu banyak siswa yang beberapa di antaranya merasa terpaksa berada di sana.

 

"Anak suka enggak suka belajar, dia harus di situ," kata Anna.

Berbeda dengan siswa kursus yang memang memerlukan kemampuan bahasa Inggris, mereka akan lebih bersemangat mempelajari bahasa internasional ini.

Meksipun tetap ada beberapa siswa yang dipaksa orang tuanya mengikuti kursus, Anna mengaku lebih bisa menikmati profesi sebagai guru les privat dibanding guru sekolah.

Setelah satu tahun bekerja, ia ditarik ke Best Western Premier Hotel di Batam dengan posisi Guest Relation Supervisor.

Satu tahun bekerja di Batam, Anna kemudian kembali ke kampung halamannya, yakni di Semarang 

Selama beberapa bulan di Semarang, alih-alih bekerja di hotel, ia membangun usaha di bidang florist sambil tetap mengajar les privat dengan jadwal yang semakin padat. 

Namun, kejenuhan tampaknya mulai menghinggapi diri perempuan berambut panjang itu.

Tak berselang lama, Anna Maria akhirnya memilih untuk kembali bekerja di hotel, tepatnya di Hotel Santika Premiere Semarang.

Anna mengungkapkan, yang membuatnya senang dan betah kerja di hotel tersebut sejak 2020 lalu adalah karena setiap hari ia bertemu orang baru, sehingga dirinya harus mempelajari banyak hal baru pula.

Terutama menjadi seorang Marketing Communication, perempuan yang menyebut dirinya workaholic itu dituntut harus selalu up-to-date mengenai berbagai macam berita di sekitarnya.

Wanita ramah itu juga mengaku betah bekerja di Hotel Santika Premiere karena lingkungan dan suasana kerja yang nyaman.

Bahkan, Anna sempat bingung menjelaskan hal kurang enaknya. 

Meskipun begitu, Anna Maria mengatakan jika sulitnya menjadi Marketing Communication adalah ia dituntut selalu kreatif dan mampu membuat berbagai event yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Semarang menarik untuk dikunjungi.

Menurut Anna, kedua profesi yang masih dijalankannya, yakni sebagai pengajar dan Public Relation, sebenarnya memang berhubungan.

Pada akhirnya, ia harus menguasai public speaking dan mengetahui bagaimana cara memberikan kenyamanan kepada lawan bicara, baik siswa maupun client.

Karena toh PR-nya akan tetep sama, gimana aku bisa ngomong di depan,” ujarnya.**

**Penulis: Wartawan magang KUASAKATACOM Siti Muyassaroh


tags: #semarang #marketing communication #hotel santika premiere #anna maria #general manager secretary

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI