Ini Alasan Ira Ambil Kuliah Jurusan Arsitek di UPGRIS

Ira pernah menerima banyak pesanan ilustrasi, terutama saat banyak acara wisuda. 

Sabtu, 09 Juli 2022 | 18:55 WIB - Sosok
Penulis: Holy . Editor: Wis

JIKA makanan harus diberi pengawet agar tahan lama, hal itu tak berguna bagi kenangan. Tak ada rumus untuk membuat kenangan bertahan bertahun-tahun. 

Ia hanya perlu peristiwa yang berkesan, untuk kemudian berdiam dalam ingatan manusia bertahun-tahun lamanya.

BERITA TERKAIT:
29 Mahasiswa UPGRIS Ikuti Pertukaran Pelajar, Ini 12 Universitas Tujuannya
Teliti Teks Iklan Kuliner Semarang, Dosen PBSI UPGRIS Raih Gelar Doktor
Fokus Bidang 3D, Mahasiswa UPGRIS Diterima Kerja Sebelum Wisuda
LPF VI UPGRIS Optimalisasi Green Technology
UPGRIS Kerjasama dengan UNY, untuk Pengembangan Laboratorium Keolahragaan

Ira Wahyu Wijayanti tak ragu menjawab pertanyaan tentang asal-usul pilihannya mengambil jurusan arsitektur di Universitas PGRI Semarang

“Dulu mbah saya kontraktor bangunan. Sewaktu SD, saya sering diajak memantau proyek, melihat pembangunan jembatan di daerah banyumas," kata Ira, Sabtu (9/7/2022). 

Kenangan bersama mbah membuat perempuan kelahiran Banyumas, 9 Agustus 1997, ini punya gambaran yang jelas mengenai pilihan karir yang hendak ia tempuh kelak. “Saya senang sekali lihat proyek, jadi berpengaruh ke kesukaan saya di bidang karir," jelasnya.

Sejak peristiwa itu, Ira senang bersinggungan dengan proyek bangunan dan desain.

 

Ucapan Ira itu memang bukan isapan jempol semata. Baru-baru ini ia baru saja menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Perancangan Kantor Sewa dan apartemen di SCBD”. Namun, dua tahun sebelum ia menyelesaikan skripsinya itu, ia sudah diterima bekerja di salah satu konsultan arsitek di Banyumas.

Kemampuannya dalam menekuni arsitektur tersebut semakin kuat saat ia mengerjakan skripsi.

“Proyek skripsi saya mengambil objek apartemen. Saya memaksimalkan ketersambungan gedung di area sempit dan padat, seperti di SCBD, Jakarta. Jadi saya membuat proyek desain apartemen yang terhubung dengan area transportasi,” ungkap dia.

Selain itu, keputusan Ira menjadi arsitek pun didorong oleh kesukaannya pada menggambar. Tak ada darah seni dari kedua orang tuanya, Dwi Subiyanto dan Siswati. Namun, Ira merasa sangat menyukai menggambar ilustrasi.  

“Dari suka menggambar itu, iseng-iseng jual ilustrasi. Moodnya kadang bagus, jadi bisa dua jam selesai. Tapi pas jelek, lama prosesnya,” kenang alumnus SMA 5 Purwokerto ini. 

Dari kegemarannya ini, Ira pernah menerima banyak pesanan ilustrasi, terutama saat banyak acara wisuda. 

Kini, Ira tinggal menunggu jadwal wisuda, dan ia berencana mendaftar di perusahaan penyedia jasa konsultasi arsitek. Bahkan, tempat kerjanya yang sebelumnya siap sedia menerima Ira jika ia berkenan kembali ke Purwokerto. Selamat ya, Ira. Sukses buat kamu.


tags: #universitas pgri semarang #upgris #mahasiswi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI