Usai Diterpa Musibah, Yoyok Bangkit Dirikan Myphotoclub Studio

Bersama pulihnya kondisi lengannya, semangatnya untuk berbisnis pun perlahan bangkit.

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 14:16 WIB - Sosok
Penulis: Siti Muyassaroh . Editor: Wis

PRIO Iskandar, atau yang akrab disapa Yoyok, merupakan seorang fotografer dan videografer profesional asal Semarang yang menekuni bidang tersebut selama belasan tahun. 

Perjalanan Prio Iskandar hingga menjadi fotografer sukses tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada beragam cobaan di sana, mulai dari kehilangan kamera, hingga mengalami kecelakaan yang mengakibatkan lengannya patah.

BERITA TERKAIT:
Pemkab Boyolali Jadikan Lomba Fotografi Sarana Berantas Rokok Ilegal
Tingkatkan Kemampuan Personel di Bidang Fotografi dan Videografi, Humas Polda Jateng Gelar Latkatpuan
Ruang Rabu Unika Sajikan “Streetphotography” dari Lensa Salah Satu Fotografer Asia Paling Berpengaruh
Usai Diterpa Musibah, Yoyok Bangkit Dirikan Myphotoclub Studio
Tokopedia Beri Pelatihan UMKM Jateng untuk Bangkit

Saat masih berstatus mahasiswa di jurusan Komunikasi Universitas Diponegoro (Undip), kisaran tahun 2002-2004, Yoyok sempat menjajal dunia broadcasting dengan bekerja di ProTV Semarang sebagai produser lapangan.

Pengalamannya menjadi produser lapangan yang banyak menangani program entertain di Semarang, membuatnya banyak mengenal para artis dan tokoh penting lainnya. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor kesuksesan Yoyok dalam dunia fotografer: banyak relasi.

Usai lulus kuliah pada tahuh 2006, Yoyok mulai terjun ke dunia fotografi profesional. Ia mempelajari fotografi kepada fotografer senior yang sudah memiliki bisnis. kemudian pada tahun 2007, pria kelahiran 6 April 1981 itu membuat Production House (PH) mediaproject bersama teman-temannya dengan produk video wedding.

Setelah menikah pada 2007, Yoyok mulai memikirkan untuk membangun bisnis milik sendiri. Kemudian, pada 2008 ia mendirikan PH sendiri bernama recmovie yang menitikberatkan produk video/company profile. Pada masa-masa awal merintis PH-nya itu, Yoyok mengaku sambil belajar fotografi. Hingga tahun 2014, PH recmovie pun mengalami masa kejayaan.

"Jadi antara 2009 sampai 2014 itu masa di mana kejayaan fotografi saya itu dikenal banyak orang. Saya berbisnis itu lancar, bisa invest awal banyak," kata Yoyok kepada tim KUASAKATACOM saat disambangi di studio foto 'Myphotoclub' miliknya yang berlokasi di Jalan Hasanudin Ruko Permata Hijau CC 3, 8, Kuningan, Kec. Semarang Utara, Kota Semarang. 

Pada tahun yang sama, Yoyok juga mengalami kejadian tak menyenangkan. Ia sempat kehilangan satu tas berisi lensa dan kamera yang bernilai hingga Rp100 juta rupiah. Tak lama setelah itu, ia juga mengalami kecelakaan hingga lengannya patah.

"Tahun 2014, ada EO yang menggandeng saya untuk hunting foto. Kami cari model, cari peserta sebanyak mungkin. Dulu, ada yang free ada yang berbayar. Saat itu, ada event di Marina Convention Center, saya hunting foto bersama para fotografer lainnya yang mencapai 100 orang," kenang Yoyok.

Lalu, usai selesai acara dan berkemas, tas Yoyok yang berisi sejumlah lensa dan kamera hilang entah ke mana. Tas berisi lensa dan kamera model terbaru saat itu jika diuangkan, nilainya bisa mencapai Rp100 juta. Ia sebenarnya sudah mencoba melapor ke Polrestabes, tetapi tidak ada kelanjutan, barang-barangnya tetap tidak bisa kembali. Ikhlas tak ikhlas, Yoyok pun akhirnya merelakannya.

 

Selang sekitar seminggu kemudian, Yoyok kembali mengalami pengalaman tidak menyenangkan. Ia mengalami kecelakaan hingga membuat lengannya patah.

"Pas itu ada cewek jatuh naik motor, saya menghindari, tapi nggak nyandak karena terlalu dekat, jadi ikut jatuh sekalian," ujar pria 41 tahun itu.

Selama 3-4 bulan usai kecelakaan, ia menjalani terapi untuk memulihkan lengannya. Kendala kesehatan tersebut juga membuatnya istirahat memotret. Usai mengalami kejadian tersebut, Yoyok mengaku lebih semangat dan lebih religius. 

"Langsung apapun bisnis itu melibatkan Gusti Allah pasti gampang. Ternyata begitu jalannya, saya diingatkan bahwa jangan lupa yang memberi kejayaan itu bukan orang lain, bukan manusia, tapi Allah yang ngasih," ujarnya.

Yoyok mengaku dirinya dulu bermimpi ingin sekali punya studio sendiri, meskipun hanya berisi satu kamar di dalam rumah untuk studio. Ia tak pernah membayangkan akan memiliki studio sebesar yang dimilikinya kini.

"Tapi ya itulah, kebesaran Allah. Sebagai manusia, ya tugas kita usaha dan berdoa, sisanya biar Allah yang mengatur," tandasnya.

Bersama pulihnya kondisi lengannya, semangatnya untuk berbisnis pun perlahan bangkit. Salah satu sosok berjasa dalam hidup seorang Prio Iskandar adalah Haothing Tan, yang sudah dianggapnya sebagai guru, mentor, sekaligus teman.

"Dari 2010-2011 saya mengenal Pak Haothing Tan sebagai guru, mentor, sekaligus teman. Beliau yang membangkitkan semangat dan memotivasi saya. Ruko Myphotoclub ini milik beliau, disewa tahun 2014. Mulai awal lagi setelah kejatuhan," ungkap ayah dua anak itu.

Pada 4 januari 2015, ia pun kembali mendirikan studio bernama 'Myphotoclub' dengan menyewa ruko di kawasan Sayidan. Produknya hampir sama seperti PH yang ia dirikan dulu, yakni foto, video, dan hal-hal yang berbau fotografi serta videografi. Setelah selama 2 tahun menyewa ruko, ia akhirnya menemukan tempat baru untuk disewa hingga dibelinya. Ruko tersebut lah yang kini menjadi studio 'Myphotoclub' hingga sekarang.

"Kemudian cari lagi, dpt tempat ini. Kita sewa, kita rombak. November 2019 syukuran studio milik sendiri, bukan nyewa, hingga sekarang," lanjutnya.

Ruko tersebut selain menjadi tempat kerja, juga menjadi sekretariat Asosiasi Profesi fotografi Indonesia (APFI) Jawa Tengah, di mana Yoyok menjabat sebagai sekretaris. Asosiasi ini menitikberatkan agar fotografer yang bergabung menjadi anggotanya memiliki sertifikat profesi. 
 


tags: #fotografi #fotografer #myphotoclub #prio iskandar #apfi

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI