Pipit Windri Aryati

Pipit Windri Aryati

Peduli Lingkungannya, Pipit Getol Promosikan Kegunaan Eco Enzym

Nilai lebih seorang perempuan menurut Pipit adalah yang memiliki kemampuan positif. 

Sabtu, 03 Desember 2022 | 11:58 WIB - Sosok
Penulis: Wisanggeni . Editor: Wis

SEMUA yang terjadi di dunia ini, diyakini oleh Pipit Windri Aryati bukan tanpa maksud. Peristiwa ataupun pertemuan-pertemuan yang terjadi selalu ada peran Tuhan didalamnya. Sehingga ia menanamkan dalam dirinya, Tuhan itu selalu baik.

Ibu dua putri tersebut mengaku menerima banyak anugerah dari Tuhan melalui pertemuan dengan banyak orang. Hal itu juga yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu agar pertemuan-pertemuan itu menjadi bermakna.

BERITA TERKAIT:
Pemkab Blora Beri Kartu Tanda Pengenal untuk Pemandu Karaoke, Biar Apa? 
Kasus Bullying di Blora Berakhir Damai, Pelaku Wajib Lapor 
Tinjau Panen di Blora, Bulog Janjikan Harga Beras akan Kembali Normal 
Gandeng Generasi Muda, Dinporabudpar Blora Akan Selenggarakan Jelajah Budaya 2024
Sudah Lama Diusulkan, Nama Jalan Pramoedya Ananta Toer di Blora Belum Juga Diresmikan 

"Saya merasa Tuhan itu sangat baik, kasih pertolongan saya. Hidup saya ini karena anugerah saja gratisan intinya. Hidup saya itu hanya terima anugerah Tuhan melalui pertemuan dengan banyak orang. Mereka itu tiba-tiba datang ke saya, nah dengan ketemu kayak begitu saya ngapain kalau tidak berbuat sesuatu. Itu yang utama," kata Pipit.

"Ibu saya selalu bilang kalau ngasih orang itu beri yang terbaik, misalkan ada pengemispun kasih makan yang terbaik. Dan basic pondasi pikiran saya ya itu dari ibu saya, makanya kasih orang yang terbaik jangan asal ngasih," sambungnya.

Yang terbaik itu, menurutnya bukan berarti memberikan yang paling mahal. "Yang terbaik diajarkan ibu saya, ya yang terbaik versi dirimu," ujarnya.

Getol Promosikan eco enzym
Hal itu pula yang menggerakkan Pipit melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan dilingkungannya di kawasan Perumnas Karangjati, Kabupaten Blora. Dengan cara gencar mempromosikan manfaat eco enzym ke tetangganya, menurutnya penggunaan eco enzym sama dengan menyelamatkan lingkungan tempat tinggalnya dari kerusakan bahan-bahan kimia. 

Untuk diketahui Eco enzyme adalah cairan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu).

"Ini bermula dari pandemic blessing, saat pandemi itu kan tidak ngapa-ngapain makanya saya berkebun dan menanam di pot. Saat menanam ini, saya inginnya memakai pupuk organik bukan pupuk kimia. pupuk organik kan mahal ya, kemudian teman saya cerita bisa bikin pupuk organik dari eco enzym dan mau mengajari saya untuk membuatnya," ucap Pipit.

Merasa berhasil membuat eco enzym, dan merasakan betul manfaatnya pada tingkat kesuburan tumbuhan yang ia tanam dan pupuk secara rutin membuatnya semangat untuk membagikan pengalaman itu ke teman dan serta relasinya.

Apalagi menurutnya bahan dasar pembuatan eco enzym, sangat mudah ditemui di lingkungannya. 

Ia makin tertarik dengan manfaat eco enzym lainnya, ternyata selain bisa dibuat pupuk, turunan dari produk itu bisa dijadikan sabun, shampo dan alat terapi. Oleh itu ia mengikuti lagi latihan membuat produk turunan eco enzym.
  
"Pertama itu saat pelatihan yang diadakan di Dinas PUPR Kabupaten Blora tanggal 25 November 2021, dengan pesertanya waktu itu ibu-ibu dharma wanita. Setelah itu hasil pelatihan itu kami panen, tiga bulan setelah panen kami pakai untuk mengepel atau untuk membersihkan lantai kamar mandi. Waktu itu hasil panen eco enzym hanya untuk itu saja," kata Ketua Dharma Wanita Dinas PUPR itu.

Memproduksi Sabun dari eco enzym
Dua kali berhasil membulatkan tekad Pipit untuk mengajak tetangganya membuat eco enzym, hal itu disampaikan saat ada pertemuan warga di lingkungan perumahannya. Ajakan tersebut disambut antusias oleh tetangganya, usai pertemuan itu ia mengajak tetangganya untuk terlebih dulu belajar pembuatan eco enzym

 

Berikutnya Pipit bersama para anggota Dasa Wisma (Dawis) menjadi lebih sering pergi ke pasar untuk memunguti sampah sayur dan buah untuk dijadikan di bahan dasar pembuatan eco enzym

Setelah tiga bulan melakukan proses itu, warga Perumnas Karangjati di Bulan November lalu melakukan panen perdana. Ada sebanyak 100 liter eco enzym yang dapat mereka panen. 

Banyaknya eco enzym yang dihasilkan oleh warga, membuat Pipit tergerak untuk kembali mengikuti pelatihan pembuatan sabun mandi, sabun cair laundry, dan shampo yang berasal dari bahan turunan eco enzym

"Usai mengikuti pelatihan itu, saya membuka latihan bersama dengan ibu-ibu disini untuk membuat sabun cair laundry," jelas wanita yang pernah bekerja di salah satu bank BUMN tersebut.

Pipit menandaskan eco enzym tidak bisa diperjualbelikan namun kalau untuk bahan turunannya bisa diolah dan memungkinkan mendapatkan penghasilan. 

"Kalau ibu-ibu itukan suka kalau ada duitnya, siapa tahu ini bisa pecah telur dan jadi pengusaha sabun mandi. Ini sabun sultan, tidak sembarang orang kenal sabun dari eco enzym. Nilai lebih sabun ini adalah tanpa pengawet, kemudian tanpa kimia," tandasnya.

"Kini ibu-ibu ini bisa membuat sabun dari eco enzym yang tidak mengandung detergen tapi bisa keset, bersih, kenyal, bisa mengurangi flek dan mengurangi bau badan," imbuhnya.

Nilai lebih seorang perempuan menurut Pipit adalah yang memiliki kemampuan positif. "Seorang perempuan yang memiliki kemampuan atau bisa membuat sesuatu itu value buat perempuan, nilai lebih seorang perempuan yakni dengan mau belajar dan mau bersama-sama maju itu yang diinginkan Kartini zaman dulukan seperti itu," ujar istri Samgautama Karnajaya itu.

Mengidolakan Ibunya dan Iriana Jokowi 
Pipit mengaku sangat mengidolakan sosok Iriana Jokowi istri Presiden Joko Widodo. Menurutnya Iriana adalah sosok yang sederhana dan bersahaja.

"Kita itu perempuan butuh sosok teladan, dan kita punya teladan dari istri pejabat negara yang ada pada sosok Iriana Jokowi. Saya tertarik banget dengan kesederhanaan beliau yang bersahaja," kata Ketua eco enzym Nusantara Blora itu.

Oleh itu, ia mencoba untuk mengikuti idolanya tersebut dalam menerapkan hidup sederhana.

"Saya ngga pernah merasa kekurangan, buat saya makan sambel sama tempe tahu itu sudah enak. Sekali-kali ngga apa-makan steak, namun sekali-kali jangan dijadikan gaya hidup," tandasnya.

Selain mengidolakan Iriana Jokowi, Pipit juga sangat mengagumi ibunya, dalam setiap ceritanya selalu terselip tentang sosok ibu. 

"Saya belajar juga dari ibu saya, karena ibu saya pernah bilang kamu harus sekolah supaya kamu bisa menolong orang lain dan menolong saudara-saudaramu. Sekolah itu bukan untuk kaya, harapan bapak dan ibu saya harus banyak menolong orang karena keluarga kami banyak ditolong orang. Dan itu selalu diingatkan oleh ibu," ucap Pipit.

***

tags: #kabupaten blora #dinas pupr #pupuk organik #eco enzym

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI