Misaki Shinohara, Dosen UNDIP yang Berusaha Bantu Mahasiswa Sukses Berkomunikasi Bahasa Jepang

Misaki pernah bekerja sebagai guru renang bersertifikat resmi di Jepang dari usia balita hingga SMA.

Rabu, 31 Januari 2024 | 07:56 WIB - Sosok
Penulis: - . Editor: Fauzi

Menjadi seorang dosen pasti memiliki tujuan yang mulia, yaitu menjadikan anak didiknya sukses dalam kehidupan pascakuliah nanti. Hal tersebut berusaha diterapkan oleh salah satu dosen Bahasa Jepang  Universitas Diponegoro (UNDIP), Misaki Shinohara (55) dalam mengajar di dalam kelas dengan tujuan mahasiswanya bisa sukses berkomunikasi Bahasa Jepang.

dosen prodi D4 Bahasa Asing Terapan UNDIP itu lahir di negara Matahari Terbit pada 1 Juli 1968. Selain menjadi dosen, ia merupakan guru Bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang  tinggal di Bukit Sari, Semarang.

BERITA TERKAIT:
Teliti Teh Hijau, Dosen Sekolah Vokasi Undip Raih Penghargaa
Unnes Serukan Penyelenggara Negara Harus Netral di Pemilu 2024
Misaki Shinohara, Dosen UNDIP yang Berusaha Bantu Mahasiswa Sukses Berkomunikasi Bahasa Jepang
Harvard University Buka Mata Kuliah 'Taylor Swift and Her Wolrd', Dosennya Swifties
Aplikasi Mobile Math Trails Bawa Dosen Unnes Raih Penghargaan dari Kemendikbudristek

Sebelum menetap di Indonesia, ia pernah tinggal di beberapa kota di Jepang seperti Tokyo, Akkita, dan Hokkaido hingga umur 21 tahun. Meskipun begitu, saat ini ia masih mempunyai tempat tinggal di daerah Kawasaki, Jepang. Selanjutnya, ia pernah tinggal di California, Amerika Serikat hingga umur 25 tahun karena melanjutkan kuliah di Holy Names University mengambil jurusan Liberal Studies and Business Administration, dan kembali ke Jepang untuk bekerja sampai usia 28 tahun.

Selanjutnya Misaki menceritakan, mengenai pengalamannya pertama kali menjadi seorang pengajar di Indonesia pada tahun 1997 hingga saat ini.

“Yang pertama sebelumnya saya bukan guru, tetapi saya adalah native speaker dan ada yang meminta tolong untuk mengajar di sekolah bahasa atau private awalnya seperti itu. Jadi saya datang ke Indonesia itu pada tahun 1997. Terus tahun berikutnya, ada banyak yang meminta tolong di sekolahan, sekolah bahasa 1, private yang mau berangkat ke Jepang. Terus setelah itu, ada orang yang tau sensei lalu diajak mengajar di sekolah di UDINUS jurusan Bahasa Jepang. Setelah itu, saya diajak mengajar di SMA Karang Turi karena ada ekstra Bahasa Jepang, terus mengajar Bahasa Jepang di sekolah-sekolah dan LPK sambil membuka private di rumah, setelah itu saya diajak mengajar Bahasa Jepang di UNDIP sampai sekarang,” tuturnya saat diwawancarai tim KUASAKATACOM pada Selasa (30/1/2024) siang.

Namun, sebelum menjadi pengajar di Indonesia, dosen tersebut pernah bekerja sebagai guru renang bersertifikat resmi di Jepang dari usia balita hingga SMA.

Berawal dari kesukaanya mengajar sejak dulu, terutama dengan murid-murid yang susah sekali paham atau kurang pandai karena baginya itu merupakan sebuah tantangan. Selain itu, karena selama tinggal di Indonesia, ia banyak mengajarkan Bahasa Jepang kepada orang Indonesia yang suka dengan bahasa dan budaya Jepang sehingga ia merasa berterima kasih kepada orang Indonesia dan ingin membantu mereka agar bisa sukses.

 

Selama menjadi dosen Bahasa Jepang di UNDIP, ia menerapkan sistem mengajar yang hampir sama dengan di Jepang yang selalu update materi pembelajaran yang disesuai dengan kondisi, sama halnya dengannya yang selalu menggunakan materi yang baru setiap mengajar sehingga dosen asli Jepang tersebut selalu update terkait cara mengajar supaya mahasiswa tidak merasa bosan dan suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan dapat mengantarkan mereka sukses bekerja, terutama bekerja di Jepang.

Hal yang dilakukan seperti mengikuti work shop kemudian menerapkannya di dalam kelas. Namun, sebelum menerapkannya ia harus mempelajarinya terlebih dahulu supaya tidak gagal dalam mengajar karena sebagai bentuk tanggung jawab dirinya sebagai seorang pengajar.

Kemudian dosen yang biasa dipanggil ‘sensei’ ini menceritakan pengalaman menariknya selama mengajar di kampus, terutama mengajar kepada mahasiswa yang belum mahir.

“Iyaa, kalau ini ya, kalau yang menarik di universitas seperti mahasiswa saya bisa berkomunikasi dengan saya menggunakan Bahasa Jepang, berkomunikasi dengan orang Jepang, mereka sukses. Dan itulah yang membuat saya semangat mengajar disini, itulah yang menarik mengajar di sini,”ungkapnya.

“Saya malah seneng dekat dengan mahasiswa yang belum bisa, tapikan saya tidak bisa memaksa karena sudah mahasiswa. Seperti ‘kamu harus kesini, latihan terus sama saya.’ Saya selalu bilang ‘terserah kamu, saya ada waktu,’ Jadi kalau mau latihan, mau belajar, atau ingin belajar Bahasa Jepang, silahkan. Jadi saya lebih suka mengajar dengan anak-anak yang susah begitu. Tapi ini, waktu awal-awal baru mengajar itukan, kalau sudah bisakan, mereka itu bisa sendiri. Tapi yang tidak bisa itu masih minta tolong, jadi saya ingin bantu supaya bisa sukses,” tambahanya.

dosen yang saat ini tengah menyelesaikan studi S2-nya ini, hal yang membuatnya sulit saat mengajar yaitu mengikuti ucapan para mahasiswa yang terkadang berbeda dari ucapan Bahasa Jepang aslinya, karena bahasa ibunya, bukan Bahasa Jepang.

Selain itu kendala lainnya yang ia rasakan selama mengajar, yaitu kurangnya motivasi mahasiswa dalam belajar Bahasa Jepang, terutama mengenai tujuan mahasiswa masuk jurusan Bahasa Jepang berbeda-beda, salah satunya ada yang hanya ingin masuk di universitas terkenal. Tetapi karena sudah masuk jurusan ini mereka harus bertanggung jawab menyelesaikan studi.

Selama mengajar dosen yang melanjutkan S2 di jurusan linguistik ini, selalu memberikan kesempatan kepada mahasiswa saat tidak bisa mengikuti mata kuliahnya, seperti tidak malu untuk bertanya terkait materi yang tidak dimengerti, melalui WA atau datang secara langsung karena ia mempunyai harapan mahasiswa yang diajarkan olehnya bisa sukses dengan Bahasa Jepang.

*Ditulis oleh wartawan magang KUASAKATACOM: Rahardian Haikal Rakhman

***

tags: #dosen #undip #bahasa jepang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI