Bu Sunarto saat memotong Gethuk Magelang buatannya, Gethuk Pojok

Bu Sunarto saat memotong Gethuk Magelang buatannya, Gethuk Pojok "Bu Narto" sudah ada di samping gedung Semarang Center Johar (SCJ) sejak tahun 1972.

Manis Legitnya Gethuk Pojok "Bu Narto", 48 Tahun Menjaga Rasa

Cita rasa manis legit, serta tidak meninggalkan rasa pahit sama sekali.

Sabtu, 14 November 2020 | 16:32 WIB - Uji Rasa
Penulis: Wisanggeni , Firin . Editor: Wis

Wilayah Magelang memiliki jajanan khas gethuk yang sudah terkenal di Indonesia, sehingga wisatawan yang sedang berwisata di Yogyakarta atau Magelang pasti tidak akan lupa membeli oleh oleh Gethuk Magelang. Meski jajanan yang terbuat dari bahan dasar ketela itu mudah ditemui di wilayah manapun di Jawa Tengah, namun Gethuk Magelang memiliki tekstur rasa dan warna yang sangat khas berbeda dengan lainnya. 

Di Semarang, ternyata ada seorang penjual gethuk asli Magelang yang setiap hari berjualan di kawasan Pasar Johar lama, lokasi tepatnya samping Semarang Center Johar. 

Penjual gethuk tersebut bernama Bu Sunarto, ia menjajakan "Gethuk Pojok Bu Narto" di Pasar Johar jauh sebelum Pasar Johar terbakar, yakni sejak tahun 1972 atau telah 48 tahun berjualan gethuk. Rutinitas tersebut dilewatinya setiap hari. Bu Sunarto tiap pagi pukul 03.30 WIB berangkat dari kampungnya Karet, yang berada dekat Taman Kyai Langgeng sampai di Pasar Johar pukul 07.30 WIB.

Gethuk produksi Bu Sunarto memiliki cita rasa manis legit, serta tidak meninggalkan rasa pahit sama sekali. Karena panganan ini tidak mengandung pengawet jadi hanya mampu bertahan selama satu hari saja.

Bu Sunarto mengatakan, resep gethuk buatannya tersebut merupakan resep turun menurun dari almarhumah neneknya. "Cara pembuatannya seperti yang diajarkan ibu dan nenek saya, dari cara menanak singkong hingga mengolahnya menjadi gethuk, semuanya seperti yang diajarkan. Karena itulah yang membuat rasa gethuk ini tetap sama tidak berubah sama sekali sejak dulu," ungkapnya.

 

Karena benar benar menjaga cita rasanya itulah, banyak konsumen berlangganan jajanan gethuk Bu Sunarto. Bahkan tidak jarang yang memesan pangan itu untuk acara hajatan.

Disaat pandemi ini, Bu Sunarto mengatakan gethuk yang dibawanya tidak sebanyak dulu. "Dulu sebelum pandemi dan kebakaran Pasar Johar, saya sehari bisa bawa 100 kg gethuk. Namun, sekarang saya hanya bawa 25 kg per hari. Pernah coba saya lebihkan, ternyata yang laku cuma 25 kg," ungkapnya.

Bu Sunarto pun mengingat dulu sebelum Pasar Johar kebakaran, banyak orang lalu lalang didepan lapaknya. "Banyak yang mampir sampai saya kewalahan, namun itu dulu," katanya.

BERITA TERKAIT:
Manis Legitnya Gethuk Pojok "Bu Narto", 48 Tahun Menjaga Rasa

Dari berbagai macam Gethuk Magelang yang dibawa Bu Sunarto, yang paling banyak diminati gethuk lindri. "Saya kalau ke Gethuk Pojok Bu Narto, selalu beli gethuk lindri. Rasanya legit manis berbeda dibandingkan dengan tempat lain, serta yang pasti tekstur gethuknya lembut," kata Ana, salah satu pelanggan Bu Sunarto.


tags: #48 tahun menjaga rasa #manis legitnya gethuk pojok #gethuk magelang

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI