AROEM RESTO, waktu melambat di sini | foto-foto: LBL

AROEM RESTO, waktu melambat di sini | foto-foto: LBL

Aroem Resto, Mereplika Ruang Makan Keluarga Kita

Kita disandera oleh kenyamanan yang tak ingin ditinggalkan.

Senin, 25 Juli 2022 | 09:04 WIB - Ujirasa
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

DI AROEM Restauran & Ballroom waktu seakan berhenti. Itulah yang kami rasakan saat menjejakkan kaki kali pertama ke resto yang berlokasi di jalan Dr Wahidin, Kaliwiru, Semarang ini. Mengambil tempat di pojokan kiri dalam, kami menemukan kepadatan pengunjung tak membuat suasana jadi riuh. Atmosfir yang hommy, nyaman, dan santai, tetap terjaga. Mungkin corak hijau dan warna pastel yang mendominasi ruangan memberi efek tenang, sehingga aksentuasi akrab selalu terlahirkan.

Atau karena kami berada di dalam, ya? Di ruangan ber-AC, sehingga kenyamanan memang terjaga?

BERITA TERKAIT:
Serunya Berkunjung ke Jalan Bhali, Tempat Kulineran Baru di Klaten
Ayam Penyet Surabaya, Pas untuk Menegosiasikan Pedas
Aroem Resto, Mereplika Ruang Makan Keluarga Kita
Di Tungkubumi, Mata dan Lidah pun Menemukan Kehangatan
Jamu Coro Khas Demak, Minuman Hangat Favorit Para Raja 

Maka pada kunjungan kedua, kami sengaja memilih outdoor, siang hari, dan berkipas angin yang berada di tingkap. Namun, tetap saja, siang yang terik terasa redup dan berjalan lamban. Para keluarga yang makan, atau juga kelompok pengunjung lain, tampak tergelak, sembari mengunyah makanan. Tak ada suasana tergesa, ricuh, atau ketaksabaran karena makanan tak kunjung datang, misalnya.

‘’Enak di sini ya, Pi. Besok lagi, kita coba di belakang ya? Adek ingin buat konten sekalian,’’ kata si bungsu, sembari memainkan ponselnya.

Pesanan kami pun datang. Menu pembuka, tahu cabe garam dan kentang goreng. Rasanya, istimewa. Kami pun menambah sayap lada garam, dan lidah menemukan kejutan-kejutan kecil dari rasa pedas dan asin.

‘’Enaknya sama seperti yang biasa kita pesan ya, Pi,’’ kata si sulung, sembari menyebutkan sebuah resto di Java Mal.

Menu pembuka di sini tak mahal, di kisaran 30-50 ribu saja. Itu pun dengan porsi besar. Tampaknya, porsi di Aroem memang cukup besar, sehingga bisa dinikmati kami berempat.

 

Menu utama kami coba beberapa. Kaylan dua rasa, brokoli kucai, nasi goreng ikan asin, sapi lada hitam, dan sop ikan. Minum sedapatnya saja, beberapa jus dan teh panas.

Satu yang istimewa di Aroem, adalah olahan sayurnya. Terasa pas. Tidak terlalu matang, masih krenyes saat dikunyah, yang menimbulkan kenikmatan tersendiri. ‘’Sayur yang matangnya pas, tidak sampai lembut, membantu produksi enzim di tubuh, sangat bagus untuk kesehatan,’’ kata dr Tan Soet Yen, ahli gizi dan kesehatan. Kayaknya, Aroem mengadopsi ini.

Selebihnya? Not bad-lah. Aroem berkonsep masakan nusantara. Namun, daripada citarasa Jawa yang manis, Aroem justru lebih merepresentasikan cita rasa masakan cina, gurih-asin.  Penggunaan bawang putih tampaknya cukup dominan. Nasi gorengnya cukup istimewa. Biasanya, kami menemukan nasi goreng di resto itu jarang yang enak dan nendang. Selalu kalah dengan nasi goreng di pinggiran jalan. Tapi Aroem mematahkan hal itu. Nasi gorengnya mantul, nasinya berderai alias tidak menggumpal, dan topingnya juga tidak pelit. Kali lain, kami bersepakat akan mencoba nasi goreng pete, hahaha…

Makan sembari ngobrol, menggosipkan hal-hal kecil, menjadi hal yang sangat mungkin di Aroem. Meski ramai, jarak antarpengunjung memang terjaga, sehingga obrolan keluarga kita tetap akan terlindung privacy-nya. Meski, siapa juga ya yang akan bicara hal rahasia di resto, haha… Tapi, intinya, Aroem memindahkan suasana makan di rumah yang bebas dan akrab, dan kita ‘’dipenjara’’ dalam suasana yang tak ingin kita lepaskan segera. Maka, tanpa disadari kita betah berlama-lama di sini.

‘’Suasananya enak, Mas. Anak-anak suka, apalagi menunya banyak, kita ga repot. Kami pertama dengan semua keluarga besar di sini, dan semua suka, happy,’’ kata Sindy, yang datang bersama suami dan dua anaknya.

Bagaimana dengan harganya? ‘’Setimpallah untuk kelas resto dan suasananya, bisa dimaklumi,’’ tambahnya, sembari tersenyum.

Sindy betul. Kenyamanan memang hal utama yang dijual Aroem, selain makanannya. Staf sangat ramah dan gercep melayani. Suasana cozy dan intim, serta fasilitas kamar mandi yang bersih dan cantik. Di bagian depan, berbatas parkiran, bahkan tersedia arena bermain untuk anak-anak. 

Datang pukul 13.07 kami baru kelar makan dan berhahahihi pukul 15.44. Cukup menjadi bukti, di Aroem, waktu memang serasa berhenti, kami abai dan tak menyadari.


tags: #kuliner #kuliner semarangan #uji rasa #makanan halal #aroem resto

Email: redaksi@kuasakata.com

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI