Suasana malam di Ka.Ma Coffee | LBL

Suasana malam di Ka.Ma Coffee | LBL

Kuy, Nongkrong Sepuasnya  di Ka.Ma Coffee

Kama berarti cinta, juga sanggama. Apakah ini konsepnya, percintaan makanan dan suasana?

Senin, 26 September 2022 | 07:58 WIB - Ujirasa
Penulis: Penaka Kemalatedja . Editor: Kuaka

WILAYAH Tembalang di Semarang memang telah berubah jadi pusat kuliner. kafe, resto, warung, bertebaran, terus bermunculan bak jamur di musim hujan. Salah satu yang baru, dan menawarkan kenyamanan untuk kaum milenial adalah Ka.Ma Coffee Semarang.

kafe ini di tata sangat minimalis, meski cukup luas. Terletak di ujung jalan Mulawarman Barat, yang berbatasan langsung dengan kali dan hamparant tegalan, Ka.Ma jadi memiliki view yang lumayan. Mata pengunjung, yang jika memilih di bagian outdoor, akan dapat menangkap lanskap langit yang luas. Jika sore, langit yang membiru, yang menjadi background para pemancing di kali, menambah renyah situasi.

BERITA TERKAIT:
Pemuda Asal Jepara Ditemukan Tewas di Kamar Kos Tembalang Semarang
Kelurahan Meteseh Semarang Deklarasi Tolak Politik Uang Pemilu 2024
Mahasiswi PTS di Semarang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Bulusan Selatan
Dua Truk dan Satu Bus Terlibat Kecelakaan Karambol di Tol Tembalang Semarang
Mbak Ita Ngaku Merasa Miris dan Prihatin Kasus KDRT di Sendangguwo Semarang

milenial Bergaya
Ka.Ma memang menyasar anak-anak muda. Itulah sebabnya, kursi dan meja sangat imut, dan cenderung kaku. Di area outdoor, selain ada lahan arena, sehingga pengunjung dapat duduk berjenjang dalam trap-trap dari semen, juga tersedia meja-kursi dari besi, yang dapat dipindahkan sesuka hati, ke area yang diinginkan pengunjung.

‘’Sejak buka Januari lalu, memang rame begini,’’ terang Abdi, salah satu peramusaji. ‘’Banyak remaja dan mahasiswa yang memilih mengerjakan tugas di sini,’’ tambahnya.

Memang, selain berhahahihi, para pengunjung sore Minggu itu (25/9/2022) juga tampak suntuk menghadapi laptopnya. Beberapa juga berdiskusi, dan tergelak bersama. Di sudut utara, ada yang tampak tengah rapat melalui aplikasi zoom. Sebuah situasi kafe yang amat berwarna.

Karena menyasar milenial, makanan di sini memang cenderung simpel dan sederhana. Tak terlalu banyak varian, karena tujuan milenial barangkali bukan semata makannya, tapi tempat dan keakrabannya yang dijanjikannya.

 

Kami misalnya, memesan crispy chicken with sambal matah, mac and cheese, pasta carbonara, dan kentang goreng. Minum kami cukupkan dengan matcha, lemon tea, classic tea, dan air mineral. Memesannya di meja bartender, kami menunggu beberapa saat sebelum mengambil pesanan.

Sebagai kafe yang menyasar anak muda, Ka.Ma ternyata bukan kaleng-kaleng. Penyajian menunya sangat mengundang selera. Esterikanya tampak bukan saja dari garnis yang manis, melainkan pilihan dari piring saji, yang unik dan berkelas.

Soal rasa? Meski selera itu individual, kami harus akui, Ka.Ma memberikan kejutan dalam tiap menunya. Sambal matahnya istimewa, wangi dan segar. Tampaknya dibuat langsung sebelum disajikan. Pastanya juga berkualitas. Dan yang utama, keju yang digunakan tampaknya juga bukan sembarangan. Terbukti, si kecil yang sangat penyuka keju, langsung bernafsu.

‘’Ini kejunya enak. Adek suka kalau ini,’’ terangnya.

Bagaimana dengan harga? Ka.Ma tampaknya menyasar milenial kelas menengah atas. Dan sepertinya itu berhasil. Di parkiran, selain motor, mobil-mobil pun tertata rapi, dan banyak. Kalangan yang datang pun menenteng laptop tipis-tipis, tanpa gaya hidup yang cukup mapan. tak heran juga jika harga makanan yang diterapkan masuk kategori kafe menengah.

Untuk makanan harga di kisaran Rp 40ribuan. Sedangkan minum bervariasi. Namun jika teh panas mangkuk kecil berharga Rp 12ribu, tentu dapat jadi gambaran sasaran kafe ini.

Jadi, jika ingin suasana santai, atau cuci mata, atau ganti suasana, Ka.Ma bisa jadi pilihan untuk menangkap senja yang bersih dari suara-suara kota.

(Liputan Kuliner ini bekerjasama dengan Naung.id)

***

tags: #tembalang #kafe #milenial #ka.ma coffee

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI