Efisiensi Pemerintah Berdampak Serius, Sejumlah Hotel di Semarang Ramai-ramai Dijual

Kepala Disporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi membenarkan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan pemerintah di hotel-hotel sempat mengguncang industri perhotelan

Selasa, 08 Juli 2025 | 13:45 WIB - Berita
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Rahardian

Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dan daerah sejak awal tahun berdampak besar terhadap sektor perhotelan, khususnya di Kota Semarang, Jawa Tengah

Sejumlah hotel terpaksa menutup operasionalnya sementara karena anjloknya hunian. Merespon hal itu, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah turut mengomentari

Kepala Disporapar Jawa Tengah, Muhamad Masrofi membenarkan bahwa kebijakan pembatasan kegiatan pemerintah di hotel-hotel sempat mengguncang industri perhotelan

Sehingga berdampak kepada sejumlah hotel di Kota Semarang yang terpaksa ditutup dan dijual di marketplace seperti di latform Facebook

menurutnya, kontribusi kegiatan pemerintah terhadap okupansi hotel di Semarang cukup signifikan karena pemerintah menghentikan kegiatan di luar kantor, termasuk rapat dan pelatihan di hotel sehingga dampaknya langsung terasa terhadap tingkat keterisian kamar

Lebih lanjut, Masrofi juga menyebutkan bahwa tak hanya industri perhotelan yang terdampak namun juga terjadi kepada sektor lain seperti transportasi, katering, hingga penyedia jasa event

Imbas dari efisiensi tersebut, bahkan ada karyawan di beberapa hotel yang dirumahkan hingga di-PHK

Masrofi mengatakan harapan mulai muncul setelah Kementerian Dalam Negeri mencabut surat edaran pembatasan kegiatan pemerintah di hotel. Saat ini, kegiatan pemerintahan sudah diperbolehkan kembali digelar di luar kantor termasuk di hotel-hotel

***

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI