UIN Walisongo Hentikan Sementara KKN di Kendal Usai 6 Mahasiswa Hanyut

Suasana duka menyelimuti civitas akademika UIN Walisongo, sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terakhir bagi para korban, kampus menggelar salat gaib dan doa bersama di seluruh area kampus, mencakup kampus 1, kampus 2 dan kampus 3

Kamis, 06 November 2025 | 14:02 WIB - Berita
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Kuaka

Pasca tragedi hanyutnya enam mahasiswa KKN di Kendal, UIN Walisongo semarang menyiapkan pendampingan psikologis bagi peserta KKN, sekaligus menghentikan sementara kegiatan di posko lokasi kejadian 

Satu mahasiswa peserta KKN UIN Walisongo semarang masih hilang setelah hanyut di sungai wilayah desa getas, singorojo, Kendal, sementara lima rekannya telah ditemukan meninggal dunia 

Suasana duka menyelimuti civitas akademika UIN Walisongo, sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terakhir bagi para korban, kampus menggelar salat gaib dan doa bersama di seluruh area kampus, mencakup kampus 1, kampus 2 dan kampus 3  

Kegiatan ini diikuti mahasiswa, tenaga pendidik, hingga pimpinan universitas 

Selain itu, pihak kampus menghentikan sementara seluruh aktivitas KKN di desa getas sebagai langkah mitigasi risiko, mahasiswa yang berada dekat lokasi kejadian juga akan mendapatkan pendampingan psikologis untuk membantu pemulihan pasca-insiden  

 

Sementara posko lain yang tersebar di wilayah singorojo tetap berjalan, namun dengan penegasan protokol keamanan dan kewaspadaan dalam aktivitas lapangan 

Tercatat, terdapat 210 mahasiswa yang mengikuti KKN di kecamatan singorojo dan tersebar di 14 desa, program KKN ini baru berjalan dua minggu, rencananya berlangsung hingga 27 november 2025  

Dengan adanya peristiwa ini, pihak kampus kini menyiapkan evaluasi terhadap pedoman teknis KKN agar lebih adaptif terhadap potensi risiko di lingkungan penugasan 

Insiden nahas ini terjadi pada selasa 4 november 2025 saat enam mahasiswa diduga terseret arus sungai, tiga korban ditemukan meninggal di hari yang sama, dua mahasiswa lainnya ditemukan pada rabu 5 november 2025, sementara satu peserta bernama nabila yulian desi masih dalam pencarian oleh tim sar gabungan 

Kampus memastikan bahwa prosedur pendampingan untuk seluruh mahasiswa KKN akan diperkuat, baik dari sisi keselamatan, koordinasi dengan desa, hingga manajemen risiko di lapangan  

Evaluasi menyeluruh terhadap alur perizinan kegiatan luar ruangan juga disebut akan menjadi fokus pembahasan setelah proses pencarian korban terakhir selesai 

Tragedi ini menjadi momentum bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan standar pelaksanaan KKN, terutama di daerah dengan potensi bencana alam, ke depan, aspek keselamatan diproyeksikan menjadi prioritas utama agar kegiatan pengabdian masyarakat tetap berjalan, namun lebih aman bagi seluruh peserta 

***

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI