Doa Bersama untuk Korban Insiden KKN, Mahasiswa UIN Walisongo Desak Evaluasi Keamanan Program
Mahasiswa berkumpul di landmark kampus UIN Walisongo, Kecamatan Ngaliyan, dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol belasungkawa
Kamis, 06 November 2025 | 17:37 WIB - Berita
Penulis:
. Editor: Kuaka
Aksi doa bersama yang digelar ratusan mahasiswa UIN Walisongo Semarang pada rabu malam 5 november 2025 tidak hanya menjadi momen duka atas insiden KKN di Kendal, tetapi juga menjadi dorongan kuat agar kampus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pelaksanaan pengabdian mahasiswa
Mahasiswa berkumpul di landmark kampus UIN Walisongo, Kecamatan Ngaliyan, dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol belasungkawa
Aksi doa bersama yang digelar ratusan mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang dilaksanakan di kampus, diawali salat gaib berjamaah, dilanjutkan doa bersama, tabur bunga, penyalaan lilin, serta hening cipta untuk mengenang mahasiswa yang menjadi korban hanyut di sungai singorojo saat menjalankan KKN di desa getas, kabupaten Kendal, suasana haru tampak menyelimuti jalannya acara
Aksi solidaritas ini juga menjadi wadah refleksi mahasiswa terkait pelaksanaan KKN yang dinilai memerlukan peningkatan standar keselamatan, para peserta mendorong adanya langkah konkret agar program tersebut tidak hanya menekankan aspek pengabdian, tetapi turut memastikan keamanan dan keselamatan peserta selama berada di lokasi penugasan
Dema UIN Walisongo berencana melakukan audiensi dengan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LP2M
Aspirasi yang akan disampaikan mencakup penguatan pengawasan, pemetaan risiko lokasi KKN, hingga penyusunan prosedur keselamatan yang lebih terukur, terutama untuk wilayah rawan bencana atau berdekatan dengan sungai, area hutan, maupun titik bahaya lain
Dorongan untuk pembenahan ini muncul karena mahasiswa menilai KKN tidak boleh hanya menjadi rutinitas akademik tahunan tanpa mempertimbangkan risiko di lapangan
Program tersebut diharapkan dilengkapi dengan pembekalan keselamatan, koordinasi intensif dengan pemerintah desa setempat, serta monitoring berkala dari pihak kampus selama KKN berlangsung
Sebelumnya, pihak kampus telah menggelar salat gaib serentak di kampus 1 hingga kampus 3 sebagai bentuk doa bersama untuk para korban, kampus juga memberikan pendampingan dan dukungan kepada mahasiswa KKN yang berada di wilayah sekitar lokasi kejadian agar bisa pulih secara mental
Melalui aksi ini, mahasiswa menyampaikan komitmen untuk terus mengawal upaya evaluasi dan perbaikan sistem KKN, mereka berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi dan program pengabdian mahasiswa ke depan dapat berjalan lebih aman, terencana, serta mengutamakan keselamatan peserta
***Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Semarang Siap Hadapi Banjir dengan Langkah Preventif: Belajar dari Bencana Sumatera
05 Desember 2025
OJK Sederhanakan Aturan Baru tentang Pergadaian
05 Desember 2025
Kaji Perda Jawa Tengah, Tim Analis Hukum Kemenkum Jateng Hadiri Rapat Analisis dan Evaluasi
05 Desember 2025
Polda Jateng Mulai Persiapkan Pengamanan Natal dan Tahun Baru
05 Desember 2025
Kemenkum Jateng Gelar Audit Kepatuhan PMPJ dan TKM bagi Notaris Surakarta dan Karanganyar
05 Desember 2025
Wali Kota Semarang Agustina Tegaskan Modernisasi Armada untuk Percepat Transformasi Layanan
05 Desember 2025
Logistik dan Personel dari Jawa Tengqh Tiba, Perkuat Penanganan Pascabencana di Sumbar
05 Desember 2025
PWI Jateng dan Pemkot Semarang Apresiasi Gelaran “Tiba-Tiba Badminton” yang Digelar Jurnalis FC
05 Desember 2025
Kawal MBG Berkualitas, BPOM RI Hadirkan Mobil Laboratorium Keliling
05 Desember 2025
Gandeng LDNU, Lapas Brebes Gelar Pelatihan Dzikir Manaqib Bagi Warga Binaan
05 Desember 2025
