Kebijakan Sarung Batik Dinilai Sebagai Langkah Peneguhan Identitas Budaya Bagi Pegawai Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa sarung adalah elemen budaya yang melampaui batas agama maupun golongan
Sabtu, 29 November 2025 | 11:50 WIB - Berita
Penulis:
. Editor: Kuaka
Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mewajibkan asn pria mengenakan sarung batik atau lurik setiap jumat dinilai bukan hanya soal pergantian seragam, melainkan bagian dari upaya penataan identitas budaya dan etika berbusana pegawai negeri
Kewajiban tersebut tertuang dalam S E Gubernur Jateng nomor B/800.1.12.5/83/2025 yang berlaku mulai 31 oktober 2025
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa sarung adalah elemen budaya yang melampaui batas agama maupun golongan
Menurutnya, sarung memiliki akar sejarah kuat sebagaimana peci hitam yang telah menjadi simbol kebangsaan, ia melihat penggunaan sarung batik atau lurik di lingkungan asn sebagai penegasan karakter Jawa Tengah sekaligus penanda bahwa unsur adat tetap hidup di ruang kerja birokrasi modern
Taj Yasin juga menilai kebijakan ini relevan dengan status batik Indonesia yang telah ditetapkan unesco sebagai warisan budaya takbenda sejak 2019
Penggunaan sarung batik oleh asn bukan hanya memperkuat identitas budaya, namun juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan produk UMKM lokal di sektor batik dan kerajinan tenun
Dampak ekonomi itu juga dirasakan pelaku usaha kecil, permintaan sarung meningkat sejak kebijakan berlaku, seiring dengan tingkat pembelian asn di lingkungan pemprov Jateng
Sementara itu, salah satu pegawai biro organisasi pemerintah provinsi Jawa Tengah, Wasis mengatakan bahwa produk UMKM banyak beredar di grup internal kantor yang memudaratkan perputaran ekonomi
Ia sendiri menggunakan sarung tenun atbm buatan UMKM pemalang yang telah dimilikinya sebelum kebijakan tersebut
Dari sudut pandang akademisi, dosen ilmu politik dan pemerintahan Undip Wahid Abdurahman menilai penggunaan sarung batik oleh asn merupakan upaya pembangunan kepribadian budaya dalam birokrasi
Baginya, sarung adalah bagian dari tradisi masyarakat di berbagai negara sehingga menjadi simbol yang mampu menyatukan masyarakat lintas agama
Wahid juga menyorot potensi ekonomi yang besar, dengan jumlah asn pria di pemprov Jateng lebih dari 26 ribu orang, pembelian sarung dalam jumlah minimal saja dapat menghasilkan perputaran dana miliaran rupiah
Menurutnya, hal ini berpeluang mendorong industri sarung batik di Jawa Tengah yang didominasi UMKM
Surat edaran tersebut mengatur model atasan, jenis batik atau lurik, aksesori peci, hingga aturan alas kaki untuk asn pria dan wanita, kebijakan ini juga menindaklanjuti permendagri nomor 10 tahun 2024 tentang pakaian dinas asn di daerah
lewat kebijakan ini, pemprov Jawa Tengah tidak hanya memperkenalkan seragam baru, namun juga memperkuat narasi budaya dalam birokrasi sekaligus mendorong ekonomi lokal berbasis UMKM
***Email: [email protected]
KOMENTAR
BACA JUGA
TERKINI
Kemenkum Jateng Ikuti Penguatan Pelaksanaan Indeks Reformasi Hukum 2026
19 Januari 2026
Tinjau Posko Pengungsian, Wagub Jateng Evakuasi 2 Lansia yang Tampak Lemas
19 Januari 2026
Kinerja Keuangan 2025 Solid, Realisasi Pendapatan Kota Semarang Tembus 92,22%
19 Januari 2026
Unwahas Semarang Gelar International Lecture Series, Hadirkan Konsulat Kehormatan India
19 Januari 2026
Jatubu dan Pengemudi Ojol Tanam 10 Ribu Bibit Kopi di Kawasan Telaga Menjer Garung
19 Januari 2026
Dukung Pemerataan Dokter Spesialis, FK Undip Kirim Residen ke Wilayah 3T
19 Januari 2026
Tiba di Inggris, Presiden Prabowo Bakal Bertemu Raja Charles III dan PM Starmer
19 Januari 2026
Stasiun Tuntang Hadirkan Wisata Perahu Ala Korea, Upaya Angkat Ikon Heritage
19 Januari 2026
Dirjen Imigrasi Amankan 27 WNA Pelaku Sindikat Love Scamming Internasional
19 Januari 2026
