Pemprov Jateng Perkuat Persiapan Transisi Energi Terbarukan Menghadapi Target 2025–2030

Rifqi mengungkapkan bahwa sejak 2024, dinas ESDM sudah mulai melakukan pembaruan data, kajian, dan review terhadap RUED 2018 untuk menyelaraskan dengan peraturan pemerintah terbaru  

Minggu, 30 November 2025 | 16:28 WIB - Berita
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Kuaka

Dinas energi dan sumber daya mineral (ESDM) Jawa Tengah terus memperkuat persiapan transisi energi menuju target energi baru terbarukan (EBT) 2025–2030  

Staf bidang energi baru terbarukan ESDM Jateng, Rifqi Arya menjelaskan bahwa penyesuaian kebijakan pusat menjadi dasar bagi daerah untuk memperbarui rencana umum energi daerah (RUED) 

Rifqi mengungkapkan bahwa sejak 2024, dinas ESDM sudah mulai melakukan pembaruan data, kajian, dan review terhadap RUED 2018 untuk menyelaraskan dengan peraturan pemerintah terbaru  

Setelah turunan aturan berupa perpres tentang rencana umum energi nasional diterbitkan, dokumen tersebut akan menjadi acuan resmi bagi Jawa Tengah untuk menyusun RUED baru 

Sementara pada pengembangan PLTS atap, Rifqi menjelaskan bahwa Pemprov selama ini menyasarkan bantuan pada pondok pesantren dan sekolah  

Namun efisiensi anggaran membuat alokasi berkurang signifikan, dari yang biasanya sekitar 30 unit per tahun, tahun 2025 hanya dapat dialokasikan empat unit  

Dari empat unit tersebut dibagikan untuk dua umkm di wilayah cilacap, banyumas dan dua unit di kabupaten batang serta wilayah banyumas utara 

 

Rifqi menegaskan bahwa penyesuaian ini merupakan dampak dari dinamika regulasi dan prioritas anggaran, proyek yang tidak terlaksana pada 2025 akan diarahkan untuk dilanjutkan di tahun berikutnya apabila anggaran tersedia  

Terminologi ini tidak hanya berlaku untuk PLTS, tetapi juga untuk program biogas yang sebarannya dirancang di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah 

Rifqi juga menyinggung pembangunan biogas, targetnya juga terkena penyesuaian, meski ada pembangunan di tahun ini, jumlahnya menurun dibandingkan rencana awal  

Meski demikian, tiap cabang dinas tetap memiliki target mandiri terkait pembangunan unit biogas dan PLTS setiap tahunnya 

Di sisi lain, Rifqi juga membeberkan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pencapaian ebt Jawa Tengah, kontribusi terbesar datang dari biomassa tradisional, terutama penggunaan kayu bakar  

Disusul biosolar, panas bumi, serta PLTS atap di sektor industri dan komersial yang terus meningkat meskipun pertumbuhan di sektor rumah tangga masih relatif kecil 

Sementara itu, rendahnya pemasangan PLTS atap di instansi pemerintah, Rifqi menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertimbangan masing-masing instansi, Pemprov hanya dapat mengeluarkan surat edaran pendorong sejak 2021, namun keputusan pemasangan tetap berada di setiap instansi 

Sementara itu, pemasangan PLTS atap di lingkungan dinas ESDM Jateng sendiri sudah terlaksana dengan kapasitas 35 kilowatt, Pemprov berharap penyesuaian kebijakan, pembaruan RUED, dan peningkatan akurasi database energi dapat mendorong percepatan transisi energi di Jawa Tengah dalam periode 2025–2030

***

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI