Dituntut Hukuman Penjara Seumur Hidup, Terdakwa Ekstasi Semarang Akui Jadi Korban TPPO

Nasrul mengatakan bahwa ARD ditipu lantaran merupakan korban TPPO, berupa ekploitasi pemaksaan meracik bahan kimia, ARD saat itu diperintah seseorang yang bernama kapten yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO

Kamis, 23 November 2023 | 12:25 WIB - Berita
Penulis: Hafifah Nurchasanah . Editor: Kuaka

Terdakwa dalam kasus produksi ekstasi di Palebon, Pedurungan Kota Semarang, Aldina Rahmat Danny atau ARD dituntut hukuman penjara seumur hidup pada sidang pertamanya, pada selasa 21 november 2023 di Pengadilan Negeri Semarang

Menanggapi hal tersebut penasehat hukum ARD, Nasrul Saftiar Dongoran mengaku keberatan atas putusan tersebut

Nasrul mengatakan bahwa ARD ditipu lantaran merupakan korban TPPO, berupa ekploitasi pemaksaan meracik bahan kimia, ARD saat itu diperintah seseorang yang bernama kapten yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO

 

Sebelumnya, Nasrul mengatakan bahwa ARD mengalami phk pada februari 2023 lalu saat pandemi covid-19, kemudian pada mei 2023 ARD mendapatkan tawaran pekerjaan di Kota Semarang untuk menjaga dan membersihkan rumah

Menurut Nasrul, tuntutan hukum seumur hidup kasus pabrik ekstasi di Semarang yang dilontarkan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa sangat menyakitkan, hal itu karena menurut fakta di persidangan, terdakwa merupakan korban yang ditipu dan dieksploitasi untuk meracik sebuah narkoba

Sementara itu, menurut Jaksa Penuntut Umum, Slamet Margono pertimbangan tuntutan seumur hidup pada ARD karena tindakan terdakwa sudah tidak mengindahkan pemerintah memberantas narkoba

Terlebih terdapat barang bukti lain yakni 15,5 kilogram mengandung zat zat yang tergolong dalam lampiran uu narkotika

***

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI