Terdampak Gempa, Sejumlah Masjid dan Puskesmas di Kabupaten Bandung Rusak

Sejauh ini tim di lapangan belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat gempa bumi beruntun sebanyak dua kali itu.

Kamis, 02 Mei 2024 | 13:16 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Bandung - Getaran gempa di Kabupaten Bandung merusak sejumlah bangunan masjid, Puskesmas, gedung sekolah, dan rumah warga di kabupaten setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan bahwa data rekapitulasi sementara dari tim Pusdalops BNPB malam hari ini diketahui kerusakan itu melanda dua bangunan masjid, tiga gedung sekolah, satu Puskesmas, dan tiga rumah warga.

BERITA TERKAIT:
Ketua DPR RI Minta Pemerintah Segera Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di Batang
Gempa Bumi Batang Magnitudo 4,6 , Tiga Kecamatan Ini Paling Terdampak
Wilayah Maluku Tenggara Diguncang Gempa Magnitudo 4,9
Wilayah Maluku Tengah Diguncang Gempa Magnitudo 3,4
Hari Ini dalam Sejarah, Gempa Bumi Guncang Yogyakarta 18 Tahun Lalu

Masing-masing bangunan yang terdampak guncangan gempa bumi itu berada di wilayah Desa Pangalengan, Sukamanah, Margamukti, Pulosari, Wanasari (Kecamatan Pangalengan) Desa Trumajaya (Kecamatan Kertasar), dan Desa Banjaran Wetan (Kecamatan Banjaran).

Ia menyebutkan, kerusakan yang dialami pada sejumlah bangunan tersebut berupa retak pada bagian dinding hingga sebagian lapisannya runtuh, kerusakan bagian atap.

Berdasarkan data rekapitulasi itu menyebutkan pula untuk warga yang terdampak setidaknya ada sebanyak tiga keluarga yang sekaligus merupakan penghuni dari tiga unit rumah yang rusak di Desa Pangelengan.

Namun beruntung menurut Abdul, sejauh ini tim di lapangan belum menerima laporan adanya korban jiwa akibat gempa bumi beruntun sebanyak dua kali itu.

"Untuk upaya penanganan pasca kejadian gempa, BPBD Kabupaten Bandung terus monitor dan mendata wilayah yang terdampak gempa," katanya.

Atas kondisi ini, BNPB mengimbau warga Kabupaten Bandung dan sekitarnya supaya meningkatkan kewaspadaan, seperti menghindari dinding bangunan yang sudah retak karena rentan sekali runtuh bila terjadi gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, getaran gempa yang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu berasal dari aktivitas sesar Garut Selatan.

BMKG mencatat gempa pertama berkekuatan 4.2 magnitudo terjadi pukul 10.06 WIB dengan kedalaman empat kilometer. Pusat gempa berada di darat pada koordinat 7,20 LS - 107,57 BT. Guncangan gempa berlangsung selama 2-3 detik.

Kemudian, gempa susulan yang kedua kali kembali terjadi pukul 20.35 WIB. Gempa berkekuatan 4 magnitudo itu berpusat di darat dengan koordinat 7.82 LS 107.26 BT dengan kedalaman 24 kilometer.

Dari hasil analisa BMKG memastikan rentetan getaran itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami

***

tags: #gempa bumi #bnpb #bmkg #masjid #puskesmas

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI