Jokowi Respon Marak Kasus Bullying di Tempat Belajar

"Kita harus memastikan tidak ada siswa yang merasa ketakutan, tertekan, atau tidak betah di sekolah. Semua harus merasa aman dan didukung," tegas Jokowi.

Sabtu, 02 Maret 2024 | 13:42 WIB - Ragam
Penulis: Issatul Haniah . Editor: Fauzi

KUASAKATACOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentuh isu serius mengenai kasus bullying, perundungan, dan pelecehan seksual yang saat ini tengah marak terjadi di lingkungan sekolah. 

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Kongres XIII PGRI Tahun 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Sabtu (2/3/2024).

BERITA TERKAIT:
Polisi akan Gelar Perkara Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Mahfud MD: Keputusan Jokowi Sah Walau Ijazahnya Terbukti Palsu
Vicky Prasetyo Temui Jokowi di Solo, Bahas Evaluasi Pilkada dan Politik
Prabowo Pimpin Parade Senja di Akmil Magelang, Didampingi SBY dan Jokowi
Komisi B DPRD Kota Semarang Soroti Efisiensi Anggaran: Jangan Sampai Merugikan Masyarakat

"Dengan keprihatinan yang mendalam, akhir-akhir ini kita menyaksikan meningkatnya kasus bulliying, perundungan, kekerasan, dan pelecehan, bahkan dengan korban jiwa. Ini adalah situasi yang tidak dapat dibiarkan berlarut-larut," ungkap Jokowi dengan serius dalam sambutannya.

Presiden menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang aman bagi para siswa untuk belajar, berkreasi, bermain, dan bersosialisasi. Oleh karena itu, ia memberikan pesan kepada para guru yang hadir untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung.

"Kita harus memastikan tidak ada siswa yang merasa ketakutan, tertekan, atau tidak betah di sekolah. Semua harus merasa aman dan didukung," tegas Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menekankan pentingnya transparansi dalam menghadapi kasus perundungan. Ia menyadari bahwa terkadang kasus semacam ini cenderung ditutupi oleh pihak sekolah dengan alasan melindungi nama baik institusi.

"Prioritaskan langkah-langkah pencegahan, dan utamakan hak-hak anak kita, khususnya para korban. Jangan biarkan kasus bullying disembunyikan. Terlalu sering kasus seperti ini ditutupi dengan dalih melindungi nama baik sekolah. Namun, yang lebih baik adalah menangani dan memperbaiki situasi tersebut," tandas Jokowi.

***

tags: #jokowi #bullying #presiden joko widodo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI