Pemkab Sragen Sosialisasikan Larangan Konsumsi Daging Anjing

Anjing merupakan hewan peliharaan dan bukan untuk dikonsumsi.

Selasa, 09 Januari 2024 | 05:04 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Sragen - Pemerintah Kabupaten Sragen menyosialisasikan larangan konsumsi daging anjing melalui Surat Edaran Bupati Nomor 2026/010/XII/2023 tentang Imbauan Untuk Tidak Menganiaya, Memotong, dan Mengkonsumsi daging anjing di Wilayah Kabupaten Sragen. Surat Edaran tersebut diterbitkan pada tanggal 28 Desember 2023.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni mengakui hingga saat ini masih ada beberapa titik penjualan daging anjing untuk konsumsi.

BERITA TERKAIT:
Ide Bisnis Paling Cuan Selama Ramadan, Gak Cuma Katering!
Pemkot Solo Terbitakan Edaran Larangan Makan Daging Anjing 
Pemkot Surakarta Edukasi Warga soal Larangan Konsumsi Daging Anjing
Pemkab Sragen Sosialisasikan Larangan Konsumsi Daging Anjing
Walikota Semarang Perintahkan BPBD Dirikan Dapur Umum di TPA Jatibarang

Disinggung mengenai adanya pengiriman anjing yang akan dijual untuk bahan baku makanan melalui wilayah Gemolong, Sragen, dikatakannya, sejauh ini belum ada pengecekan secara detail.

"Kalau laporan dari teman-teman tidak sampai barang itu diturunkan. Jadi kalaupun dicek di sana, ya, nggak ada barangnya. Barang datang langsung didistribusikan," katanya dikutip, Selasa.

Dijelaskan Eka, aktivitas tersebut di luar pengawasan dinas. Meski demikian, sesuai dengan aturan seharusnya hewan ternak apapun yang berasal dari luar daerah dan didistribusikan ke daerah lain harus ada surat keterangan kesehatan hewan.

"Misalnya dibawa dari daerah lain ke Sragen, tentu harus disertai dengan surat keterangan kesehatan hewan. Masuk ke sini harus bawa itu, misalnya hewan ternak, ternaknya sudah divaksinasi atau belum. Ada surat pengantar seperti itu. Ternak dibawa untuk dipotong atau dipelihara tentu juga harus ada keterangannya," katanya.

Sejauh ini, kata dia, pengawasan yang dilakukan terkait dengan anjing, salah satunya mengambil sampel daging untuk dicek apakah mengandung rabies.

"Selama ini kami punya jadwal untuk melakukan pengawasan terhadap penyakit rabies yang banyak ditularkan anjing. Setiap tahun kami kerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah untuk mengambil beberapa sampel. Itu yang dikirim ke provinsi, apa ada indikasi terkait dengan rabies yang ada di Kabupaten Sragen. Sebatas itu," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa jika ada yang melakukan hal bertentangan dengan itu tentu ada punishment untuk mereka.

"Anjing bukan hewan untuk dikonsumsi, itu hewan peliharaan," tukasnya. 

***

tags: #konsumsi #sragen #larangan #daging anjing

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI