Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Ilustrasi. Foto: Istimewa.

Masih Banyak Rumah Tangga Buang Sampah ke Bengawan Solo

Pemerintah Kota Surakarta sudah memfasilitasi pembangunan instalasi pengolahan air limbah.

Rabu, 14 Juni 2023 | 04:38 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Solo - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta di Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa masih banyak rumah tangga yang membuang sampah domestik ke Bengawan Solo. Hal tersebut menyebabkan sampah domestik mendominasi pencemaran di Bengawan Solo.

Kepala Bidang Penataan, Pengendalian, dan Pengelolaan Lingkungan DLH Kota Surakarta Budiyono menerangkan bahwa 50 persen limbah di Bengawan Solo didominasi sampah domestik.

BERITA TERKAIT:
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Berjibaku Bereskan Sampah Tahun Baru 2024, Harus Bersih Sebelum Jam 4 Pagi
Sampah Tahun Baru 2024 di Jakarta Tembus 130 Ton, Terbesar Setelah Pandemi Covid-19
Tingkatkan Geliat Wisata di Kebun Raya Gunung Tidar, DLH Kota Magelang Lakukan Penataan Lapak Pedagang
Tingkatkan Keamanan, Pemkot Semarang Optimalkan SOP Keluar Masuk TPA Jatibarang
Populasi Terlalu Banyak, Sejumlah Monyet Ekor Panjang di Lereng Merapi Diserahkan ke DLH Boyolali

"Kalau menurut evaluasi yang dilakukan BPDAS (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai), lebih banyak tercemar oleh limbah domestik, 50 persen masih limbah domestik," tuturnya.

Kendati demikian, Budiyono mengatakan, tidak sedikit pula pencemar Bengawan Solo yang berasal dari kegiatan industri di daerah hulu sungai. Dia mengatakan bahwa pemantuan tingkat pencemaran Bengawan Solo dilakukan dengan secara berkala mengambil sampel air sungai dan memeriksanya.

"Kan tidak ada batasan antarwilayah. Ya kalau koordinasi terkait dengan pengawasan sama saja, tiap tahun ada pengambilan sampel di air Sungai Bengawan Solo, saat musim penghujan dan kemarau, di enam anak sungai. (Untuk pemantauan) Limbah industri juga daerah lain sama melakukan itu," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk menekan pencemaran limbah industri di aliran sungai, menurut dia, Pemerintah Kota Surakarta sudah memfasilitasi pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di beberapa pusat kegiatan industri serta usaha kecil dan menengah (UKM).

"Ada di Laweyan dan Sondakan. Kebanyakan kan UKM, secara finansial mereka kesulitan kalau harus mengolah limbah sendiri," katanya.

Sementara itu, mengenai fenomena munculnya ikan-ikan ke permukaan air yang sebelumnya terjadi di Bengawan Solo, Budiyono mengatakan bahwa penyebabnya belum diketahui secara pasti.

"Biasanya kaitannya dengan kekurangan oksigen, amoniak. Namun perubahan cuaca juga pengaruh," katanya.

Sebelumnya, fenomena pladu atau munculnya ikan-ikan ke permukaan air dilaporkan terjadi di bagian Bengawan Solo yang ada di wilayah Kampung Sewu, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

Koordinator Forum Jogo Kali Bengawan (Jokalibe) Budi Utomo mengemukakan kemungkinan fenomena itu terjadi karena pencemaran air sungai.

"Kalau saya yakinnya karena pencemaran ya. Kalau yang pladu biasa itu pas kayak kemarau, panas panjang, air sungai suhunya agak panas, terus kena air hujan berubah suhunya menjadi dingin," katanya.

***

tags: #dlh #sampah #domestik #bengawan solo

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI