Masyarakat Diimbau Waspadai Kejahatan Siber Modus Email Palsu

Masyarakat perlu melakukan pengecekan silang dan jangan mudah mengklik link.

Rabu, 08 Mei 2024 | 15:19 WIB - Ragam
Penulis: Fauzi . Editor: Surya

KUASAKATACOM, Jakarta - Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap tindak Kejahatan Siber dengan berbagai modus yang dapat merugikan secara finansial. Salah satu modus Kejahatan Siber, yakni penipuan dengan mengelabui korban menggunakan email palsu, mengganti posisi alfabet atau menambah satu atau beberapa alfabet pada alamat email sehingga menyerupai aslinya.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji mencontohkan, pelaku membuat email yang menyerupai email perusahaan yang menjadi target, dengan mengganti alfabet seperti huruf A kapital diubah menjadi kecil. Misalnya, mybank2u.com dengan maybank2u.com tidaklah sama, karena tulisan yang kedua menggunakan alfabet Cyrilic.

BERITA TERKAIT:
Masyarakat Diimbau Waspadai Kejahatan Siber Modus Email Palsu
Sempat Terkena Kejahatan Siber, ASTON Inn Pandanaran Semarang Hadir dengan Akun Instagram Baru
Kejahatan Digital Merajalela, Kenali Modus Penipuannya!
Hindari Kejahatan Siber, Masyarakat Diimbau Hati-hati Unggah Foto di Medsos
Polisi Bongkar Modus Baru Kejahatan Siber, Korban Kehilangan Puluhan Juta Rupiah

“Maka kami mengimbau kepada masyarakat yang pertama, hati-hati apabila mendapatkan email dari alamat yang tidak dikenal,” imbaunya dikutip, Rabu.

Sebagai infromasi, Ditsiber Bareskrim Polri baru saja mengungkap sindikat Kejahatan Siber yang menipu sebuah perusahaan real estate di Singapura hingga mengalami kerugian Rp32 miliar.

Perusahaan real estatet tersebut mengirimkan uang kepada rekanan bisnisnya, namun dikirim ke alamat email dan rekening palsu yang dibuat oleh sindikat yang dioperasikan oleh warga negara Nigeria di Indonesia.

Total ada lima tersangka yang ditangkap, dua merupakan warga negara Nigeria berinisial CO atau O, dan EJA. Keduanya mempunyai peran sama-sama mengupah warga negara Indonesia untuk mendirikan perusahaan dan melakukan penipuan business email compromise (BEC).

Sementara itu, tiga pelaku berstatus warga negara Indonesia, masing-masing berinisial DM alias L (38), YC (37), dan I (49). Salah satu tersangka berinisial DM merupakan residivis yang sudah dua kali melakukan kejahatan hampir serupa di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.

Kejahatan Siber modus serupa juga pernah diungkap Bareskrim Polri pada tahun 2021 dengan korban perusahaan di Korea Selatan.

Untuk mencegah hal itu, kata Himawan, masyarakat perlu melakukan pengecekan silang (cross-check) dan jangan mudah mengklik link atau tautan yang dikirim oleh seseorang yang tidak dikenal.

“Selalu konfirmasi kepada pihak yang melakukan atau menerima transaksi melalui komunikasi lain dan apabila terjadi hal-hal seperti di atas agar langsung menyampaikan informasi kepada pihak berwenang untuk mempercepat pembukaan kasus tersebut,” kata Himawan.

***

tags: #kejahatan siber #bareskrim polri #email palsu

KOMENTAR

BACA JUGA

TERKINI